TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Disangka permen, balita menelan 280 butir water beads

Bacaan 4 menit
Disangka permen, balita menelan 280 butir water beads

Water beads bisa terlihat seperti permen karena bentuknya yang kecil dan berwarna-warni. Seorang balita menelan water beads karena ketidaktahuan orangtuanya. Hati-hati, jangan sampai hal ini menimpa anak kita.

Parents, berhati-hatilah saat ingin membelikan anak permen atau makanan yang bentuknya mirip dengan benda lain. Seorang balita menelan water beads sebanyak 280 butir karena sang ibu yang membelinya, mengira bahwa itu adalah permen kesukaan anaknya.

Seperti dilaporkan oleh Shanghaiist, ibu yang berasal dari Jiansu tersebut membeli sebotol kecil bola warna warni yang disangkanya sebagai permen. Sesampainya di rumah, ia mulai mengerjakan beberapa tugas rumah tangga, sementara sang suami menyuapi ‘permen’ tersebut pada putri mereka yang baru berusia tiga tahun.

Balita menelan water beads yang disangka permen

Balita menelan water beads

Sumber: Shanghaiist

Sang ibu baru menyadari kesalahannya setelah ia mencicipi sendiri ‘permen’ warna warni yang dibelinya. Dia merasakan permen tersebut sangat keras dan tidak memiliki rasa.

Artikel terkait: Tragis! Bocah laki-laki ini meninggal karena tersedak bolu pisang, peringatan bagi Parents

Kaget dengan apa yang telah dilakukannya, mereka langsung membawa si buah hati ke rumah sakit. Pemeriksaan sinar X menampilkan bahwa perut si anak telah dipenuhi oleh water beads.

Beruntung orangtua segera membawa anak tersebut ke rumah sakit, sehingga bola-bola kecil itu belum sempat mengembang di dalam perut anak mereka.

Balita menelan water beads, di tubuhnya terdapat ratusan bola kecil yang mengembang dalam air

Balita Menelan Water Beads

Sumber: Shanghaiist

Dokter memberikan si anak obat untuk mendorong water beads keluar dari tubuhnya. Tidak lama setelah diberi obat, lebih dari 200 butir water beads keluar dari tubuh si putri kecil. Dokter mengatakan bahwa sisanya akan keluar dalam waktu 24 jam.

Balita menelan water beads

Entah apa jadinya bila orangtua anak tersebut tidak segera menyadari kesalahannya. Tentunya water beads sebanyak itu akan berbahaya dibiarkan terlalu lama di dalam tubuh anak. Bisa mengganggu saluran pencernaan dan fungsi organ tubuh yang lain.

Sebelumnya seorang bayi usia 8 bulan juga pernah menelan 1 butir water beads, yang menyebabkan perutnya melebar, dan menderita sembelit parah yang sangat menyakitkan hingga harus dioperasi.

Memiliki anak yang masih berusia balita tentunya membuat orangtua harus senantiasa waspada. Berbagai objek kemungkinan bisa ditelan oleh anak sebaiknya dijauhkan. Mengambil tindakan pencegahan sejak awal adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Bagi anak yang sudah lebih besar, Anda bisa mengajarinya untuk menghindari tempat berbahaya dan bahan kimia beracun. Menyimpan nomor petugas UGD bisa menjadi sangat bermanfaat di situasi darurat saat Anda memerlukannya.

Dan yang terpenting, selalu periksa dan baca label kemasan makanan apapun yang Anda beli untuk anak. Selain memastikan bahwa makanan tersebut aman bagi anak, Anda juga bisa mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalamnya.

Artikel terkait: Langkah-langkah Pertolongan Pertama Mengatasi Bayi Tersedak

Sehingga bisa menghindari jenis makanan yang membuat anak alergi, atau memiliki nilai gizi yang kurang bagi anak.

Cara mencegah anak menelan benda-benda asing yang membahayakan

Selain memeriksa dan membaca label kemasan makanan atau barang yang Anda beli untuk anak, ada beberapa cara lain untuk mencegah anak menelan benda-benda yang membahayakan. Salah satunya adalah memastikan bahwa benda-benda yang bisa membahayakan anak tersebut diletakan di luar jangkauan mereka.

Benda yang dapat menimbulkan risiko termasuk benda-benda tajam, cincin, kancing, pita, karet gelang, kabel, baterai, koin, balon, kelereng, kacang-kacangan, biji-bijian, anggur, popcorn, potongan daging dan potongan wortel, harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Berikut tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak dalam bahaya, dan segera cari bantuan medis jika anak Anda:

  • Menelan benda tajam atau runcing, seperti peniti.
  • Tidak berhenti tersedak, batuk, mengi, atau terserang demam.
  • Tidak dapat menelan makanan atau air liur (benda asing dapat membuat makan atau minum tidak nyaman).
  • Tiba-tiba enggan untuk makan.
  • Tidak bisa berhenti ngiler. Tenggorokan yang tersumbat oleh benda asing dapat menyebabkan air liur menumpuk, yang merangsang air liur.
  • Mengalami sakit tenggorokan selama lebih dari 24 jam.
  • Menderita nyeri dada atau perut. Benda yang melewati saluran pencernaan dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Muntah darah. Benda yang tertelan dapat menyebabkan saluran pencernaan cedera, jadi waspadalah, Parents!

Tetap waspada dan hati-hati ya Parents. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga:

Waspada Parents, Bayi 8 Bulan ini Harus Dioperasi Karena Menelan Water Beads

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Disangka permen, balita menelan 280 butir water beads
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti