TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarahnya, Si Kecil Sudah Tahu?

Bacaan 4 menit
Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarahnya, Si Kecil Sudah Tahu?

Seperti apa sejarah perkembangan koperasi di Indonesia? Simak penjelasannya!

Bapak koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta, atau akrab disapa Bung Hatta, yang juga menjabat sebagai wakil presiden pertama Republik Indonesia. Mohammad Hatta ditetapkan sebagai bapak koperasi Indonesia dalam Kongres Koperasi Indonesia yang digelar pada 17 Juli 1953 di Bandung, Jawa Barat.

Dalam kongres tersebut, Bung Hatta mengatakan bahwa koperasi menjadi jalan keluar bagi masyarakat Indonesia agar bisa melepaskan diri dari belenggu kemiskinan setelah lepas dari penjajahan Belanda. Sebenarnya, koperasi telah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Namun, dalam perkembangannya terus mengalami perbaruan.

Artikel terkait: 15 Kota Tua di Indonesia, Kental Nuansa Sejarah Tempo Dulu

Koperasi Indonesia pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda

bapak koperasi indonesia adalah

Koperasi awalnya dibangun untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat yang berasal dari golongan ekonomi kecil. Pertama kali berdiri pada abad ke-19 dan terus berkembang pada awal abad ke-20. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda memberikan perhatian terhadap koperasi karena lini usaha ini sangat disambut baik oleh kalangan penduduk pribumi.

Pada masa itu, koperasi didirikan dengan jalan swadaya masyarakat, organisasi politik, partai politik, dan pemerintah. Sejarah mencatat bahwa koperasi sudah ada sejak 1896. Saat itu, Patih Aria Wiriaatmadja dari Purwokerto merintis usaha bernama Hulp en Spaarbank (Bank Pertolongan dan Simpan) dengan sistem yang mirip dengan koperasi simpan pinjam.

Patih Aria saat itu mulai memberikan pinjalam kepada para pegawai Hindia Belanda. Kemudian, pada tahun 1898, lini usaha tersebut memperluas jangkauannya. Mereka tidak hanya memberikan pinjaman kepada pegawai, tetapi juga memberikan pinjaman kepada para petani. Namun, sayangnya usaha ini tidak didukung oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda memilih mendirikan Bank Desa, Lumbung Desa, Rumah Gadai, dan beberapa lini usaha serupa yang berbeda-beda. Hingga akhirnya, De Wolf vab Westerrode, seorang asisten Residen Purwokerto, Keresidenan Banyumas yang pernah belajar tentang volksbank (Bank Rakyat) di Jerman tertarik mengembangkan ide Patih Aria.

Artikel terkait: Mengenal Sejarah Hari Bumi 2022, Berawal dari Gerakan Lingkungan

Koperasi Indonesia pada Masa Pergerakan Nasional

bapak koperasi indonesia adalah

Masa Pergerakan Nasional ditandai dengan berdirinya berbagai organisasi di Hindia Belanda yang dipelopori oleh Boedi Oetama. Pada saat Boedi Oetama dibentuk, merekalah yang menginisiasi lahirnya banyak koperasi di Hindia Belanda. Mereka membentuk koperasi usaha dan koperasi rumah tangga di beberapa area.

Pembentukan koperasi silakukan untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat. Pada tahun 1913, organisasi lainnya, yakni Sarekat Dagang Islam pun membentuk koperasi toko dan koperasi batik yang bertujuan untuk melindungi para pedagang batik di Surakarta saat itu. Kemudian, pada tahun 1915, Koninklijk Besluit 7 April No. 431 dikeluarkan oleh pemerintah kolonial yang mengatur cara kerja koperasi.

Dalam peraturan tersebut, Pemerintah Hindia Belanda mengatakan bahwa organisasi yang ingin mendirikan koperasi harus membuat anggaran dasar dalam bahasa Belanda, meminta izin kepada Gubernur Jenderal dengan materai 50 gulden, dan membuat akta pendirian dengan notaris.

Persyaratan yang dikeluarkan tersebut dinilai terlalu memberatkan dan menjadikan pendirian koperasi di Hindia Belanda sempat mengalami penurunan. Lalu, Pemerintah Hindia Belanda pun mendirikan Cooperatie Commisie (Panitia Koperasi) yang terdiri dari 7 orang Eropa dan 3 orang pribumi.

Mereka bertugas untuk mempelajari pertumbuhan koperasi di Hindia Belanda dan beberapa negara di Asia. Dengan demikian, mereka dapat menyusun rekomendasi kepada pemerintah Hindia Belanda untuk memperbaiki peraturan yang ada. Pada tahun 1930, jawatan koperasi yang dipimpin oleh Dr. JH Boeke pun dibentuk.

Artikel terkait: Mengulik Sejarah Hari Kartini 21 April, Awal Munculnya Emansipasi

Koperasi pada Masa Pasca-Kemerdekaan

bapak koperasi indonesia adalah

Pada masa pasca-Kemerdekaan, dilakukan Kongres Koperasi Indonesia pertama yang digelar di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam kongres tersebut, beberapa keputusan pun ditetapkan, yakni adanya pendirian Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), penetapan asas koperasi Indonesia, pengadaan pendidikan koperasi, serta penetapan Hari Koperasi, yakni setiap tanggal 12 Juli.

Kemudian, kongres selanjutnya dilaksanakan di Bandung. Bapak Koperasi Indonesia yang ditetapkan dalam kongres ini adalah Mohammad Hatta. Hal ini disebabkan kontribusi pemikirannya tentang koperasi yang begitu besar. Ia kerap menulis dan memberikan ceramah terkait peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Demikian sejarah koperasi di Indonesia. Secara umum, keberadaan koperasi di Indonesia memang memiliki sejarah yang cukup panjang. Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta. Sosok ini dipilih karena memberikan kontribusi besar berupa pemikiran tentang koperasi. 

Baca juga:

4 Teori Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Simak Penjelasan dan Buktinya

Sejarah, Asal Usul, dan Alur Cerita Pertunjukan Sendratari Ramayana

Mengenal Keunikan Keris Bali yang Sarat Sejarah, Apa Bedanya dengan Keris Jawa?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarahnya, Si Kecil Sudah Tahu?
Bagikan:
  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti