TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jadi Lautan Sampah, Alun-alun Kota Bandung Ditutup

Bacaan 3 menit
Jadi Lautan Sampah, Alun-alun Kota Bandung Ditutup

Karena sampah keapikan Taman Alun-alun Bandung pun hilang. Baca selengkapnya di sini.

Salah satu ikon Kota Kembang yakni Alun-alun Bandung ditutup oleh Pemerintah setempat akibat kondisinya yang menyedihkan serta membludaknya wisatawan di area tersebut.

Kondisi tersebut akhirnya membuat Pemkot mau-tak-mau harus menutup sementara area tersebut dari para wisatawan supaya kembali berbenah.

Foto terakhir kondisi Alun-alun Bandung pun ramai di media sosial dan disayangkan oleh banyak warganet.

Dipenuhi Sampah

Dikutip dari akun Instagram @seputarbandungcom, nampak area rumput sintetis di Masjid Agung Bandung dipenuhi oleh sampah plastik bekas makanan dan minuman para pengunjung. Hampir seluruh area tersebut berserakan sampah yang merusak keindahan sekitar.

Akibat sampah dan jumlah pengunjung yang menyemut, Taman Alun-alun Bandung pun ditutup. Keputusan ini diambil setelah Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, meninjau dan melihat langsung kondisi di Alun-alun Bandung.

alun alun bandung ditutup

Sumber: instagram/@sekitarbandungcom

“Saya memang mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat, tentang kepadatan pengunjung dan sampah yang menggunung di taman Alun-alun Bandung, makanya sepulang mudik dari Kuningan, saya langsung meninjau ke lapangan,” ujar Tedy pada Jumat (6/5).

Ketua DPRD Kota Bandung tersebut menyatakan jumlah sampah di Alun-alun terlihat lebih banyak daripada biasanya. Ada yang berserakan di pojokan trotoar, di rumput sintesis. Sehingga membuat petugas kebersihan dari DLHK dan DPKP3 kewalahan.

Ditutup Sementara Waktu

Dengan kondisi taman yang kotor seperti ini membuat Tedy akhirnya memutuskan untuk menutup taman tersebut sementara waktu dan kembali dibuka pada Senin (9/5).

“Kita akan bersihkan dulu Taman Alun-alun, ya. Selain itu akan kita berikan edukasi kepada masyarakat agar mereka bisa lebih menjaga kebersihan dan menjaga protokol kesehatan,” tambahnya.

Artikel terkait: Waspada! 6 Sampah Rumah Tangga Ini Berpotensi Jadi Limbah Berbahaya, Lho

Lokasi Lain Sama Kondisinya

Bergeser sedikit ke sekitaran jalan Asia Afrika, akun Instagram @infobandungkota juga membagikan kondisi terakhir di area tersebut. Nampak dalam video sampah-sampah pengunjung berserakan dan membuat pemandangan sekitarnya jadi kumuh.

alun alun bandung ditutup

Sumber: instagram/@infobandungkota

Meski hari sudah malam, petugas kebersihan juga terlihat masih sibuk mengangkut beberapa kantung besar sampah hasil ramainya wisatawan yang berlibur ke Kota Bandung.

alun alun ditutup

Sumber: instagram/@infobandungkota

Banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ini jelas merusak kecantikan ikon Kota Bandung yang semakin sini sudah mulai berbenah.

Penampakan lautan sampah tersebut mengundang komentar warganet seperti berikut:

“2022 masih ada juga manusia seperti ini, heran. Rasanya sepanjang jalan banyak tersedia tempat sampah. Sekiranya mau nyampah saja jangan datang ke Bandung. Asli, sudah muak, Alun-alun juga sampai ditutup,” tulis warganet via Twitter @Bandungfess.

alun alun ditutup

Sumber: twitter/@hesoyamceje

“Bajunya saja yang gaya, buang sampah gak tahu harus di mana. Kalau gak ada tempat sampah, keresekin dulu, bawa pulang jangan males,” komen warganet.

“Jadi kacau karena memang masih banyak wisatawan lokal dan luar daerah yang mindset-nya males dan kotor. Mau gamau petugas harus disiagakan untuk memperingatkan para wisatawan secara langsung, tegur langsung dan denda langsung kalau buang sampah sembarangan. Dibutuhkan ketegasan,” tulis seorang warganet.

 

Cerita mitra kami
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Berserakannya sampah sangatlah merusak kenyamanan dan pemandangan. Yuk, saat berwisata jangan lupa untuk selalu buang sampah di tempatnya dan jangan merusak fasilitas yang ada.

Semoga masyarakat ke depannya semakin sadar akan kebersihan, ya.

Baca juga:

22 Tempat Wisata Anak di Bandung Paling Hits untuk Dikunjungi Keluarga

Jadi Oleh-Oleh Khas Jawa Barat, Ini 6 Fakta Menarik Peuyeum Bandung

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Jadi Lautan Sampah, Alun-alun Kota Bandung Ditutup
Bagikan:
  • Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
    Cerita mitra kami

    Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
    Cerita mitra kami

    Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti