Azka jadi lulusan terbaik, Deddy Corbuzier: "Siapa bilang anak broken home pasti rusak?"

lead image

Lihat video bagaimana Deddy terharu saat nama Azka dipanggil naik ke panggung saat wisuda kelulusan.

Perceraian orangtua selalu dikaitkan dengan efek buruk terhadap anak. Namun, Deddy Corbuzier berhasil mematahkan anggapan negatif terhadap anak broken home.

Sang pesulap terkenal ini seperti diketahui telah berpisah dengan mantan istrinya, Kalina Ocktaranny, sejak tahun 2013. Namun, mereka berdua tetap mengutamakan kebahagiaan putra semata wayangnya, Azka Corbuzier.

Azka Corbuzier, anak broken home jadi lulusan terbaik

Dalam sebuah postingan di akun Instagramnya, @mastercorbuzier, Deddy mengungkapkan kebanggaannya terhadap Azka. Putranya yang mengidap disleksia ini menjadi lulusan terbaik di sekolahnya.

Deddy menuliskan:

Pelajar dengan LULUSAN TERBAIK! So, who said broken home is broken kid?

Dari semua anak yang lulus ke SMP, he got the best student award!! Yes. THE BEST.

Broken home, you said… Dislexian, you said…

Champion, I said. Congrats, @azkacorbuzier.

You never fail to amaze me. Again… and again.

– A proud father

Deddy hadir di acara wisuda kelulusan Azka bersama Kalina. Mereka duduk bersama bahkan terlihat menitikkan air mata haru ketika nama Azka dipanggil sebagai lulusan terbaik.

Kalina juga mengungkapkan kebanggaan dan kebahagiaan yang sama terhadap Azka melalui postingan di Instagramnya, @kalinaocktaranny:

Dearest @azkacorbuzier, kamu selalu membuat mama bangga… Selalu membuat mama terkagum-kagum dengan semua yang kamu lakukan. 

Mama dan papa mungkin berpisah. Tapi kasih sayang mama dan papa tidak akan berkurang sedikit pun untuk kamu.

Mama papa akan selalu ada untuk kamu, membimbing kamu untuk menjadi yang TERBAIK. 

Congratulattions, cinta mama. Jangan pernah berhenti membuat kedua orangtuamu bangga padamu, my lil one…

Kekhawatiran sang anak broken home

anak broken home 1 Azka jadi lulusan terbaik, Deddy Corbuzier: "Siapa bilang anak broken home pasti rusak?"

Berhasil membuat kedua orangtuanya bangga di acara wisuda, Azka sebenarnya sempat memiliki ketakutan. Dalam postingan di akun Instagramnya, @azkacorbuzier, ia mengungkapkan:

Di awal kelas 6, aku merasa ketakutan dan gugup karena ada kemungkinan aku tidak akan lulus.

Namun akhirnya, aku lulus dan mendapat sertifikat sebagai lulusan terbaik.

Simak video bagaimana Deddy dan Kalina terharu ketika mendengar nama Azka dipanggil sebagai lulusan terbaik:

Mendidik anak broken home dengan co-parenting

Keberhasilan Azka memang tidak bisa dilepaskan dari peran kedua orangtuanya. Meski telah berpisah, Deddy dan Kalina tetap berusaha untuk selalu mendampingi Azka.

Apa yang dilakukan oleh Deddy dan Kalina disebut sebagai co-parenting alias mengasuh bersama adalah pengalaman membesarkan anak sebagai orangtua tunggal ketika perceraian terjadi. Memang, kondisi ini terasa sulit sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik dari Bunda dan Ayah saat melakukan co-parenting.

Agar sukses melakukan co-parenting terhadap anak broken home, berikut ini hal-hal yang sebaiknya Anda dan mantan pasangan ingat.

  • Berkomitmen untuk diskusi terbuka dengan mantan pasangan terkait co-parenting, termasuk dalam membicarakan jadwal anak, masalah apa yang dihadapi anak di sekolah, kebutuhan anak, dan sebagainya.
  • Terapkan aturan terhadap anak secara konsisten dan sama. Jangan sampai Ayah membolehkan sementara Bunda melarang saat anak minta izin melakukan sesuatu. Buat kesepakatan dulu di antara Anda dan mantan pasangan sebelum membicarakannya dengan anak.
  • Selalu berbicara positif di rumah. Meski Anda dan mantan pasangan berpisah karena suatu masalah, bukan berarti Anda terus-menerus membicarakan keburukannya di depan anak sehingga membuat anak membenci orangtuanya.
  • Sepakati batasan-batasan dan panduan perilaku dalam membesarkan anak. Misalnya jam berapa anak harus tidur, makanan apa yang sebaiknya ia hindari, kapan ia boleh menggunakan gadget, dan sebagainya. Hal ini untuk mencegah anak menjadi bingung karena aturan yang berbeda dari kedua orangtuanya.
  • Buat rencana juga dengan keluarga besar. Negosiasi dengan mantan pasangan mengenai keterlibatan keluarga besar dalam mengasuh anak.
  • Pahami bahwa co-parenting benar-benar menantang. Satu hal yang harus selalu Anda ingat adalah bahwa Anda dan mantan pasangan melakukan ini semata-mata demi kesejahteraan anak, bukan karena ingin mengatur hidup mantan pasangan Anda.
  • Selalu memberikan kabar mengenai kondisi anak. Meski Anda mungkin merasa malas harus terus menghubungi mantan pasangan, tapi ia berhak (bahkan wajib!) mengetahui jika terjadi sesuatu pada anak. Detail sekecil apa pun mengenai perkembangan anak harus disampaikan juga pada mantan pasangan Anda.

Semoga kisah Azka ini menjadi inspirasi bagi Anda dalam memberikan yang terbaik untuk anak meski Anda dan pasangan sudah tidak lagi bersama.

 

Referensi: Psychology Today