Si kecil pandai melucu, dari siapakah dia mulai mengenal humor?

Si kecil pandai melucu, dari siapakah dia mulai mengenal humor?

Pernahkah Anda bertanya dalam hati dari siapa dan kapan bayi belajar mengenai konsep humor dan melucu?

Kehadiran bayi mungil dalam hidup Anda telah mengubah segalanya. Kadang Anda merasa sangat letih melakukan semua rutinitas sehari-hari. Namun semuanya sirna begitu Anda melihat ia tersenyum atau melihat tingkahnya yang lucu. Si Mungil ini tak pernah bertemu siapapun kecuali Anda sejak ia dilahirkan. Jadi mengapa ia begitu lucu? Siapakah yang telah mengajarinya humor atau lelucon untuk menghibur Mama tercinta?

Humor baik untuk bayi, dan juga Anda.

Humor baik untuk bayi, dan juga Anda.

Bagaimana cara bayi belajar humor?

Sekelompok peneliti dari Cardiff University’s School of Psychology telah melakukan sejumlah penelitian untuk mengungkap misteri ini. Hasilnya telah kami rangkum di bawah ini.

Dalam sebuah eksperimen, para peneliti melontarkan sebuah gurauan kepada bayi dan memperhatikan reaksi mereka. Mereka menemukan sebuah fakta menarik bahwa bayi mempelajari humor melalui sebuah proses mimikri, yaitu sebuah proses menirukan tingkah laku pihak lain, misalnya orang tuanya.

Artikel terkait: Cara Unik Membuat Bayi Tertawa Terbahak-bahak

Mungkin Anda sering menirukan suara binatang atau berbicara pada bayi Anda dengan suara-suara aneh untuk membuatnya tertawa. Sadarkah Anda bahwa saat Anda melucu itulah bayi Anda belajar tentang cara melontarkan humor. Dan ia pun sudah bisa membedakan antara suatu hal yang lucu atau tidak lucu.

Para peneliti juga menemukan bahwa bayi mempelajari berbagai tingkatan humor sesuai dengan pertambahan usianya. Bayi mulai belajar melucu ketika berusia 18 bulan dan pada usia 2 tahun mereka sudah dapat membedakan humor mana yang benar-benar lucu atau tidak lucu sama sekali.

ekspresi lucu Bayi Berteriak Saat Ayamnya Bertelur

Manfaat yang didapatkan

Sekarang Anda sudah tahu ‘kan, bahwa Andalah yang menginspirasi bayi untuk belajar humor. Jangan ragu untuk meningkatkan sense of humour Anda, Bunda, karena menjadi orang tua yang humoris mengandung banyak manfaat. Manfaat apa sajakah itu?

  1. Memiliki kemampuan menciptakan hal-hal lucu juga menjadikan seseorang makin dicintai oleh lingkungannya.
  2. Seseorang yang humoris akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat berinteraksi dengan orang lain.
  3. Humor membantu seseorang mengatasi stres dan meningkatkan sikap hidup yang positif.
  4. Lelucon juga membantu seseorang dalam mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat.
  5. Para ahli mengatakan, humor dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Anda tidak perlu menjadi komedian atau pelawak untuk bisa menjadi orang tua yang humoris. Cobalah untuk bereksperimen dengan menirukan suara binatang, berbicara pada bayi dengan suara yang berbeda, atau menirukan dialog tokoh kartun di televisi untuk mengetahui apakah hal yang benar-benar lucu dan dapat membuat Si Mungil Anda tertawa.

Parents, sudahkah Anda berhumor pada si kecil hari ini?

Kejadian lucu ayah menganti baju

Mengenalkan humor pada bayi

Humor dapat mencerahkan kehidupan keluarga. Parents bisa mengenakan topi konyol dan bermain kejar-kejaran dengan anak berusia 3 tahun, atau berpura-pura jatuh ke tumpukan daun untuk menghibur anak. Ketika anak-anak tumbuh menjadi praremaja dan remaja, Parents bisa melakukan permainan kata dan lelucon dengan anak-anak.

Tertawa bersama adalah cara untuk terhubung, dan selera humor yang baik juga dapat membuat anak-anak lebih pintar, lebih sehat, dan lebih mampu mengatasi tantangan.

Parents cenderung menganggap humor sebagai bagian dari susunan genetik kita. Namun rasa humor sebenarnya adalah sesuatu yang dipelajari dan dapat dikembangkan pada anak-anak dan bukan sesuatu yang mereka miliki sejak lahir.

Sebagaimana dikutip Kids Health, humor adalah apa yang membuat sesuatu menjadi lucu; rasa humor adalah kemampuan untuk mengenalinya. Seseorang dengan selera humor yang berkembang dengan baik memiliki kemampuan untuk mengenali apa yang lucu pada orang lain dan dapat menghibur mereka juga.

Rasa humor yang baik adalah alat yang dapat diandalkan anak-anak sepanjang hidup untuk membantu mereka:

1. melihat hal-hal dari banyak perspektif lain yang mungkin tak dilihat orang

2. menjadi spontan

3. punya ide atau cara berpikir yang tidak konvensional

4. melihat tak hanya dari permukaan

5. menikmati aspek kehidupan yang menyenangkan

6. tidak menganggap diri mereka terlalu serius

Anak-anak dengan selera humor yang berkembang baik lebih bahagia dan lebih optimistis, memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, dan bisa menerima perbedaan dengan baik.

Anak-anak yang dapat menghargai dan berbagi humor lebih disukai oleh rekan-rekan mereka dan lebih mampu menangani kesulitan.

***

Baca juga:

Mengapa Bayi Tertawa Saat Tidur?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner