Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan terbujur kaku dan pucat pasi setelah dibekap selama 19 menit.

Pekerjaan yang menyita waktu terkadang membuat seorang ibu yang bekerja tak punya banyak pilihan. Mau tak mau, ia pun harus menitipkan bayinya pada orang lain seperti nenek dan kakek, atau pengasuh di daycare. Sayangnya, terkadang seseorang lalai menjaga bayi kita. Seperti kejadian bayi tewas di daycare yang belum lama ini terjadi di Taiwan.

Kita tahu ada banyak peristiwa menyedihkan yang terjadi di tempat penitipan bayi. Namun, kisah bayi tewas di daycare yang terjadi di Taiwan ini sungguh memilukan. Seperti apa kisahnya? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Diduga karena Kelalaian Penjaga

bayi tewas di daycare

Sumber: Shutterstock

Tak mudah menyerahkan anak-anak kita kepada orang lain khususnya petugas di tempat penitipan anak. Terkadang kita ragu apakah tempat tersebut dapat dipercaya atau tidak. Hal ini pula yang menimpa seorang ibu di Taiwan.

Mengutip Taiwan News, ia dilaporkan kehilangan bayi mungilnya yang masih berusia 11 bulan. Penyebabnya, tak lain karena kelalaian seorang babysitter yang bertugas di daycare tempat ia menitipkan anaknya.

bayi tewas di daycarefitur

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, babysitter tersebut ketahuan mendekap korban sekuat tenaga hingga tak sadar ia telah menyebabkan bocah tersebut kesulitan bernapas. Dari rekaman CCTV, diketahui bahwa perempuan tersebut mendekap bayi malang itu selama 19 menit.

Korban pun sempat terlihat menggoyangkan tubuh dan tangan kecilnya agar terlepas dari pelukan erat pelaku. Namun, usaha itu sia-sia karena pelaku justru mendekap korban semakin erat dan tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk bergerak atau sekedar bernapas.

Baca juga: Mau menitipkan si kecil? Ini rekomendasi 10 daycare di Surabaya

Bayi Tewas di Daycare, Tubuh Ditemukan Pucat Biru dan Membeku

bayi tewas di daycare

Ilustrasi daycare (Sumber: Shutterstock)

Pelaku tak sadar bahwa ia baru saja menghilangkan nyawa manusia. Setelah mendekap bayi tersebut selama kurang lebih 19 menit, ia pun tanpa rasa bersalah beralih menghampiri bayi lain yang berada di ruangan yang sama.

Korban baru ditemukan oleh petugas dapur setelah 40 menit pasca kejadian. Saat itu, seksi konsumsi daycare tengah menyiapkan makan siang untuk para bayi yang memang dijadwalkan pukul dua siang waktu setempat.

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Betapa kagetnya ia ketika menemukan bocah tersebut dalam keadaan terbujur kaku. Sekujur tubuhnya dan terutama warna kulit wajahnya telah berubah warna menjadi biru pucat. Seorang perawat sempat memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) namun usaha tersebut sia-sia.

Ketika petugas medis datang tak berapa lama setelahnya, nyawa sang bayi tak lagi bisa diselamatkan. Ibu korban menangis histeris ketika mengetahui hal tersebut.

Pelaku sempat meminta maaf kepada keluarga korban namun mereka tak menerima permintaan maaf tersebut karena toh nyawa bayi mereka tak bisa dikembalikan.

Baca juga: Anak-anak ini dibius dan diikat 7 jam sehari di daycare, apa motifnya?

Belajar dari Kasus Bayi Tewas di Daycare, Ini 4 Langkah untuk Memastikan Tempat Penitipan Anak Aman dan Dapat Dipercaya

bayi tewas di daycare

Sumber: Shutterstock

Musibah seperti di atas dapat menimpa siapa saja tak peduli di Taiwan atau di Indonesia. Kita tak bisa meramalkan kecelakaan seperti kasus di atas namun, kita tentu bisa mencegah agar kejadian serupa tak terulang. Caranya adalah dengan memilih tempat penitipan anak yang dapat dipercaya.

Dikutip dari theAsianparent Singapura, berikut 4 langkah mudah untuk memastikan tempat penitipan anak memiliki reputasi yang baik:

1. Ketahui Jumlah Karyawan

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Nursery children playing with teacher in the classroom

Mengetahui jumlah karyawan di tempat penitipan bayi sangatlah penting. Setiap negara biasanya memiliki aturan tersendiri yang mengatur tentang kewajiban perusahaan daycare untuk menyediakan berapa karyawan untuk berapa bayi dan balita.

Di Singapura misalnya, satu orang babysitter maksimal hanya boleh menangani 5 orang bayi. Sementara, satu orang guru TK dan PAUD maksimal menangani 25 orang anak-anak. Jika lebih dari jumlah ini maka kemungkinan besar daycare tersebut berpotensi menelantarkan anak-anak yang dititipkan di sana.

2. Cek Langsung Lokasi

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Jangan pernah menitipkan anak ke daycare yang belum Anda kunjungi. Inspeksi lokasi sangat penting mengingat dengan demikian Anda bisa menilai sendiri apakah tempat tersebut layak untuk anak-anak.

Cek kebersihan, keamanan, dan pelayanan mereka. Pastikan Anda nyaman terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menitipkan anak Anda di sana.

3. Pastikan Mendapat Laporan Harian

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Anda perlu menanyakan bagaimana cara mereka melaporkan aktivitas harian kepada Anda. Apakah itu melalui rekaman kamera CCTV atau laporan tertulis. Ini penting untuk ditanyakan agar Anda tahu bagaimana cara mereka beroperasi.

4. Baca Review dari Sesama Orang Tua

Bayi Tewas di Daycare Tertangkap CCTV, Ini Kronologinya

Review bisa sangat membantu lho. Dengan membaca review dari sesama orang tua kita bisa tahu apakah tempat tersebut memiliki reputasi yang baik atau tidak. Anda bisa mengecek review di situs-situs parenting atau grup Facebook. Penilaian mereka akan sangat membantu Anda memutuskan apakah akan menitipkan anak di tempat tersebut atau tidak.

***

Nah, Bunda, semoga kisah di atas bisa menjadi peringatan untuk kita ya supaya lebih berhati-hati. Mencari tempat penitipan anak memang susah-susah gampang. Jadi, jangan mudah menyerah ya Bun! Bagi yang sedang mencari, semoga segera mendapatkan daycare terbaik.

Baca juga:

Kelebihan dan kekurangan daycare yang perlu Parents tahu!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner