TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tangisan balita yang dilakban ini tidak dihiraukan oleh orang dewasa

Bacaan 3 menit
Tangisan balita yang dilakban ini tidak dihiraukan oleh orang dewasa

Video anak disiksa dengan cara dilakban mengundang kemarahan warganet. Penyiksaan anak ini tentu akan menimbulkan trauma masa kecil pada anak.

Setelah video balita dicekoki alkohol oleh ayahnya, dunia media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video anak disiksa. Anak tersebut dilakban bagian mulut, tangan, dan kakinya.

Video anak disiksa ini dikirim oleh akun @waranddrama.sosmed. Dalam video tampak seorang balita yang sedang menangis tersedu-sedu.

Ia hanya mengenakan popok dan tidak memakai baju. Balita tersebut dilakban di bagian mulut, kedua tangan, dan kedua kakinya, lalu kedua tangan yang telah dilakban dibiarkan terjepit dalam popoknya.

Belum jelas identitas bayi dan orangtuanya. Namun menurut Tribunnews, keterangan lokasi yang ditulis pada unggahan tersebut adalah di Singkawang, Kalimantan Barat.

Entah apa maksud dan tujuan melakban balita tersebut. Namun, orangtua mana yang tega mendengar tangisan anak dan malah tertawa-tawa di dekat sang balita yang sepertinya sudah kesakitan.

Klarifikasi pihak keluarga

Setelah video tersebut viral dan dikecam oleh warganet, pihak keluarga pun mengklarifikasi dan meminta admin akun Instagram @waranddrama.sosmed menghapus video tersebut.

Dalam klarifikasi disebutkan bahwa anak disiksa dalam video tidak mengalami luka fisik maupun trauma. Pihak keluarga sudah meminta maaf dan berjanji kejadian serupa tak akan terulang lagi.

Rupanya yang menempelkan lakban pada balita tersebut masih usia sekolah. Berikut ini klarifikasi yang diunggah oleh akun @waranddrama.sosmed

klarifikasi anak disiksa - dilakban 1

Klarifikasi pihak keluarga mengenai anak disiksa.

Tangisan balita yang dilakban ini tidak dihiraukan oleh orang dewasa

Anak disiksa menimbulkan trauma

Apa yang terjadi pada balita tersebut merupakan sebuah bentuk kekerasan terhadap anak. Meski yang dilakukan hanya bertujuan untuk bercanda atau bermain-main saja, namun apa yang terjadi tentu tidak dapat dibenarkan.

Anak disiksa dengan cara dilakban dan dibiarkan menangis ketakutan akan menyisakan trauma masa kecil padanya. Peristiwa traumatis itu akan mengganggu tumbuh kembang anak.

Sebuah peristiwa dianggap traumatis bagi anak jika hal itu menyebabkan hidupnya dalam bahaya. Bila orang dewasa yang tertawa-tawa dalam video tersebut melakban anak hanya untuk tujuan bercanda, bagi anak kejadian itu justru menakutkan dan membuat dirinya terancam bahaya.

anak disiksa

Trauma masa kecil akibat anak disiksa akan menyebabkan anak mengalami hal-hal berikut:

  • Perubahan perilaku. Sikap dan perilaku anak sering dijadikan patokan untuk mengetahui bagaimana perasaan anak. Berhubung anak-anak sulit untuk mengekspresikan perasaan, perilaku anak yang berubah menunjukkan kemungkinan bahwa ia mengalami ssebuah peristiwa traumatis.
  • Ketidakmampuan mengontrol emosi. Anak yang memiliki trauma masa kecil biasanya lebih sulit untuk ditenangkan, sering tantrum, dan mengalami perubahan mood yang cepat.
  • Perkembangan fisik terganggu. Anak yang pernah memiliki trauma masa kecil biasanya menjadi sangat sensitif saat kontak fisik dengan orang lain. Akibatnya, perkembangan  motorik anak akan terganggu.
  • Perkembangan kognitif terganggu. Jika anak mengalami trauma masa kecil, ia akan kesulitan fokus memperhatikan penjelasan. Anak-anak yang mengalami trauma juga mengalami kesulitan dalam perkembangan bicara dan bahasa.
  • Sulit berpisah. Setelah mengalami kejadian traumatis, anak justru semakin sulit berpisah dengan orang yang mengasuhnya.

Makin banyaknya berita anak, terutama usia balita yang diperlakukan tidak pantas oleh orang dewasa, tentu membuat kita geram. Semoga KPAI dan Komnas Anak bisa segera menangani masalah ini, dan melindungi hak anak.

 

Referensi: Mom.ME, Tribunnews

Baca juga: 

Ibu Lalai, Bocah 6 Tahun Menyiksa Adik Bayinya Sendiri Hingga Tewas

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Tangisan balita yang dilakban ini tidak dihiraukan oleh orang dewasa
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti