TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Miris! Ibu dari Anak Korban Intimidasi Ormas Dipecat dan Diusir dari Kontrakan Mereka

Bacaan 4 menit
Miris! Ibu dari Anak Korban Intimidasi Ormas Dipecat dan Diusir dari Kontrakan Mereka

Akibat status Facebook, seorang remaja diintimidasi oleh orang dewasa. Parahnya, sang ibu juga terkena imbasnya, dia dipecat dari pekerjaan dan diusir dari kontrakan yang ditempati bersama keenam anaknya.

Kedamaian bulan Ramadan terusik, akibat ulah ormas islam yang mengintimidasi seorang remaja hanya karena status Facebook. Masalah ini berbuntut panjang, karena ibu dari remaja tersebut dipecat dari pekerjaannya dan diusir dari kontrakan yang selama ini ia tempati bersama keenam anaknya.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang remaja beretnis Tionghoa sedang diintimidasi oleh beberapa orang dewasa tersebar secara luas di dunia maya. Remaja tersebut diketahui bernama Mario, dia diintimidasi akibat status Facebook yang dia tulis dianggap melecehkan petinggi FPI.

Video berdurasi kurang lebih 2 menit tersebut, menampilkan Mario yang dikerumuni banyak orang dewasa. Diinterogasi, bahkan ditampar. Dia dipaksa menandatangani surat bermaterai.

Yang menyedihkan, akibat intimidasi dari ormas Islam yang terkenal suka melakukan kekerasan ini, pemilik toko tempat Ibu Angel (ibunya Mario) bekerja, memutuskan untuk memecat ibu yang menjadi tulang punggung enam orang anaknya ini.

Tidak berhenti sampai disitu, pemilik kontrakan tempat mereka tinggal pun mengusir mereka. Diduga pemilik toko dan kontrakan tersebut takut akan diintimidasi oleh anggota FPI. Sedangkan Mario juga dikeluarkan dari sekolahnya karena kasus ini.

Dilaporkan oleh Merdeka, Ibu Angel beserta keenam anaknya telah dibawa ke tempat yang aman. Dengan alamat yang dirahasiakan demi keselamatan mereka.

Kasus ini tentu saja membuat kita semua prihatin. Hanya karena sebuah postingan di media sosial, sebuah keluarga terkena imbasnya. Selain menindak para pelaku kekerasan, ada baiknya orangtua juga mengawasi tindak tanduk sang anak di media sosial.

Jangan sampai, akibat status Facebook yang tersebar dimana-mana, seluruh anggota keluarga malah menderita.

Berikut ini adalah tips dari para ahli, agar orangtua bisa menjaga anaknya dari kejahatan dan bahaya penggunaan media sosial seperti dilansir dari laman Parenting.

1. Belajar cara menggunakan media sosial

Amy Morin, seorang psikoterapis dan ahli parenting menyarankan para orangtua untuk belajar tentang berbagai jejaring media sosial yang digunakan anak. Orangtua juga bisa membuat akun tersendiri untuk memahami bagaimana sebuah jenis media sosial bekerja.

“Sangat penting bagi orangtua untuk memahami perbedaan dari berbagai jenis media sosial. Karena setiap aplikasi memiliki platform yang berbeda dan juga risiko yang berbeda,” papar Amy Morin.

Memiliki akun sendiri, juga memudahkan Anda memantau aktifitas anak di media sosial. Agar bila dia menulis status Facebook yang berpotensi bahaya, Anda bisa langsung menyuruh dia untuk menghapusnya sebelum masalah datang.

2. Ciptakan batas usia minimum

Sebagai langkah aman, Anda bisa menerapkan aturan berapa usia anak sebelum dia diperbolehkan menggunakan media sosial. Dampingi dia saat pertamakali membuat akun media sosial, dan ajari untuk menggunakan platform media sosial secara bijak. Agar tidak mengundang kontroversi yang malah bisa membahayakan dirinya sendiri.

Artikel Terkait: Bolehkan Anak Punya Akun Media Sosial?

Anda juga harus memantau aktifitasnya di media sosial. Pertemananya dan obrolan dengan teman-temannya. Selain memastikan dia tidak membuat ulah di media sosial, hal ini juga dilakukan untuk melindunginya dari predator seksual yang berkeliaran di dunia maya.

Artikel Terkait: Waspada, Predator Seksual Anak Berkedok Akun Palsu Selebriti Beredar di Media Sosial

3. Diskusikan dengan anak tentang bahaya dan konsekuensi penggunaan media sosial

Anak seringkali terbuai dengan kemudahan menggunakan media sosial, sehingga dia tidak menyadari bahaya yang mengintainya. Karena itu, pastikan anak tahu apa saja bahaya yang mungkin terjadi dari penggunaan media sosial yang salah.

Selain kasus Mario yang dikeluarkan dari sekolah akibat status Facebook tadi, media sosial juga rentan menjadi tempat terjadinya cyber bullying. Karena itu, ingatkan anak untuk bijak menggunakan media sosial, dan tidak sembarangan mengunggah foto atau menulis komentar.

4. Batasi penggunaan gadget atau komputer

Bila Anda hanya membolehkan dia membuka media sosial lewat komputer, letakkan perangkat tersebut di ruang keluarga yang terbuka, dimana siapapun bisa melihatnya. Agar anak menjadi lebih hati-hati saat menggunakan media sosial karena dia tahu kapan saja orangtua bisa melihat apa yang sedang dilakukannya.

Bila anak membuka media sosial dengan perangkat gawai yang bisa dibawa kemana-mana, pastikan Anda memberikan kata sandi yang tidak diketahui anak. Agar saat dia ingin menggunakannya dia harus meminta ijin pada Anda. Pengawasan orangtua pun bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Anda juga harus membuat aturan yang membatasi waktu anak dalam menggunakan media sosial. Anda bisa menetapkan satu waktu tertentu dimana orangtua dan anak bisa membuka media sosial secara bersamaan, tapi jangan terlalu mengekang. Agar anak merasa masih punya kebebasan tanpa harus menyembunyikan apapun dari orangtuanya.

5. Periksa pengaturan privasi media sosial anak secara rutin

Memastikan profil anak kita aman di media sosial bisa dilakukan dengan cara memeriksa pengaturan privasinya secara rutin. Agar akunnya tidak bisa diretas, atau malah disalahgunakan oleh orang lain.

Ajari anak untuk mengganti kata sandinya secara berkala, agar lebih aman. Yang pasti, jangan lupa untuk mengawasi penggunaan media sosial anak.

***

Semoga bermanfaat ya, Parents.

 

Baca juga:

Ibu Kecanduan Smartphone, Anak Curhat di Media Sosial

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Miris! Ibu dari Anak Korban Intimidasi Ormas Dipecat dan Diusir dari Kontrakan Mereka
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti