7 Tanda Anda Adalah Ibu yang Bahagia

7 Tanda Anda Adalah Ibu yang Bahagia

Bunda, apakah ketujuh tanda ini Anda miliki semuanya? Kami yakin Anda adalah ibu yang bahagia, bahkan paling bahagia di dunia ini.

Manusia hidup di dunia pasti ingin merasakan bahagia. Ada orang yang bahagia setelah punya banyak uang. Ada juga orang yang bisa bahagia dengan kondisi keuangan yang biasa-biasa saja. Apa yang membuat Anda menjadi ibu yang bahagia?

Beberapa ibu yang kami wawancarai mengatakan, mereka mendahulukan kebahagiaan pasangan dan anak daripada kebahagiaan mereka sendiri. “Aku bahagia kalau anak/suamiku juga bahagia,” begitulah kira-kira.

Bagaimana jika anak atau pasangan menyakiti hati sang ibu suatu hari nanti, apakah ia akan tetap menjadi ibu yang bahagia?

Bunda, seorang ibu dapat dikatakan sedang berbahagia jika ia menunjukkan tanda-tanda di bawah ini.

1. Selalu berkata jujur

Ibu yang selalu berkata jujur pada anak akan mendapatkan simpati dan rasa hormat dari anak-anaknya. Ia tidak ragu mengatakan hal yang sesungguhnya, meski itu tidak mengenakkan.

Misalnya, Anda bilang terus terang pada anak acara jalan-jalan ke Dufan batal karena Anda ada tugas kantor mendadak. Anda tidak bilang acara ke Dufan batal karena ada banjir atau Dufan sedang tutup hanya untuk menutupi rasa bersalah Anda.

2. Selalu mendengarkan

Banyak orang ingin didengar, tapi orang yang mau mendengarkan bisa dihitung dengan jari. Orang yang hanya ingin didengar adalah orang yang tidak bahagia, karena ia khawatir dirinya tidak diperhatikan siapa-siapa.

Ibu yang bahagia tidak mengkhawatirkan hal itu. Ia tahu bagaimana membuat dirinya berharga dan dicintai, yaitu dengan mendengarkan semua yang dikatakan anak-anaknya.

Ia menganggap suara anak yang sedang bicara itu merdu. Saat berbicara dengan anak, ia mencoba memahami jalan pikiran si anak. Ini sangat Anda butuhkan agar Anda tidak terkejut menghadapi perilaku anak saat ia remaja.

3. Tidak malu bermain bersama anak

Ibu yang bahagia mahir membuat anak-anaknya tertawa, baik dengan melontarkan lelucon atau bermain bersama mereka.

Dewasa ini jarang sekali kita melihat orangtua yang mau ngegame bareng anak di pusat permainan, atau bermain air bareng anak di kolam renang. Orangtua cenderung menjaga jarak, karena mereka pikir bermain hanya untuk anak-anak.

Yah, selama tidak ada tanda ‘orangtua dilarang bermain di sini’, tak ada yang menghalangi Anda bersenang-senang bersama anak kan? Lagipula, bermain bareng anak bisa meredakan stres loh.

Artikel terkait: Bunda merasa lelah tapi anak ajak bermain? 6 permainan seru ini bisa dicoba!

4. Tidak mengharap kesempurnaan

Rasa bahagia yang dirasakan sang ibu, membuatnya menepis tuntutan semua hal harus dilakukan dengan sempurna.

Ibu yang bahagia akan berkata, “Oh, kamu ngompol ya Dik,” ketika anak balitanya masih mengompol pada saat ia sedang menerapkan potty training (belajar buang air sendiri).

Ibu yang bahagia tahu setiap orangtua punya cara sendiri dalam mengasuh anak. Sikap seperti ini akan berguna ketika Anda bergabung dengan forum online dan berdiskusi dengan ibu-ibu lain seputar pemberian ASI, MPASI, pengasuhan anak, dll.

5. Bisa membahagiakan orang lain

Bagaimana mungkin bisa membahagiakan keluarga jika kita sendiri tidak merasa bahagia?

Ibu yang bahagia akan berusaha mencari tahu semua hal yang disukai anak dan pasangan. Ia akan memasak makanan, membelikan buku, majalah atau film sesuai selera mereka.

Itu semua ia lakukan bukan karena ingin mendapat pujian, melainkan untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya.

6. Berpikiran terbuka

Bermain lilin mainan/ plastisin baik untuk anak, karena ia bisa mengembangkan daya imajinasi seluas-luasnya. Maka ibu yang bahagia tidak akan marah jika si anak mencampur lilin mainan berwarna biru dan merah jadi satu.

Ia juga tidak marah saat anak mencoba menciptakan bentuk lain yang tidak ada pada petunjuk penggunaan. Ia tahu anak akan berhenti berimajinasi ketika sang ibu berseru, “Hei, bukan begitu caranya Dik. Kamu salah.”

7. Bisa mengatasi kesedihan

Apa yang sedang Anda simpan dalam hati saat ini, bahagia atau duka lara? Percaya atau tidak, anak-anak bisa merasakan apa yang Anda rasakan, meski Anda tidak mengatakan apapun pada mereka.

Kalau hati kita bisa bahagia terus sih tidak masalah, tapi itu tidak mungkin bukan?

Penting bagi seorang ibu untuk menerima apa yang ada dalam dirinya (self-acceptance), karena penolakan adalah reaksi negatif yang akan merusak rasa bahagia.

Bunda, manakah di antara tanda-tanda di atas yang ada pada diri Anda saat ini?

Referensi : Candy House Blog

Baca juga:

Sudahkah Anda Menjadi Ibu yang Bahagia?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner