TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Berisiko sebabkan gagal ginjal dan jantung anak, waspadai gejala anemia hemolitik

Bacaan 4 menit
Berisiko sebabkan gagal ginjal dan jantung anak, waspadai gejala anemia hemolitik

Catat berbagai gejala dan penyebabnya berikut ini yuk Parents.

Anemia terjadi dalam tubuh seseorang saat jumlah sel darah merah pembawa oksigen terlalu rendah. Salah satu jenis anemia yang patut diwaspadai terjadi pada anak adalah anemia hemolitik.

Anemia hemolitik ini terjadi ketika sel-sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada sel-sel yang bisa dihasilkan oleh sumsum tulang. Hemolitik atau hemolisis sendiri merupakan istilah medis untuk penghancuran sel darah merah.

Kondisi ini tentu bisa berakibat fatal jika terjadi pada si kecil. Tanpa sel darah merah yang cukup, oksigen tidak akan sampai ke organ tubuh. Tanpa jumlah oksigen yang memadai, organ-organ pun tidak akan bekerja dengan baik.

Penyebab Anemia hemolitik

Anemia hemolitik

Anemia hemolitik

Ada dua kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya jenis anemia ini pada anak, di antaranya :

Intrinsik

Kondisi ini bisa terjadi karena terdapat cacat dalam eritrosit atau sel darah merah. Eritrosit yang dihasilkan tidak bisa bertahan hidup selama sel darah merah yang normal pada umumnya.

Pada kasus ini, anemia terjadi karena faktor genetik, seperti halnya anemia sel sabit, talasemia, atau eritrositosis.

Baca juga : Penyakit Thalasemia tidak bisa disembuhkan tapi bisa dicegah, ini caranya

Ekstrinsik

Selain faktor genetik, ada juga penyebab lain yang berasal dari luar sel. Kondisi ini disebut dengan anemia hemolitik autoimun. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Infeksi bakteri atau virus.
  • Gangguan autoimun seperti lupus eritematosa sistemik (SLE atau lupus), radang sendi, sindrom Wiskott-Aldrich, atau kolitis ulserativa.
  • Hipersplenisme, suatu kondisi saat limpa menghancurkan lebih banyak sel darah merah daripada kondisi normal.
  • Obat-obatan seperti antibiotik misalnya penisilin atau sulfonamid, obat-obatan untuk malaria, atau asetaminofen.
  • Kanker seperti leukemia, limfoma, atau tumor lainnya.

Beberapa jenis anemia hemolitik ekstrinsik ini bisa bersifat sementara dan hilang selama beberapa bulan. Namun pada beberapa kondisi, anemia ini bisa sampai kronis, berulang, dan membahayakan.

Oleh karena itu mengetahui berbagai gejalanya penting bagi setiap orangtua.

Gejala-gejala

Anemia hemolitik

Anemia hemolitik

Ada berbagai gejala anemia hemolisis yang terjadi pada anak. Gejala-gejala yang umum terjadi di antaranya :

  • Kulit pucat
  • Demam
  • Kelemahan
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Intoleransi terhadap aktivitas fisik, menjadi sangat lesu
  • Penyakit kuning, terlihat dari kulit dan mata yang menguning
  • Urin berwarna gelap
  • Pembesaran limpa dan hati
  • Detak jantung cepat
  • Murmur jantung

Gejala anemia hemolitik ini secara umum tidak menimbulkan gejala sangat khas. Oleh karena itu saat si kecil mengalai gejala di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Komplikasi

Saat tak tertangani dengan baik, komplikasi pun bisa terjadi. Mengingat dengan risiko yang sangat berbahaya, setiap orangtua sebaiknya memerhatikan berbagai komplikasi yang bisa terjadi pada anak.

Beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi di antaranya :

  • Batu empedu atau batu di kantong empedu
  • Gumpalan darah di paru-paru (emboli paru)
  • Gagal ginjal
  • Gagal jantung

Melihat komplikasi tersebut sebaiknya diagnosis dan penanganan yang dilakukan haruslah tepat. Semakin cepat terdeteksi, diharapkan penanganannya pun akan menjadi lebih maksimal.
Anemia hemolitik

Diagnosis

Ada beberapa tes yang umumnya dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini :

  • Hemoglobin dan hematokrit pemeriksaan hemoglobin dan sel darah merah dalam darah
  • Tes urin. Tes-tes ini dapat memeriksa hemoglobin dari penguraian sel darah merah.
  • Complete Blood Count (CBC). Tes ini dilakukan untuk memeriksa sel darah merah dan putih, sel pembekuan darah (trombosit), dan sel darah merah muda (retikulosit) serta banyak detail mengenai sel darah merah.
  • Peripheral smear berupa pengujian sel darah di bawah mikroskop untuk melihat normal atau tidaknya sel.
  • Tes-tes untuk memeriksa laktat dehidrogenase, bilirubin, dan haptoglobin yang dapat menyebabkan hemolisis berkelanjutan.
  • Pemeriksaan sumsum tulang, Sejumlah kecil cairan sumsum tulang dan jaringan sumsum tulang diperiksa untuk mengetahui  padat (disebut biopsi inti) seringkali dari tulang pinggul, atau keduanya diperiksa untuk mengetahui jumlah, ukuran, dan kematangan sel darah. Tes ini juga dapat mencari sel-sel abnormal.

Penanganan

Perawatan dan penanganan yang dilakukan akan disesuaikan dengan gejala, usia, dan kondisi kesehatan si kecil. Dokter pun akan menilai seberapa parah kondisi ini terjadi pada anak.

Beberapa anak tidak memerlukan perawatan intensif, namun ada yang butuh ditangani oleh ahli hematologi atau ahli kelainan darah. Biasanya bentuk perawatan yang diberikan, seperti :

  • Transfusi darah
  • Rituximab, obat untuk mengendalikan sistem kekebalan tubuh
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi jika itu penyebabnya
  • Obat-obatan kortikosteroid atau steroid
  • Globulin imun intravena (IVIg)
  • Obat-obatan lain, tergantung pada jenis anemia hemolitik

Nah Parents yuk peka terhadap gejala si kecil. Segera konsultasikan bila ia mengalami berbagai gejala di atas.

Sumber : stanforchildren, kidshealth

Baca Juga :

Perhatikan gejala anemia sel sabit pada bayi, salah satunya bisa membahayakan jiwa!

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Berisiko sebabkan gagal ginjal dan jantung anak, waspadai gejala anemia hemolitik
Bagikan:
  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti