TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bedong Bayi dan Risiko SIDS (Kematian Mendadak pada Bayi)

Bacaan 4 menit
Bedong Bayi dan Risiko SIDS (Kematian Mendadak pada Bayi)

Para peneliti mengaitkan penggunaan bedong bayi dan risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi yang dikenal dengan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Sebuah penelitan baru cukup membuat banyak orang terkejut. Bedong bayi yang dapat membuat bayi tidur lebih tenang, justru bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi, atau dikenal sebagai Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

SIDS lebih sering terjadi pada bayi di bawah 1 tahun, dan agak jarang terjadi di Asia. Hingga saat ini penyebab SIDS masih tidak diketahui dengan pasti.

Penelitian tentang bedong bayi

Peneliti mengumpulkan data dari 760 kasus SIDS yang ada. Secara umum, riset ini menyimpulkan bahwa risiko SIDS menjadi lebih besar bila bayi tidur tengkurap atau tidur miring sambil dibalut bedong bayi.

Anna S. Pease, peneliti dari University of Bristol mengatakan bahwa kita harus mengintepretasikan hasil riset ini secara hati-hati, karena jumlah objek yang diteliti tidaklah terlalu banyak, dan bukti-bukti yang ada sangat terbatas.

Lebih jauh lagi ia mengatakan, “Kita tahu bahwa posisi tidur miring dan tengkurap tidak aman untuk bayi, jadi sebaiknya baringkan bayi terlentang, terlebih saat kita membedongnya.”

Risiko SIDS juga meningkat seiring dengan usia bayi. Walaupun bukti yang ada belum banyak, risiko menjadi 2 kali lebih besar ketika bayi berusia di atas 6 bulan. Dr Pease menyarankan kita untuk berpikir kapan sebaiknya si Kecil tidak pakai bedong bayi lagi.

“Bayi umumnya mulai bisa membalik badan (berguling) pada usia 4-6 bulan, dan pada usia inilah sebaiknya kita tidak membedongnya lagi,” saran Dr. Peace.

Parents, semoga informasi di atas dapat membantu kita semua.

Referensi: nytimes.com

Biasanya anak yang baru lahir akan dijaga dengan cara khusus oleh orang tuanya. Misalnya adalah dengan cara memberikan bedong untuk si bayi. Memang bedong yang ada disebut sebut dapat membuat seorang bayi tertidur nyenyak. Namun, tahukah Anda bahwa bedong bayi dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penggunaan Bedong untuk Bayi yang Baru Lahir

Di Indonesia, pada umumnya bayi yang baru lahir akan dibedong dengan maksud dan tujuan tertentu. Misalnya adalah membuat si bayi menjadi tidur lebih pulas sekaligus menghangatkan tubuh si kecil. Namun banyak orang yang belum mengetahui bahwa kebiasaan tersebut memiliki risiko tersendiri bagi si kecil. Misalnya adalah meningkatnya risiko SIDS yang terjadi pada seorang bayi.

ini Bedong Bayi dan Risiko SIDS kematian

Kasus SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang Terjadi

Penelitian yang fokus dalam masalah ini juga menggunakan data dari ratusan kasus SIDS yang ada. Kasus SIDS sejumlah 760 kasus tersebut juga membuahkan sebuah kesimpulan yang cukup mencengangkan. Diketahui secara umum bahwa risiko terjadinya SIDS menjadi lebih besar saat seorang bayi tidur dalam keadaan miring atau tengkurap sambil dibalut dengan bedong bayi.

tau Bedong Bayi dan Risiko SIDS Cara bedong bayi baru lahir

Seorang peneliti bernama Anna S. Pease juga mengungkapkan bahwa Anda harus berhati hati dalam mengintepretasikan hasil riset yang ada. Selain dikarenakan jumlah objek yang digunakan tidak terlalu banyak, namun juga bukti yang tersaji di dalam penelitian ini juga sangat terbatas. Namun peneliti dari University of Bristol ini juga mengungkapkan bahwa posisi tidur miring dan juga tengkurap memang tidak baik untuk bayi.

Kapan Seorang Bayi Tidak Perlu Dibedong Lagi?

Posisi yang aman untuk bayi yang dibedong adalah bayi dengan posisi terlentang. Hal tersebut jauh lebih baik daripada posisi miring ataupun tengkurap. Risiko terjadinya SIDS sendiri juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia si bayi. Walaupun belum terdapat banyak bukti pendukung. Namun risiko menjadi lebih besar 2 kali lipat saat seorang bayi telah berusia di atas 6 bulan.

ada Bedong Bayi dan Risiko SIDS Ternyata Ini Maanfaat Membedong yang Harus Ibu Ketahui

Peneliti tersebut juga mengungkapkan bahwa sebaiknya orang tua mengetahui kapan waktunya si kecil tidak perlu dibedong lagi. Dr. Anna S. Peace juga menyarankan orang tua untuk tidak lagi membedong si kecil saat usia mereka telah menginjak 4 sampai 6 bulan. Karena pada usia tersebut si kecil sudah dapat membalikkan badan ataupun berguling di atas tempat tidur.

Banyak hal yang harus dipahami oleh orang tua yang memiliki bayi. Jangan sampai karena mengikuti kebiasaan yang ada, justru dapat menyebabkan nyawa si kecil justru terancam. Misalnya adalah kebiasaan dalam membedong seorang bayi. Hal tersebut memang dapat tetap dilakukan namun dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan agar si kecil terhindar dari risiko SIDS atau kematian mendadak yang terjadi pada anak bayi.

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Theva Nithy

  • Halaman Depan
  • /
  • Bayi
  • /
  • Bedong Bayi dan Risiko SIDS (Kematian Mendadak pada Bayi)
Bagikan:
  • 470 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!

    470 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!

  • 1060 Nama Bayi Perempuan Islami Tercantik dan Artinya, Huruf A-Z!

    1060 Nama Bayi Perempuan Islami Tercantik dan Artinya, Huruf A-Z!

  • 200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

    200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

  • 470 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!

    470 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!

  • 1060 Nama Bayi Perempuan Islami Tercantik dan Artinya, Huruf A-Z!

    1060 Nama Bayi Perempuan Islami Tercantik dan Artinya, Huruf A-Z!

  • 200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

    200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti