Balita 2 tahun tewas di tangan ayah kandung, pelaku mencoba bunuh diri

Balita 2 tahun tewas di tangan ayah kandung, pelaku mencoba bunuh diri

Momen hari ayah ternodai oleh tindakan seorang ayah di Singapura yang membunuh anak kandungnya sendiri yang masih balita.

Momen hari ayah yang seharusnya diperingati dengan suka cita dan penuh cinta justru ternodai dengan duka akibat kasus ayah bunuh anak kandung. Tragedi memilukan ini terjadi di Singapura.

Berawal dari Ashley Clare Teo, anak berusia 2 tahun, ingin menginap di rumah ayahnya yang berada di Sengkang pada Sabtu, 15 Juni 2019. Diketahui jika orangtua Ashley sudah bercerai sejak Maret 2019.

Mirisnya, keinginan Ashley yang ingin menginap di rumah sang ayah justru berakhir dengan kematian gadis kecil itu. Ashley ditemukan terbaring lemas  pada Minggu, 16 Juni 2019.

Sekitar 2 jam kemudian, Ashley dinyatakan meninggal dunia. Dia diduga meninggal akibat dicekik oleh ayahnya yang bernama Johnboy John Teo.

Selain membunuh anaknya sendiri, Teo pun ternyata berusaha untuk melukai dirinya sendiri. Pasalnya, ditemukan di kamar yang sama, Teo mencoba menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau.

Artikel terkait : Tak rela anak disakiti, Bapak bunuh bocah 10 tahun dengan kejam!

Kronologi kasus ayah bunuh anak kandung

ayah bunuh anak kandung

Setelah kejadian tersebut terbongkar, Teo akhirnya dinyatakan sebagai terdakwa kasus pembunuhan pada Selasa, 18 Juni 2019.

Sehari sebelum pembunuhan itu terjadi, ternyata Ashley, Teo, dan mantan istrinya, Ms Eileen Cheok, baru saja berkumpul bersama untuk menghadiri acara keluarga.

Malamnya, Ashley menginap di rumah Teo dan seharusnya pada Minggu malam ia kembali ke rumah Ms. Cheok. Akan tetapi, hingga larut malam Ashley tak juga muncul di rumah Ms Cheok.

Saat itu, Ms Cheok merasa curiga jika ada sesuatu yang salah. Akhirnya, ia pun melapor kepada polisi dan bergegas ke rumah Teo, lalu menemukan jika sang anak sudah terbaring lemas di kamar rumah Teo.

Sebagai seorang ibu, tentu saja Ms Cheok sangat menyayangkan tragedi tersebut. Terlebih sebentara lagi si kecil Ashley akan berulang tahun.

“Ashley akan berusia 3 tahun pada bulan Oktober. Kami sudah membuat rencana untuk acara khusus dan bahkan ingin mengundang sang ayah,” kata Ms Cheok dilansir dari situs Stomp.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, kemudian jenazah Ashley dikremasi di Mandai Crematorium pada Selasa, 18 Juni 2019. Para keluarga, guru, dan teman-teman Ashley hadir untuk menyaksikannya.

Selamat jalan Ashley sayang, semoga kamu bahagia di alam yang baru. 

Keluarga memaafkan sang pelaku pembuhan

ayah bunuh anak kandung

Proses kremasi Ashley

Walaupun kejadian tersebut telah merenggut nyawa Ashley, tapi pihak keluarga justru memaafkan Teo. Mereka mengatakan bahwa Teo sangat menyayangi Ashley.

“Kami tidak membencinya. Dia (pelaku) menyayanginya,” kata keluarga Ashley.

“Kami memberi tahu Ashley untuk tidak membenci ayahnya dan memaafkannya, terlepas dari semua yang telah dia lakukan. Berharap Ashley pergi dengan damai, meskipun kita tidak tahu mengapa sang ayah melakukan semua itu,” ucap tante dari Ashley.

Sang tante mengatakan jika kedua keluarga masih dalam kondisi harmonis dan tidak saling membenci. Walaupun semuanya sama-sama tidak mengerti jalan pikir Teo untuk membunuh buah hatinya.

“Sampai hari ini, kami masih tidak tahu apa yang terjadi. Sekarang polisi sedang menyelidiki, kami berharap untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan adil,” ungkapnya.

Parents, semoga kejadian ayah bunuh anak kandung seperti ini tidak lagi terjadi.

Sayangi terus buah hati Anda di rumah, ya.

Referensi : World of Buzz dan STOMP

Baca juga :

Tega! Seorang ayah merekam video saat membunuh anak kandungnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner