TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayi terlahir tanpa kulit lantaran ibu mengonsumsi obat keras saat hamil?

Bacaan 4 menit
Bayi terlahir tanpa kulit lantaran ibu mengonsumsi obat keras saat hamil?

Anak ini terlahir tanpa kulit yang melindungi tubuhnya.

Sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam Journal of the Pakistan Medical Association meneliti penyebab mengapa seorang bayi tanpa kulit bisa terlahir.

Bayi tanpa kulit lahir dari ibu yang mengonsumsi obat keras saat hamil

Sejak dalam kandungan, pertumbuhan bayi tanpa kulit ini memang sudah begitu lambat. Berbeda dari bayi normal lainnya, saat bayi ini lahir, lebih dari 90% tubuhnya tidak memiliki kulit. Ia pun tidak memiliki kuku, tidak ditumbuhi rambut sehelai pun, tidak memiliki bulu mata dan juga alis.

kelainan pada kulit

Dok Foto: JPMA

Tak hanya itu, bayi ini juga tidak memiliki puting di payudara mungilnya, pertumbuhan telinga tidak sempurna, dan seluruh pembuluh darah di tubuhnya bisa terlihat begitu jelas.

Saat dilahirkan, beratnya hanya 1,02 kg, lingkar kepalanya hanya 26,5 cm. Perlu diketahui bahwa pada umumnya lingkar kepala bayi yang baru dilahirkan biasanya sekitar 33 cm hingga 38 cm.

Dengan kondisinya seperti ini, ia pun harus mendapatkan perawatan intensif di inkubator. Meskipun begitu, setelah mendapatkan perawatan selama empat hari, bayi ini pun meninggal dunia.

Kondisi langka; Aplasia cutis congenita

Dermatitis Aplasia cutis congenita merupakan kondisi seseorang yang tidak memiliki kulit sejak lahir. Sampai saat ini, bayi yang terlahir dengan kondisi seperti ini memang masih jarang terjadi.

Sebagian besar kondisi ini terjadi di area kepala, dan bisa terjadi pada semua jenis kelamin, baik perempuan ataupun laki-laki.

Apa yang sebabkan kelainan seorang bayi tanpa kulit

kelainan pada kulit

Diketahui, sang ibu memiliki riwayat telah melahirkan dua kali. Sebelumnya, kedua anaknya lahir dengan sehat, kuat dan tidak memiliki kelainan, termasuk kelainan pada kulit seperti yang dialami oleh bayi mungil ini.

Saat melahirkan, sang ibu mengaku bahwa dirinya tidak memiliki riwayat cacar air atau mengalami ruam-ruam selama kehamilan. Namun, ia mengaku kalau memiliki riwayat pemphigus vulgaris.

Apa itu pemphigus vulgaris?

Pemphigus vulgaris merupakan penyakit autoimun yang langka. Penyakit ini menyebabkan gelembung di kulit atau mulut. Gelembung tumbuh secara bertahap, pecah, hingga akhirnya meninggalkan bekas luka.

Dijelaskan oleh dr.Yarayut Suksathit Dermatology Institute, pemphigus merupakan pankreatitis kronis atau radang pada kelenjar pankreas yang terjadi dengan dua bentuk yang sangat berbeda yaitu akut dan kronis.

Penyakit ini memang disebabkan karena faktor disfungsi pada kekebalan tubuh. Di mana kulit pada area mulut mudah terkelupas. Serta dapat menyebabkan difteri dan dermatitis. Penyakit ini bisa ditemukan semua usia, termasuk anak-anak, baik laki-laki ataupun perempuan.

Gejala utamanya adalah 50% penderita akan memiliki gelembung atau bisul di mulut. Umumnya ditemukan lecet pada gusi, pipi atau langit-langit mulut. Abrasi dapat ditemukan di beberapa area atau menyebar ke seluruh mulut. Rasa sakit yang ditimbulkan bisa sangat parah.

Kondisi ini tentu saja akan membuat penderita tidak nyaman, kehilangan selera makan hingga berisiko mengalami malnutrisi dan berisiko membuat suara menjadi serak.

Karena itulah saat sedang mengandung, sang ibu mengaku kalau dirinya harus diobati dengan obat-obatan yang ternyata berisiko bagi kesehatan janin.

Sang ibu mengatakan ia sempat mendapatkan obat propranolol yang harus ia minum sebanyak 60 mg  setiap harinya selama 2 bulan pertama kehamilan. Kemudian, secara bertahap dosis pun kian berkurang menjadi  hingga 30 mg/hari.

Selain itu, ia juga mengonsumsi azathioprine 150 mg/harinya. Sejak usia kehamilannya memasuki usia 6 minggu sampai minggu ke-20 kehamilan. Kemudian, secara bertahap dokter pun mengurangi jumlahnya hingga 15 mg setiap hari.

Jangan sembarangan mengonsumsi obat saat hamil

Perlu diketahui bahwa penggunaan azathioprine pada kehamilan dikategorikan sebagai kategori D oleh FDA. Artinya, penggunaan azathioprine pada ibu hamil sebenarnya tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada janin.

Selain itu juga bisa terajdi peningkatan risiko persalinan prematur, berat lahir rendah, serta risiko kelainan kongenital seperti gangguan kepala dan leher, paru-paru tangan dan kaki, kandung kemih, uretra, sistem darah, kelainan pada kulit, dan kelainan lainnya.

kelainan pada kulit, bayi tanpa kulit

Tentu saja, tidak ada seorang ibu ataupun dokter mana pun yang menginginkan bayi di dalam rahim mendapatkan risiko gagal tumbuh.  Oleh karena itulah ibu hamil perlu memastikan obat yang ia konsumsi aman, sehingga tidak memengaruhi pertumbuhan janin menjadi terhambat.

Seorang ibu, wajib menjaga kesehatannya untuk menjaga tumbuh kembang janin bisa sempurna. Hindari untuk memiliki kontak langsung dengan orang atau area yang berisiko menginfeksi Anda.

Hal ini tentu saja untuk memastikan bahwa bayi yang tumbuh dalam rahim Anda tetap sehat, dan tentunya tidak mengalami kelainan apapun. 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'

 

 

Artikel ini disadur dari artikel Sirilak Uthayarat, theAsianparent Thailand

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Bayi terlahir tanpa kulit lantaran ibu mengonsumsi obat keras saat hamil?
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

    8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

    8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti