TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kisah Anak Korban Gempa Maroko, Meninggal Terjebak di Dalam Rumah

Bacaan 4 menit
Kisah Anak Korban Gempa Maroko, Meninggal Terjebak di Dalam Rumah

Dengan kekuatan 6,8 SR, gempa ini dinilai yang paling mematikan di negara itu dalam kurun waktu lebih dari enam dekade.

Berita duka datang dari Maroko, negara yang belum lama luluh lantak akibat gempa bumi yang melanda. Gempa dengan kekuatan 6,8 SR itu merenggut ribuan korban jiwa. Tak hanya orang dewasa, anak korban gempa Maroko juga sungguh memprihatinkan.

Gempa Mengguncang Maroko, Terbesar Sepanjang Sejarah

Anak Korban Gempa Maroko

Sumber: Al Jazeera

Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter meluluhlantakkan rumah dan membuat banyak warganya terjebak di puing reruntuhan. Kota Tua Marrakesh yang merupakan situs warisan dunia UNESCO mengalami kerusakan.

Raja Maroko Mohammed VI telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional sejak Sabtu karena dampak dari gempa tersebut.

Adapun pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 km (44 mil) barat daya Marrakesh – sebuah kota dengan status warisan dunia yang populer di kalangan wisatawan.

Pusat gempa terletak di daerah Ighil, sebuah komune pedesaan pegunungan yang menjadi rumah bagi desa-desa pertanian kecil di provinsi Al-Haouz dekat resor ski Oukaimeden di Pegunungan Atlas.

Gempa turut terasa di seluruh negeri termasuk di provinsi Ouarzazate, Marrakesh, Azilal, Chichaoua dan Taroudant.

Gempa terjadi pada Jumat (08/09) pukul 23:11 waktu setempat (Sabtu, 9 September, pukul 05:11 WIB). Gempa susulan berkekuatan 4,9 terjadi 19 menit kemudian.

Kementerian Dalam Negeri Maroko per Senin (11/9/2023) mengumumkan korban jiwa akibat gempa Maroko meningkat menjadi 2.862 orang dan lebih dari 2.500 orang terluka.

Bocah berusia 8 tahun bernama Marouane menjadi salah satu korban gempa dahsyat Maroko. Marouane terjebak di dalam rumah dan orangtuanya baru mengetahui bahwa ia terjebak setelah gempa.

Artikel terkait: Gempa 7,1 SR Guncang Filipina Utara, Banyak Bangunan Rusak

Anak Korban Gempa Maroko Terjebak di Dalam Rumah

Anak Korban Gempa Maroko

Sumber: CNN World

Melihat jam kejadian, gempa terjadi saat masyarakat tengah menikmati waktunya bersama keluarga. Tak terkecuali keluarga Hamid ben Henna.

Sebelum guncangan, Hamid baru meminta putranya yang masih kecil, Marouane mengambil pisau untuk memotong melon sebagai sajian makan malam. Mereka akan berbincang terkait persiapan sang anak yang akan memasuki tahun ajaran baru.

“Saat itulah terjadi,” kata Ben Henna melansir dari Reuters. Ruangan mulai bergetar, lampu padam, berlanjut dengan puing-puing mulai berjatuhan dari langit-langit rumah adat mereka di desa terpencil pegunungan High Atlas.

Saat gempa mengguncang, Ben Henna dan putranya yang lain, Mouad, terhuyung keluar dari pintu yang terbuka menuju gang saat rumah mereka mulai runtuh. Mereka berhasil membebaskan istrinya, Amina dan putri kecilnya Meryem.

Nahas, Marouane tidak berhasil diselamatkan. Masih berusia 8 tahun, bocah itu rupanya memilih berlari lebih jauh ke dalam rumah. Ia ditemukan tertimbun di bawah reruntuhan setinggi 1 meter.

Jenazah Marouane baru ditemukan keesokan harinya, setelah saudara laki-laki Ben Henna tiba dengan mobil dari Casablanca, lima jam perjalanan, untuk membantu mengangkat puing-puing yang menimbun tubuh Marouane.

Sang anak dimakamkan pada Sabtu pagi. Dengan pilu, ayah Marouane mengenang buah hatinya. Ia menilai putranya itu adalah sosok yang sangat antusias dan senang pergi ke sekolah.

Artikel terkait: Kembali Diguncang Gempa, Taiwan Alami Lebih dari 70 Kali Gempa Susulan

Bayi Baru Lahir Harus Tinggal di Tenda

Anak Korban Gempa Maroko

Sumber: Palestinian News

Kisah lain datang dari Khadijah, seorang perempuan yang terpaksa harus mengasuh bayinya yang baru lahir di tenda pengungsian. Ya, bayi Khadijar lahir beberapa menit sebelum gempa mengguncang tanah kelahirannya.

Khadijah dan bayinya tidak terluka, namun tiga jam setelah proses persalinan pihak rumah sakit memutuskan melakukan evakuasi.

“Mereka bilang kepada kami bahwa kami harus pergi karena ditakutkan terjadi gempa susulan,” kata Khadijah seperti dilansir BBC, Senin (11/9).

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Bersama bayi mereka, Khadijah dan suaminya mencoba naik taksi pada Sabtu (9/9) pagi ke rumah mereka di, Pegunungan Atlas, sekitar 65 km dari Marrakesh.

Dalam perjalanan pulang, mereka mendapati jalan ditutup karena tanah longsor dan mereka hanya dapat mencapai Desa Asni, yang berjarak sekitar 50 km dari Marrakesh. Sejak saat itulah keluarga tersebut terpaksa harus tinggal di tenda pinggir jalan utama.

“Saya belum menerima bantuan atau apapun dari pihak berwenang,” ujar Khadijah, sembari menggendong bayinya di bawah terpal tipis. “Kami meminta selimut kepada orang-orang di desa ini agar punya sesuatu untuk menutupi kami.”

Tak menyangka akan terjadi bencana, Khadijah menyebut hanya memiliki satu set pakaian untuk bayinya. Ia juga telah mendapat kabar dari rekannya bahwa rumah mereka sudah rata dengan tanah. Kini, mereka belum tahu bagaimana kehidupan mereka selanjutnya.

Menjadi gempa tersebsar sepanjang sejarah, tawaran bantuan untuk Maroko dari dunia internasional terus mengalir. Namun, sejauh ini Maroko baru menanggapi bantuan dari negara sahabat yakni Spanyol, Qatar, Inggris, dan Uni Emirat Arab.

“Pihak berwenang Maroko melakukan penilaian secara hati-hati terhadap kebutuhan di lapangan, dengan mempertimbangkan bahwa kurangnya koordinasi dalam kasus-kasus seperti itu akan menjadi kontraproduktif,” kata raja, menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Maroko yang diunggah lembaga penyiaran negara 2M.

Turut berdukacita atas bencana yang terjadi di Maroko, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Semoga Maroko lekas bangkit, kita doakan.

Baca juga: 

Kisah Pilu Korban Gempa Cianjur, Harus Tegar Terima Kenyataan Pahit

10 Negara Rawan Gempa Bumi di Dunia, Salah Satunya Ada Indonesia

Tewaskan Lebih Dari 1000 Orang, Afghanistan Alami Gempa Paling Dahsyat di 2022

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kisah Anak Korban Gempa Maroko, Meninggal Terjebak di Dalam Rumah
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti