Pentingnya Mendaftarkan Bayi Dalam Kandungan pada BPJS Kesehatan

Sedia payung sebelum hujan. Agar bayi langsung bisa menerima manfaat program BPJS Kesehatan, daftarkan bayi dalam kandungan jauh sebelum HPL.

Ada baiknya bayi dalam kandungan menjadi peserta BPJS Kesehatan

Kesehatan itu mahal harganya. BPJS Kesehatan hadir sebagai solusi masalah ini. Sayangnya, masyarakat belum paham sepenuhnya tentang program pemerintah yang satu ini.

Ada anggapan hanya orang dewasa dan anak-anak yang perlu mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, padahal bayi baru lahirpun bisa memetik manfaatnya.

Contoh keluarga yang merasakan manfaatnya adalah pasangan suami istri Habibie (30) dan Lely (32), asal Cirebon. Mereka mendaftarkan kelima bayi kembarnya sejak usia kehamilan 5 bulan.

Saat bayi-bayi itu lahir, mereka memerlukan perawatan intensif di ruang NICU. Karena Lely maupun kelima bayinya adalah peserta BPJS Kesehatan, maka mereka tidak perlu membayar biaya persalinan dan perawatan intensif  di ruang NICU tersebut.

Bila bayi-bayi itu tidak didaftarkan di BPJS Kesehatan, tentunya Habibie dan Lely harus membayar biaya NICU dari kantong sendiri.

Kapan sebaiknya bayi dalam kandungan mulai didaftarkan?

Kapan sebaiknya bayi dalam kandungan mulai didaftarkan?

Kita tentu tidak menginginkan hal buruk terjadi pada keluarga, termasuk pada bayi dalam kandungan Anda saat ini. Tidak menutup kemungkinan hal buruk akan terjadi, meski kita sudah menjaga kehamilan sebaik mungkin.

Sebaiknya daftarkan bayi jauh sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), untuk berjaga-jaga bila ternyata bayi lahir prematur. Ingatlah sejak usia kehamilan 7 bulan, bumil bisa mendadak melahirkan.

Namun sebaiknya pendaftaran juga tidak terlalu dini. Tunggulah hingga detak jantung bayi sudah terdeteksi, baru pikirkanlah untuk mendaftarkannya di BPJS Kesehatan.

Baca juga artikel penting lainnya:

5 Pertanyaan Dasar Tentang BPJS Kesehatan

Apakah Biaya USG Ditanggung BPJS Kesehatan?