Kulit bocah 16 bulan ini melepuh akibat minuman dari cangkir plastik, ibunya beri peringatan!

Kulit bocah 16 bulan ini melepuh akibat minuman dari cangkir plastik, ibunya beri peringatan!

Luka parah yang dialami anak ini menjadi pelajaran keras bagi kita semua tentang insiden air panas yang tidak kita duga.

Pagi hari selalu menjadi waktu tersibuk bagi para ibu, mulai dari menyiapkan sarapan hingga memastikan semua anggota keluarga telah siap untuk beraktivitas. Dituntut untuk selalu bergerak cepat, kadang ada kecelakaan tak terduga yang bisa terjadi, salah satunya anak kena air panas.

Seorang ibu mendapatkan sebuah pelajaran berat ketika anaknya yang berusia 16 bulan tersiram air panas dari gelas takeway yang berisi teh. Dalam sebuah postingan Facebook yang panjang yang telah dibagikan 4.500 kali sejak diunggah pada 28 Februari 2018, Suzie Fogarty memperingatkan risiko anak kena air panas dan mengalami luka bakar.

“Putra kami yang berusia 16 bulan, Jake, mengalami kecelakaan mengerikan dengan secangkir teh yang baru dibuat dari sebuah kafe,” tulisnya. “Teh itu berasal dari sebuah cangkir kertas yang ditutup dengan tutup plastik. Entah mengapa teh itu selalu sangat panas dibandingkan teh buatan sendiri di rumah.”

Ia melanjutkan penjelasan mengenai perbedaan kulit anak yang lebih halus dibanding kulit orang dewasa. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi luka bakar.

Artikel terkait: 3 tingkatan dan langkah menangani luka bakar pada anak, panduan penting untuk Parents

Ibu ini beri peringatan tentang kejadian tak terduga anak kena air panas

anak kena air panas 1

“Jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang saya lakukan. Tolong, simpan minuman panas dengan baik dan hati-hati, jauh di luar jangkauan anak-anak,” Fogarty menekankan dalam postingannya. Ia pun menambahkan beberapa tips yang didapatkan dari dokter keluarga setelah insiden mengerikan tersebut.

Jangan panik

Ini tips yang harus terus-menerus diulangi: Jangan panik. “Semakin cepat Anda bertindak, semakin besar kesempatan Anda menyelamatkan nyawa anak dari cedera permanen yang lebih parah,” ujar Fogarty memperingatkan.

Jadi, bila Anda berada pada situasi yang sama, tetap tenang dan bertindak cepat.

Lepaskan pakaian yang terkena air panas dari tubuh anak

Copot semua pakaian anak, termasuk popok dan aksesori, kecuali jika meleleh ke kulitnya. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan area yang terbakar makin menyebar luas dan dalam.

Guyur air dingin pada luka bakar

Biarkan luka bakar berada di bawah air dingin yang mengalir minimal selama 10 menit. Lakukan secepat mungkin, meski mungkin ini cukup menantang bagi para ibu yang memiliki bayi dan balita.

“Seperti yang Anda bayangkan, menjaga balita di bawah aliran air dingin selama lebih dari 10 detik itu sulit,” kata Fogarty, menekankan pentingnya air dingin agar luka bakar tidak semakin dalam.

“Semakin dalam luka bakar, semakin besar kemungkinan cangkok kulit menjadi satu-satunya pilihan anak Anda,” sang ibu memperingatkan.

Biarkan luka bakar tertutup

Gunakan sesuatu yang bersih, seperti plastik cling wrap, untuk menutupi luka bakar. Pastikan penutupnya tidak mengembang untuk menghindari ada benang atau kain longgar yang menempel pada area luka bakar.

Jika area luka bakar berada di sekitar wajah, biarkan tetap terbuka.

“Letakkan plastik cling wrap pada luka bakar untuk menghentikan ujung saraf dari rasa sakit karena plastik ini menghentikan oksigen yang masuk. Jaga luka bakar tetap terasa dingin dengan meletakkan handuk basah di atas plastik cling wrap,” tulis Fogarty, menambahkan info bahwa seluruh tubuh anak harus tetap hangat dengan selimut atau pelukan.

Sebelum memberikan obat penghilang rasa sakit pada anak kena air panas, sebaiknya hubungi dokter terlebih dahulu.

Pada tanggal 7 Maret 2018, Fogarty dengan gembira melaporkan bahwa wajah dan leher bocah laki-lakinya kembali pulih. Luka-luka yang cukup dalam di area dada juga sudah sembuh.

“Jake tidak membutuhkan cangkok kulit. Ia sangat senang bisa terbebas dari perban dan sekarang tinggal memakai plester yang besar. Ia tidak pernah sesemangat ini untuk mandi sore, pertama kalinya setelah 11 hari.”

Untuk menghindari risiko luka bakar karena anak kena air panas, ingatlah untuk melakukan hal ini, Bun!

anak kena air panas 2

  • Ya, Anda adalah superwoman yang mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Namun, jangan pernah menggendong bayi sambil membawa minuman panas pada saat yang bersamaan! Hanya beberapa gerakan dari bayi dapat menyebabkan Anda menumpahkan minuman panas tersebut.
  • Jauhkan minuman panas dari jangkauan, sekalipun berada di dalam wadah takeaway yang tampaknya tertutup dengan baik.
  • Saat memasak, pastikan pegangan panci atau wajan tetap menghadap ke bagian belakang kompor.
  • Simpan benda-benda seperti setrika dan catokan rambut jauh dari jangkauan anak meski sudah dalam keadaan tercabut dari listrik.
  • SELALU cek lagi suhu air mandi bayi Anda. Sebaiknya tuang dulu air dingin ke bak mandi bayi, baru tambahkan air panas sesudahnya secara bertahap.
  • Bila Anda memanggang atau mengadakan pesta BBQ, pastikan anak-anak tetap berada di jarak aman dari api. Pemanggang BBQ dapat memuntahkan bola api yang dapat membahayakan keselamatan anak.

Satu hal yang perlu Bunda ingat, anak Anda yang sedang dalam masa pertumbuhan ini memiliki refleks seperti ninja sehingga Anda juga harus bertindak cepat untuk mencegah risiko luka bakar. Selalu praktekkan teknik pertolongan pertama untuk luka bakar.

 

*Artikel ini disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

[Video] Anak tersiram air panas karena pelayan terpeleset, pelajari cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner