TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya

Bacaan 3 menit
Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya

Bocah malang ini jadi pelampiasan ibu karena marah pada suaminya.

Lagi-lagi, seorang anak disiksa ibunya sendiri. Bocah malang ini jadi pelampiasan sang ibu karena marah pada suaminya. Parahnya lagi, ibu ini merekam kejadian saat menyiksa anaknya sendiri.

Dalam video yang beredar di sosial media dan menjadi viral disebutkan lokasi kejadian berada di Berau, Kalimantan Timur. Seperti yang terlihat dalam video, anak disiksa ibunya terlihat berlumuran darah. Bahkan, darahnya pun terlihat bececeran di lantai. Sang ibu, sekaligus pelaku penganiayaan pun terdengar begitu geram.

Anak disiksa ibunya lantaran sang ibu marah pada suami

Seperti yang diberitakan oleh DetikNews, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan OF (38), ibu yang menganiaya anaknya. Rupanya, pelaku tega menyiksa anaknya sendiri lantaran dirinya merasa kesal dengan mantan suaminya yang sudah tidak menberikan nafkah untuknya.

Dalam video pelaku sempat mengatakan bahwa sang suami melakukan perselingkuhan. Namun, lewat pemeriksaan kepolisian menegaskan bahwa pasangan tersebut sebenarnya sudah resmi bercerai tiga tahun yang lalu.

“Dua hari lalu OF diperiksa. Kami lakukan pemeriksaan dan hasil pengakuan dia melakukan karena sakit hati dengan suaminya yang selama ini cerai 2015 tak pernah memberikan nafkah,” ujar Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono saat dihubungi DetikNews terkait peristiwa anak disiksa ibunya.

Bahkan pelaku pun sudah mengaku bahwa anak tersebut adalah anaknya kandungnya sendiri yang masih berusia 3 tahun.

Berikut ini video anak disiksa ibunya yang membuat warganet geram.

Semoga bocah malang ini bisa pulih dari trauma akibat perbuatan ibunya.

Mengapa seorang ibu bisa menyiksa anaknya sendiri?

Banyaknya kasus yang memperlihatkan bahwa tidak sedikit orangtua yang menyiksa anaknya kandungnya sendiri membuktikan bahwa orangtua perlu belajar mengelola emosinya lebih baik lagi.

Marah dan kesal memang merupakan emosi yang wajar dan bisa dirasakan oleh siapa pun. Seperti yang dikatakan Nadya Pramesrani selaku psikolog klinis dewasa, marah adalah reaksi normal dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang merasa marah, saat itu juga akan  memberikan sinyal peringatan kepada otak bahwa ada sesuatu yang salah dan memberikan energi pada tubuh untuk memperbaiki keadaan. Marah memberikan manfaat berupa pergerakan energi untuk melakukan aksi.

Sayangnya, cara orang mengekspresikan rasa marah memang sangat beragam. Ada efek yang positif maupun negatif pada orang lain.

“Tapi memang, kecendrungan orangtua yang sedang emosi, memang sering kali melampiaskannya sama anak. Ya, ujung-ujungnya anak yang jadi korban. Bahkan ada sebuah penelitian yang dilakukan di India yang membuktikan kalau kecedrungan ibu memarahi anak jauh lebih besar dari para bapaknya,”  tuturnya.

Psikolog dari Rumah Dandelion ini menambahkan, saat orangtua sedang banyak pikiran, terutama saat ada masalah dengan pasangannya, atau memang ada isu lain, nah, subjek pertama yang paling cepet kena dampaknya itu memang anaknya.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi psikologis di mana seorang ibu dan anak memiliki hubungan emosional yang aman. Atau secure attachment. Kondisi rasa aman yang sudah dirasakan, merasa tidak ada batas memang baik karena hubungan tersebut akan menjadi apa adanya.

Sayangnya, seperti yang dijelaskan oleh Nadya, secure attachment ini  pada akhirnya membuat sebuah hubungan menjadi take it for granted. “Merasa nggak perlu pasang topeng lagi, merasa hubungan sudah sangat dekat dan aman, malah jadi nggak ada filter lagi, jadinya malah kebablasan,” tukas Mbak Nadya.

Oleh karena itulah, Nadya menggarisbawahi bahwa semua orangtua perlu belajar manajemen emosi sehingga dapat mengelola ataupun melampiaskan rasa marah dan kecewa dengan lebih baik lagi. Sehingga peristiwa seperti ini tidak perlu terulang kembali.

 

Baca juga:

Terekam CCTV, balita ini diseret ibunya pakai motor sejauh 300 meter

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral! Marah pada suami, ibu ini tega menyiksa dan ancam bunuh anaknya
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti