TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya

Bacaan 5 menit
Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya

Seorang ayah di Temanggung membakar anaknya hidup-hidup lantaran tak mengindahkan larangan ibunya.

Gara-gara emosi, seorang ayah bakar anak kandungnya sendiri hingga tewas.

Tragedi memilukan ini seakan mengingatkan bahwa ketika merasakan emosi yang tidak bisa dikendalikan, seseorang bisa menjadi gelap mata. Oleh karena itu, para pakar psikologi selalu mengingatkan pentingnya mengelola emosi, khususnya bagi para orangtua yang membesarkan dan menjadi role model untuk buah hatinya.

Artikel terkait: 5 Bahan ini Jangan Digunakan Untuk Obati Luka Bakar, Kenali Bahayanya

Ayah Bakar Anak di Temanggung Karena Tak Patuh Nasihat Ibu

Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya

Niat ingin membuat jera sang anak, AF (35) malah membakar hidup-hidup anak kandungnya sendiri yang berinisial ALF (12) hingga tewas. Awalnya, ia hanya mengancam akan membakar korban, namun akhirnya ia malah tak sengaja membakar tubuh anaknya dan tidak terselamatkan.

Dikutip dari Merdeka, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 27 Mei 2020 sore hari sekitar pukul 14.30 WIB. Korban, ALF ingin pergi ke desa tetangga untuk berlebaran, namun sang ibu melarang dan menasihatinya agar tidak keluar karena pandemi.

“Korban sebelumnya selama dua hari berturut-turut tidak pulang, sehingga saat mau pergi lagi sang ibu melarangnya lantaran kondisi pandemi COVID-19,” kata AKP Muhammad Alfan, Kepala Satuan Reskrim Polres Temanggung, seperti dilansir dari Kompas.

ALF yang masih beranjak remaja itu menjawab nasihat ibunya dengan kata ‘luweh’ yang artinya ‘biarkan saja’. AF yang mendengar anaknya berani menjawab ibunya tersebut emosi dan mengambil jerigen untuk menyedot bensin di sepeda motor. Ia pun menyiram anak kandungnya tersebut dengan bensin.

Berniat mengancam, tersangka menyalakan korek api sambil berkata,“Tak obong kowe, nek dikandani mak’e kuwi ojo ngeyel wae (saya bakar kamu, kalau dinasihati ibu jangan membantah terus)”.

Menurut keterangan dari tetangga, AF memang seorang ayah yang cukup keras dalam mendidik anaknya. Saat itu ia hanya bermaksud menakut-nakuti saja, akan tetapi entah bagaimana tiba-tiba api menyambar ke bensin dan tubuh ALF dirambati api.

AF pun tersadar ketika sang anak menjerit-jerit kesakitan. Ia panik dan bingung, kemudian mengambil air dengan ember. Karena terburu-buru air tersebut tumpah dan ia berusaha memadamkan api dengan merangkul sang anak.

Warga pun mendatangi AF dan anaknya dan menolong membawa korban yang mengalami luka bakar parah ke RSUD Temanggung. Sang ayah juga diketahui terluka akibat api yang menjalar. Setibanya di RSUD Temanggung, ALF dirujuk ke RS Sardjito.

Pelaku dipidana UU KDRT dan Perlindungan Anak

Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya

Rekonstruksi adegan oleh polsek Temanggung. Sumber: Suara

Akibat luka bakar sebanyak 90 persen yang dideritanya, nyawa ALF tidak bisa tertolong lagi. Bocah remaja itu pun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di RS Sardjito.

Setelah kejadian ayah bakar anak di Temanggung ini, AF segera diamankan polisi dan terancam penjara 15 tahun.

Menurut Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny, tersangka dikenai Pasal 44 Ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan/atau Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 187 Ayat (3) KUHP, dikutip dari Suara.

Peristiwa naas ini menjadi buntut dari AF yang sebelumnya sudah emosi karena anaknya kerap bermain di luar rumah hingga larut malam di saat kondisi pandemi seperti sekarang ini. Ibu korban pun disebut syok atas meninggalnya ALF dan diminta menjadi saksi untuk penyelidikan dari Polres Temanggung.

Artikel terkait: Tega! Seorang Ayah Merekam Video Saat Membunuh Anak Kandungnya

Luka Bakar pada Anak Dan Pertolongan Pertama

Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya

Mengutip dari Alodokter, tingkatan luka bakar dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

  • Luka Bakar Tingkat 1
    Luka bakar ringan ini terlihat dari kondisi kulit memerah, nyeri, bengkak, serta kulit yang terbakar tampak kering dan tidak ada lecet. Umumnya luka bakar ringan akan sembuh dalam waktu 3 hingga 6 hari.
  • Tingkat 2
    Pada tingkat ini kulit lapisah bawah atau dermis sudah luka dan ditandai dengan area luka bakar tampak melepuh dan kemerahan. Karena banyaknya saraf perasa di lapisan dermis, maka luka bakar tingkat 2 akan terasa sangat sakit. Kulit akan pulih dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari 3 minggu.
  • Luka bakar tingkat 3
    Jaringan lemak di bawah kulit akan rusak ketika mengalami luka bakar tingkat tiga. Area luka akan terlihat putih atau cokelat gelap, atau bahkan terlihat hangus. Kerusakan di luka bakar tingkat 3 permanen dan kemungkinan area luka bakarnya menjadi mati rasa.
  • Tingkat 4
    Yang paling parah adalah luka bakar tingkat empat yaitu sudah merusak hingga jaringan otot dan tendon. Luka akan terlihat hangus dan dalam kasus yang parah tulang sudah terlihat.

Apabila anak mengalami luka bakar, segera hindarkan anak dari sumber panas. Berikan pertolongan pertama seperti menggunting pakaian yang ada di sekitar luka bakar agar tidak menempel dan menyiram luka bakar dengan air mengalir selama 5-15 menit.

Hindari mengompres luka bakar dengan es dan jangan oleskan minyak, pasta gigi, atau telur pada area luka. Jika luka bakar masih tergolong ringan, bersihkan serta balut dengan kain kasa atau perban. Parents bisa langsung membawa anak ke dokter apabila lukanya terlihat melepuh.

Kasus ayah bakar anak di Temanggung ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk dapat mengendalikan emosi dan tidak melakukan hal-hal yang berisiko untuk keselamatan anak.

Baca juga:

Peringatan seorang Ibu, anak terluka bakar akibat vacuum cleaner hanya dalam 5 detik!

 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Karena Emosi, Seorang Ayah Bakar Hidup-Hidup Anak Kandungnya
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti