Punya Suami Tukang Selingkuh? Ini 8 Hal Memuakkan yang Sering Jadi Alasannya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Suami tukang selingkuh selalu punya alasan yang membuat istri memaafkannya atau mencari pembenaran dari sikapnya. Berikut alasan yang sering dipakai mereka.

Seorang Profesor ahli perkembangan manusia dari Universitas Nevada, Las Vegas, Amerika Serikat bernama Kat Hertlein, Ph.D mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sejak tahun 1950, sekitar 40% lelaki punya kecenderungan untuk selingkuh. Saat ketahuan, ada banyak alasan yang biasa diungkapkan oleh para suami tukang selingkuh ini sebagai pembenaran atas perilakunya.

Tentu saja semua alasan itu memuakkan. Tukang selingkuh tetap salah dan harus menelan konsekuensi dari perbuatan yang telah ia perbuat.

Untuk mewaspadainya, simak 8 alasan yang biasa digunakan oleh si tukang selingkuh berikut ini:

1. Tidak bahagia dengan pasangannya

Psikolog asal universitas Texas bernama David Buss, Ph.D mengatakan bahwa ketidakbahagiaan dengan pasangan sering jadi alasan si tukang selingkuh. Hal ini sering dikatakan pada istri sahnya maupun pada pasangan selingkuhnya.

Apalagi, akses layanan seksual di jaman sekarang sudah semakin mudah. Bahkan, dari media sosial biasa yang tujuannya bukan untuk memperoleh layanan seksual pun kadang disalahgunakan beberapa pihak tidak bertanggung jawab untuk menjari jasa seks atau bertemu dengan selingkuhannya.

2. Khilaf

Hal ini biasa dikatakan pada istri sah si tukang selingkuh. Padahal, di balik khilaf ini ada kesempatan yang terbuka lebar bagi suami untuk berselingkuh.

Misalnya, tidak dapat membatasi diri saat bermain media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram maupun kehilangan kontrol saat bergaul dengan lawan jenis.

Artikel terkait: Jenis-jenis perselingkuhan yang sering dilakukan, namun tidak disadari.

3. Bosan

Bukannya mencari variasi atau solusi saat pernikahannya membosankan, si tukang selingkuh malah akan mencari jalan singkat dengan cari pasangan baru. Bukannya menyelesaikan masalah, tapi dia malah akan menambah masalah.

Mungkin dia memang berjiwa petualang sehingga tinggal menetap di dalam satu hubungan bukan gayanya. Namun, jika sudah berkomitmen di dalam pernikahan, maka apapun kondisinya, kesetiaan harus dinomor satukan.

4. Istri sudah berubah

Tentu saja, seorang wanita yang belum menikah tidak akan sama dengan seorang ibu yang sudah memiliki anak. Ada rutinitas dan prioritas yang dapat mengubah karakter seseorang.

Jika istri berubah, maka suami pun pasti juga berubah, Bukankah perubahan adalah keniscayaan? Perlu komunikasi lebih lanjut agar perubahan ini tidak mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Artikel terkait: Surat istri untuk suami: "Maaf, aku sudah banyak berubah."

5. Tidak tahu mengapa ia selingkuh

Kadang si tukang selingkuh tidak tahu sebabnya mengapa ia berselingkuh. Hal itu terjadi begitu saja tanpa sempat ia sadari.

Biasanya hal ini terjadi pada pasangan yang menikah di usia yang terlalu muda. Sehingga secara psikologis ia belum matang. Namun, kadang kedewasaan seseorang juga tak ditentukan oleh usia berapa ia menikah. Barangkali ia adalah orang yang "terlambat" nakal.

Artikel terkait: Batasan berteman dengan lawan jenis.

6. Sudah kodrat

Banyak lho lelaki yang beralasan bahwa ia selingkuh seperti itu karena merasa sudah kodratnya jadi pemburu. Lalu, lelaki yang bersetia pada istrinya mau disebut apa?

7. Hanya tertarik secara seksual

Pernahkah Anda mendengar alasan lelaki berselingkuh yang berkata bahwa ia hanya tertarik dengan seks belaka dengan selingkuhannya. Tapi cintanya hanya untuk istri seorang.

Padahal, selingkuh ya selingkuh. Baik itu selingkuh hati, selingkuh tubuh, maupun yang lainnya.

Kalau benar cinta, seharusnya cinta secara lahir maupun batin. Jangan setengah-setengah.

8. Menyenangkan

Hal ini agak berbeda dengan sudah kodratnya. Jika sudah kodrat, maka ia beralasan sulit melawan keinginan selingkuh.

Tapi si tukang selingkuh di poin ini menganggap bahwa selingkuh adalah sesuatu yang menyenangkan. Jadi, ia selingkuh karena memang mau dan memang bisa selingkuh.

Jika suami sudah pada poin terakhir ini, sebaiknya jika tidak tahan, Anda bisa melangkah pergi daripada makan hati sampai mati.

***

Sebagai istri, pasti sakit hati jika suami selingkuh. Namun, Anda dapat memilih akan memaafkannya dan memberikan kesempatan kedua atau tidak.

Jika tidak, maka Anda adalah wanita bijak yang tahu kapan harus keluar dari zona yang tidak nyaman berikut. Adanya kemungkinan besar bahwa suami mudah berselingkuh ini adalah sebuah alasan mengapa Anda harus jadi wanita mandiri yang tidak bergantung secara finansial dan emosional dengan suami.

Pernahkah Anda diselingkuhi suami? Sampai sejauh mana kelakuan suami? Akankah Anda memaafkannya? Bagi cerita Anda di kolon komentar ya,

 

Referensi: Life Script, Esquire, Psikology Today.

Baca juga:

Di Balik Ketegaran Seorang Istri yang Menulis Surat “Halo Selingkuhan Suami Saya”

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan