TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tragis, Bocah 1,5 Tahun Meninggal karena Alat Swab Test Patah di Dalam Hidungnya

Bacaan 4 menit
Tragis, Bocah 1,5 Tahun Meninggal karena Alat Swab Test Patah di Dalam Hidungnya

Bukan karena Virus Corona, bocah kecil asal Saudi Arabia justru meninggal karena alat swab test patah di dalam hidungnya.

Tak hanya Indonesia, hampir seluruh negara kini tengah berjuang menghadapi COVID-19 yang seolah belum ada titik terangnya. Untuk mengetahui apakah virus ini sudah terpapar, maka pemeriksaan perlu dilakukan. Misalnya dengan swab test. Malang, seorang batita malah harus kehilangan nyawa lantaran alat swab patah di hidung.

Kisah anak dengan alat swab patah di hidung

Kisah anak dengan alat swab patah di hidung

Seorang anak laki-laki  asal Arab Saudi dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Shaqra setelah sebuah alat periksa swab hidung patah di dalam hidungnya. Melansir Gulf News, Abdul Aziz Al Gufan dilarikan ke rumah sakit akibat demam tinggi. Setelah itu, ia dianjurkan melakukan tindakan medis berupa pemeriksaan COVID-19.

Sesuai prosedur, sebuah alat swab dimasukkan ke dalam hidungnya untuk mengambil sampel yang dibutuhkan. Nahas, alat itu malah patah di dalam hidung bocah malang tersebut. Sang dokter memutuskan menggunakan anestesi umum untuk menunjukkan seperti apa hasil swab tenggorokan pasien.

Ironisnya, sang anak dibiarkan tanpa tindak lanjut berarti yang membuatnya kehilangan kesadaran. Alat swab yang dibiarkan di hidung membuatnya mengalami penyumbatan saluran pernapasan.  Bocah 1,5 tahun itu pun tewas 24 jam setelah masuk rumah sakit tersebut.

Ayah anak itu, Abdullah Al Joufan, menceritakan insiden tragis yang menimpa putranya. Semula, ia sudah menolak tindakan anestesi umum anaknya. Namun, dokter yang bertugas bersikeras melakukannya.

Dokter mengatakan setelah tindakan, anak itu kemudian akan diperiksa oleh dokter spesialis anak. Faktanya, dokter spesialis anak sedang cuti hari itu.

Menurut Al Joufan, ketika itu banyak yang bingung pada hari berikutnya karena anaknya tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat saluran pernapasan yang terhalang. Kondisi kesehatan sang anak  terus memburuk. Esok harinya, sang ibu bahkan mendapati ada sesuatu yang tidak beres dengan anaknya.

Kisah anak dengan alat swab patah di hidung

Artikel tersebut: 5 Penelitian Ini Buktikan Virus Corona Menular Lewat Udara, Waspada!

Tim medis menempatkan bocah itu dalam ventilator dan pemeriksaan pemindaian menunjukkan bahwa jalan napas ke salah satu paru-parunya tersumbat. Ia lalu meminta pihak rumah sakit merujuk putranya ke rumah sakit khusus di Riyadh.

Pihak rumah sakit pun menyetujui kendati ambulans datang terlambat. Anak laki-laki Al Joufran sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Tak ingin berdiam diri, sang ayah pun melaporkan kasus ini dan meminta agar kematian putranya diselidiki lebih lanjut. Penanganan medis keliru ditengarai menyebabkan kematian putra kesayangannya.

Ia sendiri telah mendapatkan panggilan telepon dari Menteri Kesehatan, Dr Tawfiq Al Rabiah yang menyampaikan bela sungkawa atas kematian putranya, serta dari Direktur Urusan Kesehatan di Riyadh Hassan Al Shahrani yang menuturkan hal serupa. Lanjutnya, menteri berjanji untuk menindaklanjuti kematian putranya.

Prosedur swab test Corona

Sebagai informasi tambahan, Swab test corona merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang tertular virus Corona. Dalam dunia medis, uji tes satu ini juga disebut tes PCR (polymerase chain reaction).

Petugas medis umumnya akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan pasien, yakni hidung dan tenggorokan. Nantinya, sampel ini dibawa untuk diperiksa di laboratorium untuk melihat adakah DNA virus atau tidak.

Public Health England (PHE) selaku badan kesehatan di Inggris menyatakan sampel yang diperlukan untuk pengujian virus Corona memang harus diambil dari saluran pernapasan atas yang meliputi rongga hidung tepat di belakang hidung jelang pertemuan dengan tenggorokan.

Di sinilah organisme tingkat tinggi dari virus pernapasan berkumpul sehingga pengujian cenderung lebih akurat. Tes serupa digunakan untuk flu. Sampel dahak, air liur, dan lendir batuk  juga akan diambil jika memungkinkan.

Kisah anak dengan alat swab patah di hidung

Artikel terkait: Pasien corona mengalami penurunan fungsi paru-paru, video ini membuktikannya!

Metode ini tidak terasa sakit dan hanya berlangsung beberapa detik, itupun jika pasien tetap tenang dan bisa diam untuk beberapa saat. Pasien yang banyak bergerak akan membuat prosedur lebih sulit. Berikut prosedur swab test yang patut diketahui:

Prosedur swab test corona melalui hidung

  • Pasien akan diminta untuk meniup napas melalui hidung guna memastikan tidak ada sumbatan
  • Pasien akan diminta sedikit mendongak
  • Alat swab berbentuk cotton bud dengan tangkai panjang akan dimasukkan ke dalam lubang hidung pasien hingga mencapai bagian belakang hidung
  • Dokter akan mengambil sampel dengan cara menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

2. Prosedur swab test corona lewat tenggorokan

  • Pasien akan diminta membuka mulut lebar-lebar
  • Dokter akan memasukkan alat swab ke mulut pasien hingga mencapai bagian belakang tenggorokan. Swab tidak boleh menyentuh lidah dalam proses ini
  • Dokter akan mengambil sampel dengan menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

Kedengarannya memang tidak nyaman, namun tes ini diperlukan bagi beberapa kriteria yaitu Orang dalam pemantauan (ODP), Pasien dalam pengawasan (PDP), Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19, serta Pasien dengan hasil rapid test (tes cepat) yang positif.

Parents, semoga kisah anak yang mengalami alat swab patah di hidung ini dapat menjadi pembelajaran untuk kita lebih mawas diri menjaga kesehatan diri dan anggota keluarga.

Baca juga : 

Bayi 7 bulan positif corona, sang ibu: "Anakku tidak menunjukkan gejala apapun"

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Tragis, Bocah 1,5 Tahun Meninggal karena Alat Swab Test Patah di Dalam Hidungnya
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti