9 Kesalahan Orangtua yang Jadi Penyebab Anak Gampang Sakit

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berusaha agar anak sehat memang tak ada salahnya. Namun jangan sampai Anda melakukan 9 kesalahan berikut yang justru jadi penyebab anak gampang sakit.

Setiap orangtua ingin anaknya sehat sehingga mereka akan melakukan apa pun untuk menjaga kesehatan anak. Sayangnya, tanpa sadar orangtua malah melakukan 9 kesalahan ini yang justru jadi penyebab anak gampang sakit.

Berikut daftar kesalahan orangtua yang harus dihentikan karena menjadi penyebab anak gampang sakit seperti disarikan dari Reader’s Digest:

1. Membuat rumah jadi terlalu bersih

Standar kebersihan yang ada di rumah tinggal dan rumah sakit tentu saja berbeda. Rumah tak perlu dijaga kebersihan maupun hiegienitasnya seperti di rumah sakit.

Pasien yang berada di rumah sakit memiliki daya tahan tubuh yang berbeda sehingga perlu adanya standar hiegienitas yang lebih bersih agar tidak menulari orang-orang lain yang bekerja di rumah sakit maupun para penjenguk.

Rumah yang terlalu bersih akan membuat anak jadi kurang pengalaman bersentuhan dengan berbagai bakteri maupun virus yang sering jadi penyebab anak gampang sakit. Anak perlu dilatih untuk menghadapi bakteri maupun virus agar daya tahan tubuhnya.

Artikel terkait: Tips praktis membersihkan rumah agar lebih sehat dan nyaman.

2. Terlalu banyak memberikan sabun untuk anak

Memberikan banyak sabun anti bakteri dengan volume air yang banyak seolah memang membuat anak jadi lebih bersih. Nyatanya, hal itu justru akan membuat kulitnya kering dan pertahanan tubuhnya terhadap bakteri jadi makin lemah.

Anak hanya butuh basuhan sederhana yang akan membuat kotoran di kulitnya pergi. Tak perlu menggunakan sabun dan air berlebihan untuk membuat seluruh kuman menjauh.

3. Membersihkan dot maupun teether yang jatuh

Beberapa orangtua khawatir sekali dengan kebersihan dot, empeng, mainan maupun teether yang dimasukkan mulut. Apalagi jika dot atau teether tersebut pernah jatuh ke lantai, orangtua pun buru-buru membersihkannya.

“Membersihkan benda yang masuk ke mulut anak dengan air hangat memang dapat membuatnya steril. Namun terlalu sering melakukannya hanya akan membuat anak Anda rentan terhadap kuman dan bakteri di sekitarnya,” ujar dr. Gilbert kepada NPR.

4. Khawatir saat cuci piring dengan tangan

Spons dan peralatan makan bekas pakai memang kotor dan penuh bakteri penyebab anak gampang sakit. Namun dokter Gilbert menyatakan bahwa kadang terpapar bakteri saat mencuci piring itu baik untuk menguji daya tahan tubuh anak.

Namun, Anda juga perlu waspada dengan mikroba yang berasal dari jamur maupun cacing yang mungkin menjangkiti tubuh. Jika daya tahan tubuh kita sedang turun dan terpapar mikroba tersebut, maka penyakit kulit akan mengincar kita.

5. Takut menerapkan prinsip ‘belum lima menit’

Tradisi jaman dulu yang ketika makanan jatuh langsung diambil kembali dan dimakan lagi itu tak sepenuhnya salah. Kuman dan bakteri butuh beberapa waktu untuk bisa benar-benar menempel pada makanan.

Saat makanan anak jatuh ke lantai rumah dan ia memungutnya kembali, Parents  tak perlu panik dan buru-buru memaksanya untuk membuang makanan ya…

6. Berlebihan menggunakan produk anti bakteri

Produk anti bakteri seperti tisu basah dan gel antiseptik memang menggiurkan dalam promosinya memberantas bakteri. Padahal, semakin sering kita menggunakannya, maka akan semakin memperlemah pertahanan kita terhadap bakteri.

Ketika akan makan, cucilah tangan dengan air, bukan dengan mengusapkan tisu basah maupun produk anti bakteri yang lain. Tampaknya memang kelihatan bersih, namun belum tentu baik.

Artikel terkait: 14 Pembersih ramah lingkungan buatan sendiri.

7. Melarang anak berinteraksi dengan hewan

Hewan peliharaan rumah biasanya memiliki standar kebersihan tertentu. Misalnya, kucing dan anjing harus divaksin dan rutin dimandikan.

Parents tak perlu khawatir jika anak berinteraksi dengan hewan peliharaan. Kalau ia dijilat oleh anjing kesayangannya, belum tentu hal ini yang jadi penyebab anak gampang sakit.

Justru “mengakrabkan” bakteri satu sama lain membuat daya tahan tubuhnya berkembang.

8. Membuka jendela

Beberapa rumah memang memiliki fasilitas air conditioner (AC) di seluruh ruangan yang membuat udara luar tidak masuk rumah. Sekilas rumah memang tampak steril dari debu di luar maupun angin.

Padahal, menutup rapat rumah akan membuat anak gampang sakit ketika ia terpapar udara bebas. Apalagi jika anak terus-terusan beraktivitas di dalam ruangan, mulai dari rumah, sekolah, dan mall.

Bagi yang tinggal di rumah kecil sederhana pun, upayakan ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dan jendela dengan ventilasi yang baik. Hal ini dapat mencegah udara di dalam rumah menjadi pengap.

9. Filter udara yang mahal

Tak perlu harus memiliki filter udara di dalam rumah yang mahal. Filter sederhana seperti kipas angin exhaust yang diletakkan di antara dinding indoor dan outdoor juga dapat sedikit membantu.

Kecuali jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki alergi tertentu, maka filter udara khusus alergi memang wajib digunakan. Jadi, gunakan keperluan rumah tangga sesuai fungsi dan kebutuhannya saja.

Berhati-hati dalam memilih produk kebersihan dan tidak perlu merasa takut kotor akan membantu anak mengembangkan jiwa petualangannya kelak. Karena, Anda tak akan selalu dapat mengawasi kebersihannya.

Prosedur kebersihan yang wajar akan cukup untuknya. Misal, rutin mandi, sikat gigi, ganti baju maupun celana dalam setiap hari, dan bersih-bersih rumah seperlunya dapat membantu sistem imun tubuhnya beradaptasi dengan banyak kondisi.

Yuk, sebarkan artikel ini agar banyak orangtua tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

Baca juga:

Seru Banget! Lihat 5 Video Kegembiraan Anak-Anak Bermain Lumpur Ini

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan