TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tak tahan dibully, bocah 9 tahun bunuh diri, ini curhatan ibunya

Bacaan 3 menit
Tak tahan dibully, bocah 9 tahun bunuh diri, ini curhatan ibunya

Akibat bullying, seorang anak berusia 9 tahun mengakhiri hidupnya sendiri. Sang ibu merasa sedih karena tidak bisa mencegah hal ini terjadi.

Bullying seringkali terjadi pada anak yang lebih lemah, atau dianggap berbeda oleh anak-anak lainnya. Akibat bullying bisa merusak mental anak yang menjadi korban. Yang terburuk ia bisa mengalami depresi bahkan hingga bunuh diri. 

Jamel Myles, seorang anak lelaki berusia 9 tahun asal Denver, Colorado, baru saja masuk kelas 4 SD. Dia menjadi objek bullying ketika teman-teman sekelasnya mengetahui bahwa Jamel menyukai sesama anak lelaki. Sejak itu dia selalu menjadi bulan-bulanan, cemoohan, dan ejekan tanpa henti. 

Akibat bullying yang dialami Jamel, dia merasa tidak sanggup lagi untuk menjalani hidup. Hingga dia melakukan bunuh diri untuk melepaskan dirinya dari rasa pahit akibat menjadi korban bullying.

Akibat bullying, seorang ibu kehilangan anaknya

akibat bullying

Mendiang Jamel bersama ibunya.

Leia Pierce, ibu dari Jamel mengatakan, bahwa anaknya telah mengaku suka sesama lelaki sebelum tahun ajaran baru dimulai. Dia ketakutan saat mengungkapkan hal tersebut pada keluarganya. Namun, Jamel kembali percaya diri setelah seluruh keluarga memberi dukungan dan semangat, serta bangga bahwa Jamel berani jujur pada orangtuanya. 

Berkat dukungan dan cinta dari keluarganya, Jamel kemudian memutuskan untuk membuat pengakuan di sekolah bahwa dirinya adalah gay. Namun, bukan dukungan yang diterima, Jamel malah di-bully bahkan ada yang menyuruhnya bunuh diri.

Merasa patah hati dan kehilangan semangat hidup, empat hari setelah membuat pengakuan tersebut, Jamel melakukan bunuh diri. 

“Aku sedih karena dia tidak curhat padaku, aku kesal karena dia pikir bunuh diri adalah satu-satunya pilihan yang ia miliki,” papar Leia dengan sedih. 

Apapun alasannya, bullying tidak bisa dibenarkan, apalagi bila sampai membuat seorang anak mengakhiri hidupnya sendiri. Anak-anak seharusnya bisa tumbuh dengan ceria, bebas menjadi dirinya apa adanya, tanpa takut dihakimi. 

Akibat bullying terhadap anak-anak

akibat bullying

Akibat bullying bisa sangat merugikan korban. Orangtua harus peka melihat tanda-tanda bila anak mengalami bullying, beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Luka di badan, seperti memar, tergores atau lecet
  • Barang-barang yang rusak atau baju robek
  • Sering kehilangan uang atau barang
  • Pola makan anak berubah drastis
  • Perilaku merusak diri sendiri
  • Kurang tidur dan sering bermimpi buruk
  • Sering sakit atau pura-pura sakit

Artikel terkait: 9 Strategi Mengajari Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying (Perundungan)

Sebagai orangtua, kita harus peka dengan tanda-tanda di atas. Jangan menunggu anak membuka diri pada kita, tanyakan padanya apa yang terjadi bila melihat perilaku anak berubah. Jangan sampai anak merasa tidak punya pilihan lain selain mengakhiri hidupnya. 

Dukungan orangtua pasti bisa membantu anak untuk bangkit dari keterpurukan mental akibat bullying. Sehingga dia bisa lebih kuat, dan mencari solusi lain untuk menjalani hidupnya dibandingkan bunuh diri. Anak berhak merasa didukung dan dicintai, apapun yang terjadi. 

Mari lindungi anak kita dari bullying dengan membekalinya kepercayaan diri dan selalu ada untuknya saat dia tampak sedih. 

 

Disadur dari artikel Sabrena Jefri di theAsianparent Singapura

Baca juga: 

Miris! Tangis Ayah ini pecah saat menemukan anaknya gantung diri

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Tak tahan dibully, bocah 9 tahun bunuh diri, ini curhatan ibunya
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti