TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Setelah Photoshoot, Keluarga Geram

Bacaan 5 menit
Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Setelah Photoshoot, Keluarga Geram

Bayi mungil seberat 1,5 kilogram itu didandani, bahkan dimandikan oleh bidan. Tak terima, keluarga membawa kasus ini ke ranah hukum.

Karena satu dan lain hal, ada momen seorang ibu harus melahirkan bayinya secara prematur. Mirisnya, seorang bayi prematur meninggal setelah photoshoot di Tasikmalaya.

Kasus ini menggemparkan media sosial, karena seharusnya bayi prematur mendapatkan perawatan khusus. Berbagai pihak semakin dibuat geram karena sesi photoshoot ternyata dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga.

Bayi Prematur Meninggal Setelah Photoshoot

Bayi Prematur Meninggal Setelah Photoshoot

Kabar ini pertama kali diunggah oleh pengguna Tiktok bernama Nadia Anastasya Silvera. Adik ipar Nadia melahirkan di sebuah klinik bernama Klinik Alifa, Tasikmalaya.

Karena sebab tertentu, bayi lahir dalam kondisi prematur. Saat itu, berat badan bayi hanya 1,5 kg. Namun, betapa terkejutnya keluarga karena saat dijemput bayi sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Usut punya usut, ternyata bayi itu sempat dijadikan konten sesi newborn photoshoot. Dilakukan oleh pihak klinik, sesi pemotretan berlangsung tanpa izin keluarga. Sontak, hal ini membuat keluarga geram.

Pemilik akun yang juga kakak dari ayah kandung korban menceritakan pengalaman pahitnya usai menggunakan jasa di klinik tersebut hingga dugaan adanya tindakan malpraktik.

Bagaimana tidak, bayi mungil diposekan sedang memegang dagu. Bayi dipakaikan lapisan kain layaknya sesi foto. Padahal, bayi tersebut lahir dengan kondisi prematur dan berat badan rendah.

“Bayi 1,5 KG kalian beginikan tanpa ada ijin dari pihak keluarga, tanpa ada pemberitahuan dari pihak keluarga,” katanya mengawali cerita.

Nadia juga menceritakan hasil foto dan video newborn itu nantinya dijadikan bahan konten dan review klinik tersebut.

“Yang harusnya bayi di inkubator dan diberikan perawatan yang intensif malah kalian buat riview dan konten. Dimana hati nurani kalian? Ini manusia loh bukan binatang,” katanya sembari menandai Klinik Alifa yang berlokasi di Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Artikel terkait: Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam

Pelayanan Sudah Tidak Menyenangkan Sejak Awal

Bayi Prematur Meninggal Setelah Photoshoot

Di akun Instagram, Nadia menjelaskan sebenarnya pelayanan sudah tidak mengenakkan sejak awal. Adik ipar Nadia bahkan sempat disuruh kembali pulang karena dinilai belum saatnya melahirkan.

Bahkan ketika sang adik pecah ketuban dan mengeluarkan darah, bidan di klinik tersebut sibuk melakukan aktivitas lain.

“Adik ipar saya sebelum melahirkan, tidak di samperin sama bidan, sudah keluar ketuban dan darah pun si bidan keukeuh akan di periksa nya jam 24.00.

Tanpa memperdulikan adik saya sudah nangis kesakitan malah sibuk main handphone. Jam 22.00 bayi lahir si bidan malah sembari mengajarkan kepada mahasiswa praktek dan tetap sambil main handphone” sambung Nadia.

Hal lain yang juga disesalkan, bayi prematur tersebut bahkan diselimuti kain tebal. Hal ini yang diduga menjadi tindakan malpraktik yang dilakukan pihak klinik. Bahkan, oknum bidan juga memandikan bayi tersebut.

“Bayi kecil suci tidak berdosa, di inkubator harusnya mah euy telanjang posisi bayi itu, matanya ditutup, ini malah di pakein baju dua lapis, parnel dan diselimutin. Kalian sekolah gak? Baayi 1,5 kg harusnya di inkubator, dirawat dengan baik dan benar di NICU ini malah kalian jadikan konten dan review,” tegasnya. 

Diketahui, bayi tersebut lahir dengan berat badan rendah pada Senin (6/11/2023) pukul 22.00 WIB. Tanpa ada perawatan khusus, pihak klinik langsung mengembalikan bayi tersebut ke keluarga keesokan harinya.

“Pukul 08.30 WIB, ujar Erlangga, anaknya selesai dimandikan. Yang jadi pertanyaan, apakah bayi 1,7 kg bisa dimandikan? Lalu bidan jaga memberitahu bahwa anak dan istri saya di perbolehkan pulang, saya kira hanya istri saya saja yang pulang, ternyata anak saya juga disuruh pulang.” ujar Erlangga selaku ayah bayi.

Setibanya di rumah, bayi sempat dirawat keluarga. Bayi tidak mau mengonsumsi ASI dan akhirnya meninggal dunia.

Menindaklanjuti hal ini, keluarga telah melaporkan kasus ke Polres Tasikmalaya Kotaa dan didampingi pengacara.

Artikel terkait: Photoshoot Bayi Baru Lahir, Haruskah Dilakukan Profesional atau Bisa Sendiri?

Banjir Hujatan

Bayi Prematur Meninggal Setelah Photoshoot

Viral di aneka platform media sosial, kasus ini panen hujatan warganet. Banyak orang menyayangkan sekaligus mempertanyakan kecakapan bidan di klinik tersebut.

“Main ke IG-nya, ngeliat tubuh adeknya yg mungilnya banget, gw aja mungkin ga akan tega megangnya, ini malah difoto,” kata warganet.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

“Bahkan td ada yg komen jg klo kliniknya ada masalah lain jg. Buat kalian yg lg hamil, slalu cari tau detil tempat persalinan kalian baik rs/klinil/bidan,” komentar warganet.

“Kobisa kyk gini sih, emg prosedur, sop, dan kode etiknya ga diterapin kah? atau emg miskom aja? tp fatal bgt anjir kalo emg miskom. semoga adeknya menjalani kehidupan yang “semestinya” di surga,” timpal warganet,

“Biasanya ruang anak suka ada jasa foto-foto, tapi kalau kondisi bayinya buruk gak mungkin lah dibuat foto. Nunggu sehat dulu dan pulang baru foto-foto,” pungkas warganet lainnya.

Menanggapi kasus ini, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A turut angkat bicara di akun Twitternya. Menurutnya, melakukan sesi photoshoot pada bayi harus memperhatikan kondisi kesehatan bayi secara menyeluruh.

“Intinya gini, patokannya bukan di usia atau BB-nya, tapi kondisi bayinya stabil atau tidak. Dan ketika difoto stabilnya bayi itu akan terganggu atau tidak? Kalo tidak stabil ya jangan dianeh2in dulu. Stabil ini dari sisi suhu tubuhnya, jalan napas, pernapasan, jantung, parunya, dst, dll.” ujar dokter Denta.

Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran ya, Bun. Turut berduka cita untuk keluarga, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.

Baca juga: 

Kisah Bayi Prematur Lahir dengan Usus di Luar, Apa Penyebab Kondisi Ini?

Ketahui 10 Ciri-ciri Bayi Prematur yang Sehat, Cek Si Kecil Sekarang!

11 Artis Melahirkan Bayi Prematur, Jauh dari HPL Dokter

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Setelah Photoshoot, Keluarga Geram
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti