Kejam! Ibu ini mengikat dan menyeret anaknya pakai motor sebagai hukuman mencuri

Kejam! Ibu ini mengikat dan menyeret anaknya pakai motor sebagai hukuman mencuri

Hukuman yang diberikan karena anak mencuri ini begitu kejam. Sang ibu mengikatnya di motor dan menyeretnya hingga sang anak menangis.

Saat anak kecil mencuri, kita pastinya ingin memberikan hukuman agar dia jera. Namun tentunya, hukuman disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Hukuman yang terlalu kejam bisa menyebabkan trauma pada anak.

Semua orangtua punya cara tersendiri dalam mendisiplinkan anak. Namun, apa yang dilakukan oleh ibu ini untuk menghukum anaknya karena mencuri benar-benar kejam.

Dalam sebuah video yang direkam di Tiongkok, seorang ibu terlihat menghukum anaknya dengan cara kejam setelah sang anak kepergok mencuri di rumah.

Dilaporkan, ibu yang berasal dari Provinsi Yunan ini mengikat anaknya di sebuah motor, dan mengendarai motor tersebut hingga si anak terseret. Seorang pejalan kaki yang melihat merekam aksi ibu yang menghukum anak kecil mencuri itu.

Dalam video tersebut terlihat dengan jelas, kedua tangan si anak diikat dengan tali dan dihubungkan ke sebuah motor. Dalam rekaman tersebut, anak itu terseret dengan posisi badannya tertelungkup di tanah. Dia menangis kencang saat ibunya menyeret tubuh anak malang tersebut sepanjang jalan.

anak kecil mencuri

Anak kecil mencuri diberi hukuman dengan diikat dan diseret dengan motor oleh ibunya sendiri.

Artikel terkait: Saat anak kedapatan mencuri, apa yang harus Parents lakukan?

Anak kecil mencuri hingga menerima hukuman keji dari ibu sendiri

Sang ibu dilaporkan ingin memberikan pelajaran karena si anak mencuri dari orangtuanya. Saat ditanya mengapa ia memberikan hukuman begitu kejam, ibu itu malah mengatakan itulah hukuman yang pantas.

Lebih lanjut, ibu itu mengatakan bahwa putranya telah mencuri sejumlah uang dari simpanan keluarga. Uang tersebut adalah tabungan suaminya selama sebulan. Uang yang dicuri sejumlah 2000 RMB atau senilai Rp. 6.656.000. Bahkan sang ibu mengakui di depan kamera kalau dia telah memberikan hukuman tersebut selama beberapa hari.

Setelah video hukuman anak kecil mencuri ini menjadi viral di internet. Polisi setempat mendatangi ibu dan anak itu untuk diinterogasi. Kepada polisi, ibu itu mengaku dia tahu anaknya telah mencuri uang keluarga. Dia memberi hukuman keji itu agar sang anak mengakui perbuatannya mencuri, atau mengembalikan uang yang ia curi.

Namun, pihak kepolisian tetap tidak setuju dengan hukuman yang diberikan ibu ini pada anaknya. Meski tidak sampai masuk penjara, ibu ini telah diberikan peringatan keras untuk tidak mengulangi perbuatan ini pada pada anaknya.

anak kecil mencuri

Kasus ini menjadi peringatan pada semua orangtua di seluruh dunia, apakah hukuman yang begitu keras memang bisa membantu mendisiplinkan anak.

Hukuman fisik sebagai cara mendisiplinkan anak, apakah sudah tepat?

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di PubMed mengungkap, hukuman fisik yang keras pada anak sebagai bentuk pendisiplinan bisa memiliki dampak buruk.

Anak akan memiliki gangguan kepribadian, seperti kecemasan dan perasaan tidak berdaya. Sebab itu, melakukan kekerasan fisik sebagai hukuman pada anak, tidak pernah bisa menjadi solusi agar anak lebih disiplin.

Artikel terkait: Penelitian; Memukul anak sebagai hukuman, berdampak buruk pada perkembangan mental dan IQ mereka

1. Hukuman dengan kekerasan fisik menghambat kemampuan anak mempelajari perilaku yang baik

Menghukum anak dengan melakukan kekerasan fisik seperti memukul, atau menyeretnya di jalan seperti ibu di China tadi, hanya akan membuatnya jera untuk tidak mengulang hal yang sama. Namun anak tidak bisa belajar hal benar yang harus dilakukan.

Dia tidak mengulangi perbuatannya karena takut dengan hukuman, bukan karena dia tahu bahwa perbuatan itu adalah sesuatu yang salah.

anak kecil mencuri

2. Kekerasan fisik sebagai hukuman, merenggangkan hubungan orangtua dan anak

Jika Anda selalu memberikan hukuman dengan kekerasan fisik, atas setiap kesalahan yang dilakukan anak, hubungan anak dan orangtua tidak akan semakin renggang. Bahkan, anak akan merasa tidak aman dengan orangtua sendiri.

Akibatnya, anak akan mencari kenyamanan di luar rumah karena dia tidak merasa aman dan dicintai oleh keluargnya sendiri. Parents pun kehilangan kedekatan yang seharusnya ada antara orangtua dan anak.

3. Hukuman fisik membuat anak memiliki perilaku agresif

Dalam banyak kasus, hukuman fisik bisa memicu perilaku agresif pada anak. Hal ini karena dia meniru perilaku yang ditunjukkan oleh orangtuanya. Dia merasa bahwa kekerasan adalah jawaban untuk setiap masalah.

Anak yang sering mendapat kekerasan fisik dari orangtua, dia akan melakukan hal yang sama saat berinteraksi dengan orang lain.

***

Sadari, bahwa kekerasan pada anak tidak akan pernah membuatnya disiplin. Justru berdampak negatif pada perilaku dan perkembangannya. Pilihlah cara mendisiplinkan anak yang lebih baik, yang tidak memerlukan kekerasan fisik sebagai solusi.

 

*Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Sering Mencuri, Anak 9 Tahun Dikurung dan Dipasung

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner