7 Tips Memberikan Makanan Pendamping ASI yang Sebaiknya Bunda tahu

7 Tips Memberikan Makanan Pendamping ASI yang Sebaiknya Bunda tahu

Bunda, sebelum memberikan makanan pendamping ASI kepada batita anda simak tips berikut.

Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk Batita pasti berbeda dengan ketika memberikan MPASI saat mereka masih bayi yang baru mulai mengecap makanan padat.

Saat masih baru mengenal MPASI, umumnya bayi akan "pasrah" saja dengan menu yang diberikan pada mereka. Celakanya, seiring dengan bertambahnya usia mereka, kemampuan mereka untuk menolak makananpun semakin meningkat. Saat ini batita sudah bisa berkomunikasi dan menunjukkan bahwa mereka suka atau tidak suka akan makanan yang kita berikan.

Bunda, untuk mengatasi kesulitan dalam memberikan makanan pendamping ASI ke ananda, simak tips dari Dr. Glenn Berall, Direktur Program Pediatri dan Medis RSU North York, Toronto, yang dijamin akan membuat anak mau makan tanpa membuat mereka keluar air mata se tetes pun.

1. Perkenalkan variasi makanan sedini mungkin


Dr. Berall menyarankan bahwa orang tua harus memperkenalkan berbagai makanan sedini mungkin. Memberikan makanan pendamping ASI yang bervariasi sejak dini akan meningkatkan kemungkinan mereka mempertahankan diet seimbang saat mereka dewasa nanti.

2. Berikan contoh


Anak-anak adalah peniru terbaik dari orang tua mereka, begitu juga dengan batita Anda. Jika anak-anak melihat orang tua mereka mempunyai pola makan yang sehat dan itu tersedia di meja makan, maka mereka akan mengikutinya.

3. Anjuran 3 hari


Saat usia anak 6 bulan sebaiknya Anda mengikuti "anjuran 3 hari" dalam mengenalkan makanan pendamping ASI. Anjuran ini maksudnya perkenalkanlah satu jenis makanan baru selama 3 hari berturut-turut untuk melihat adanya kemungkinan alergi. Mengapa harus 3 hari? Karena alergi belum tentu langsung muncul setelah makan.

4. Jangan memaksa


Anda mungkin memiliki anak yang agak sulit menerima makanan baru atau susah sekali makan. Jangan terlalu galau dan khawatir, tetap tenang Bunda, karena memaksa anak untuk makan akan memperburuk keadaan terlebih anaknya memang belum lapar.

Pada saat ini ikuti terlebih dahulu pola makan anak. Jangan memaksa anak apalagi dengan makanan baru. Prinsip dasarnya adalah "menggoda" dengan makanan, bukan "memaksa".

Anda juga tidak boleh marah kalau ternyata saat perkenalan itu mereka akan mempunyai ekspresi yang berbeda seperti menyentuh-nyentuh atau mengendusnya terlebih dahulu sebelum memakannya. Hal tersebut normal sebagai tanda mereka mempunyai rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru.

5. Sabar


Jika bunda ingin menambah porsi atau mengganti menu tertentu, lakukan secara bertahap, terutama perpindahan dari makanan bertekstur lunak (bubur) ke makanan padat.

Setiap anak mempunyai fase perkembangan yang berbeda. daripada bunda memarahi anak-anak, lebih baik sisipkan makanan yang tidak disukai diantara makanan yang disukai, misal memasukkan sayur ke dalam adonan bakso.

6. Ikuti perkembangan anak


Mengikuti perkembangan kemampuan anak bisa menjadi strategi yang jitu. Batita selalu ingin "bisa", termasuk ingin sekali bisa makan sendiri.

Biarkan mereka makan sendiri sambil sesekali suapi dengan sendok lain. Walaupun akhirnya akan berantakan tapi mereka merasa senang melakukan hal itu dan tidak terasa makanannya akan habis. Membuat makanan yang mudah dipegang (finger food) juga bisa menjadi solusi.

7. Memilih gaya memberikan makan yang benar


Gaya memberikan makan seperti apa yang bunda terapkan: apakah melakukan kontrol dengan memaksa, teledor karena bunda adalah orang yang sibuk, atau justru memanjakan dengan menuruti apa saja keinginan anak tanpa batas atau pertanyaan.

Idealnya, orang tua harus berusaha untuk berlatih gaya makan responsif yang mendorong anak untuk memanfaatkan kemampuan perkembangan, sementara masih menempatkan batas-batas di tempat untuk mencegah kebiasaan makan yang buruk.

Bunda, semoga informasi di atas bermanfaat.

Referensi : http://sg.theasianparent.com

Sudah bukan menjadi rahasia umum bila ASI mengandung berbagai nutrisi baik bagi tumbuh kembang si kecil. Selain makanan pokoknya tersebut, bunda juga bisa memberikan MPASI ketika sistem pencernaan si kecil mulai tumbuh sempurna. Sebagai pelengkap, makanan satu ini membantu si kecil untuk mulai beradaptasi dengan makanan jenis lain. Apa saja MPASI yang bisa diberikan kepada si kecil ? Simak ulasan berikut.

Berbagai Makanan Sampingan Bagi Buah Hati

1. Pisang

Terkenal dengan rasanya yang begitu nikmat, tidak mengherankan bila buah ini banyak disenangi oleh masyarakat. Selain kelezatannya, buah pisang juga menawarkan berbagai kandungan baik bagi tubuh. Umumnya masyarakat akan menambahkan buah pisang dalam adonan bubur, yang kemudian diberikan kepada sang buah hati sebagai makanan tambahan selain pemberian ASI. Sebelum memberikan buah pisang, pastikan buah tersebut telah matang sempurna.

makanan pendamping asi pertama adalah pisang

Dapat diolah menjadi bubur maupun dikonsumsi secara langsung, buah satu ini sangat aman bagi perut si kecil. Apabila ingin memberikan buah pisang tanpa diolah, dianjurkan untuk melumatkannya sedikit saja agar lebih mudah dicerna oleh pencernaannya. Anda juga bisa mengkombinasikan si buah berwarna kuning dengan sedikit ASI, yang membuat organ pencernaan tidak perlu bersusah payah ketika mengolahnya.

2. Pepaya

Teksturnya yang lunak serta rasanya yang begitu lezat, nampaknya sangat cocok digunakan sebagai makanan pendamping ASI pertama. Mengandung berbagai vitamin yang baik bagi tubuh, salah satunya adanya kandungan enzim papain yang dipercaya mampu melancarkan proses pencernaan si kecil. Buah ini juga dipercaya mampu membantu si kecil dalam mengembangkan otaknya, lantaran buah ini mengandung zat besi serta asam folat.

3. Kentang

Tak ada salahnya memberikan kentang sebagai makanan tambahan. Selain mengenyangkan, Anda bisa memperkenalkan rasa gurih yang mungkin pertama kali dirasakannya. Hanya perlu direbus hingga lunak dan tambahkan sedikit susu, dijamin si kecil akan ketagihan mengkonsumsinya sejak pertama kali mencobanya. Teksturnya yang lumayan lembut, membuatnya nyaman dicerna di dalam organ pencernaannya.

4. Labu Kuning

Dikenal sebagai buah yang mengandung serat tinggi dan berbagai kandungan lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh, cobalah untuk memberikannya kepada si kecil sebagai makanan tambahannya. Mulai dari vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B3, beta karoten, hingga Niacin ada di dalam si labu kuning. Setelah mengetahui banyaknya kandungan baik di dalamnya, tak jarang para ibu saling berebut membelinya.

makanan pendamping asi pertama adalah labu kuning

Selain mengandung berbagi vitamin, buah satu ini juga dipercaya mengandung mineral cukup tinggi sehingga sangat aman dikonsumsi. Ditambah dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, dipastikan si kecil tidak akan menolaknya begitu saja. Dengan kelebihannya tersebut, tampaknya buah ini sangat cocok diberikan sebagai awal mula memulai tahapan makan agar nantinya organ pencernaan akan terbiasa.

5. Alpukat

Tidak ada yang bisa menolak kelezatan si buah alpukat, lantaran rasanya yang sedap sekaligus mengenyangkan. Teksturnya yang tak kalah jauh dengan pisang, membuatnya sangat cocok diberikan kepada si kecil yang baru saja mencoba jenis makanan lain. Mengandung berbagai vitamin, magnesium serta lemak baik bagi tubuh, sehingga tidak ada salahnya mencoba memberikannya sebagai makanan tambahan.

6. Wortel

Tak hanya buah semata, wortel juga bisa menjadi makanan pendamping ASI pertama yang baik bagi tubuh si kecil. Bahkan dapat dikatakan bila sayuran satu ini bisa direkomendasikan untuk diberikan, mengingat wortel mengandung vitamin A serta mineral yang cukup tinggi untuk mencukupi kebutuhan hariannya. Apabila ingin memberikannya kepada si kecil, silahan merebus wortel terlebih dahulu sebelum mengolahnya menjadi bubur.

7. Ubi Jalar

Makanan sederhana satu ini juga bisa dijadikan sebagai alternatif yang sangat menyehatkan bagi si kecil. Anda hanya perlu mengukusnya hingga matang dan lumatkan bersama dengan ASI, dijamin si kecil akan merasa senang dan ingin mengkonsumsinya lagi dan lagi. Dapat membantu dalam proses pertumbuhan, tidak heran bila ubi jalar banyak dicari oleh para ibu yang memiliki bayi. Mengandung berbagai vitamin baik bagi tubuh, tidak ada alasan untuk tidak memberikannya.

makanan pendamping asi pertama adalah ubi jalar

Memasuki usia kurang lebih 6 bulan, tampaknya Bunda perlu memberikan makanan jenis lain untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Meski dapat dikatakan bila ASI masih menjadi sumber nutrisi utama, namun si kecil juga memerlukan berbagai nutrisi lainnya yang bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan lain. Mulai memberikan bubur dengan tambahan bahan alami dianggap sebagai makanan alternatif terbaik bagi tumbuh kembangnya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner