TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya

Bacaan 3 menit
Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya

Bocah malang ini jadi pelampiasan ibu karena marah pada suaminya.

Lagi-lagi, seorang anak disiksa ibunya sendiri. Bocah malang ini jadi pelampiasan sang ibu karena marah pada suaminya. Parahnya lagi, ibu ini merekam kejadian saat menyiksa anaknya sendiri.

Dalam video yang beredar di sosial media dan menjadi viral disebutkan lokasi kejadian berada di Berau, Kalimantan Timur. Seperti yang terlihat dalam video, anak disiksa ibunya terlihat berlumuran darah. Bahkan, darahnya pun terlihat bececeran di lantai. Sang ibu, sekaligus pelaku penganiayaan pun terdengar begitu geram.

Anak disiksa ibunya lantaran sang ibu marah pada suami

Seperti yang diberitakan oleh DetikNews, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan OF (38), ibu yang menganiaya anaknya. Rupanya, pelaku tega menyiksa anaknya sendiri lantaran dirinya merasa kesal dengan mantan suaminya yang sudah tidak menberikan nafkah untuknya.

Dalam video pelaku sempat mengatakan bahwa sang suami melakukan perselingkuhan. Namun, lewat pemeriksaan kepolisian menegaskan bahwa pasangan tersebut sebenarnya sudah resmi bercerai tiga tahun yang lalu.

“Dua hari lalu OF diperiksa. Kami lakukan pemeriksaan dan hasil pengakuan dia melakukan karena sakit hati dengan suaminya yang selama ini cerai 2015 tak pernah memberikan nafkah,” ujar Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono saat dihubungi DetikNews terkait peristiwa anak disiksa ibunya.

Bahkan pelaku pun sudah mengaku bahwa anak tersebut adalah anaknya kandungnya sendiri yang masih berusia 3 tahun.

Berikut ini video anak disiksa ibunya yang membuat warganet geram.

Semoga bocah malang ini bisa pulih dari trauma akibat perbuatan ibunya.

Mengapa seorang ibu bisa menyiksa anaknya sendiri?

Banyaknya kasus yang memperlihatkan bahwa tidak sedikit orangtua yang menyiksa anaknya kandungnya sendiri membuktikan bahwa orangtua perlu belajar mengelola emosinya lebih baik lagi.

Marah dan kesal memang merupakan emosi yang wajar dan bisa dirasakan oleh siapa pun. Seperti yang dikatakan Nadya Pramesrani selaku psikolog klinis dewasa, marah adalah reaksi normal dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang merasa marah, saat itu juga akan  memberikan sinyal peringatan kepada otak bahwa ada sesuatu yang salah dan memberikan energi pada tubuh untuk memperbaiki keadaan. Marah memberikan manfaat berupa pergerakan energi untuk melakukan aksi.

Sayangnya, cara orang mengekspresikan rasa marah memang sangat beragam. Ada efek yang positif maupun negatif pada orang lain.

“Tapi memang, kecendrungan orangtua yang sedang emosi, memang sering kali melampiaskannya sama anak. Ya, ujung-ujungnya anak yang jadi korban. Bahkan ada sebuah penelitian yang dilakukan di India yang membuktikan kalau kecedrungan ibu memarahi anak jauh lebih besar dari para bapaknya,”  tuturnya.

Psikolog dari Rumah Dandelion ini menambahkan, saat orangtua sedang banyak pikiran, terutama saat ada masalah dengan pasangannya, atau memang ada isu lain, nah, subjek pertama yang paling cepet kena dampaknya itu memang anaknya.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi psikologis di mana seorang ibu dan anak memiliki hubungan emosional yang aman. Atau secure attachment. Kondisi rasa aman yang sudah dirasakan, merasa tidak ada batas memang baik karena hubungan tersebut akan menjadi apa adanya.

Sayangnya, seperti yang dijelaskan oleh Nadya, secure attachment ini  pada akhirnya membuat sebuah hubungan menjadi take it for granted. “Merasa nggak perlu pasang topeng lagi, merasa hubungan sudah sangat dekat dan aman, malah jadi nggak ada filter lagi, jadinya malah kebablasan,” tukas Mbak Nadya.

Oleh karena itulah, Nadya menggarisbawahi bahwa semua orangtua perlu belajar manajemen emosi sehingga dapat mengelola ataupun melampiaskan rasa marah dan kecewa dengan lebih baik lagi. Sehingga peristiwa seperti ini tidak perlu terulang kembali.

 

Baca juga:

Terekam CCTV, balita ini diseret ibunya pakai motor sejauh 300 meter

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti