Dokter kandungan: "Melahirkan normal pasca caesar itu berisiko tinggi!"

lead image

Cara apapun yang Bunda pilih sebenarnya sama baiknya. Namun, bisakah melahirkan secara normal setelah caesar?

Sebagian besar ibu yang pernah menjalani persalinan caesar ternyata juga ingin merasakan proses melahirkan normal (vaginal birth). Namun, apakah persalinan normal pasca caesar mungkin dilakukan?

Seperti yang dialami oleh Tania Ranidhianti (35), ibu dari dua orang anak – Nico (5 tahun) dan Yumnaa (8 bulan). Saat melahirkan anak pertamanya 5 tahun yang lalu, Tania sebenarnya berniat melahirkan secara normal.

Namun hingga minggu ke-40 belum ada tanda-tanda bahwa Tania akan melahirkan. Sementara itu, usus Nico sudah mulai penuh dan dikhawatirkan akan mengotori air ketuban.

Dokter sudah melakukan induksi tetapi bayi masih juga belum masuk di jalan lahir. Akhirnya, Nico lahir dengan persalinan caesar.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/persalinan normal pasca caesar nico dan yumnaa.jpg Dokter kandungan: Melahirkan normal pasca caesar itu berisiko tinggi!

Nico dan Yumnaa.

Empat tahun kemudian, ketika mengetahui dirinya hamil lagi, Tania sudah membulatkan tekad ingin merasakan vaginal birth. Ia pun banyak membaca tentang persalinan normal pasca caesar.

Dokter kandungannya mengatakan bahwa mungkin saja untuk VBAC (Vaginal Birth After C-Section), apalagi jarak kehamilan pertama dan kedua yang cukup jauh. Syaratnya, Tania harus rajin kontrol ke dokter untuk dipantau berat bayinya.

Memang, persalinan normal pasca caesar tidak bisa dilakukan semua orang karena merupakan persalinan yang risikonya besar.

Selengkapnya: Mungkinkah Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar?

Dokter kandungan ini beri peringatan tentang persalinan normal pasca caesar

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/persalinan normal pasca caesar status fb.jpg Dokter kandungan: Melahirkan normal pasca caesar itu berisiko tinggi!

Dokter Yudhistira SpOG dalam postingan di laman Facebook-nya mengatakan:

VBAC ITU HIGH RISK (BERISIKO TINGGI)

Tapi kita memang suka mengambil risiko… ya kan? VBAC adalah Vaginal Birth After C-Section alias lahiran vaginal setelah riwayat operasi sesar.

Kebanyakan yang pernah sesar sangat ingin sekali berhasil VBAC. Mereka bertanya pada yang sukses VBAC tipsnya apa.

Pertanyaan yang wajar. Namanya juga orang pengen.

Seolah keberuntungan yang didapat orang lain yang berhasil VBAC bisa diulangi olehnya, direplikasi. Dilakukan kembali dengan sukses oleh orang yang berbeda.

Padahal, berbeda kondisinya, berbeda diagnosisnya, berbeda ketebalan rahimnya, berbeda lokasi melahirkannya, akan berbeda keberuntungannya. Sehingga paling tepat itu tanya dokternya.

Dokternya nanti akan menganalisis apakah peluang VBAC ada atau kecil. Kalau peluang kecil, ya sarannya pasti enggak VBAC tetapi ERCS (Elective Repeated C-Section).

Jadi, bukan pro-VBAC atau pro-SC, tapi pro-analisis. Dan analisis ini meliputi banyak hal, termasuk kondisi kenyataan di lapangan.

Hal paling sulit di Indonesia untuk melakukan VBAC adalah kondisi lapangan. 

Salah satu kontraindikasi VBAC adalah “Lack of resources to perform emergency CS”. Artinya belum semua tempat memiliki sumber daya 24 jam untuk sesar. 

Untuk sesar memerlukan 3 dokter standby di RS: obgyn, anak, dan anestesi selama 24 jam. Selain butuh lain-lain.

Kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk bisa seperti itu di semua RS, baru di beberapa RS. Mungkin nanti, besok, atau lusa.

Pesan dokter kandungan jika ingin menjalani persalinan normal pasca caesar

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/persalinan normal pasca caesar 1.jpg Dokter kandungan: Melahirkan normal pasca caesar itu berisiko tinggi!

Jadi kesimpulannya:

1. VBAC adalah tindakan berisiko tinggi yang hanya direkomendasikan pada kasus selektif. Tidak semua kasus bisa. Dengan syarat selektif yang tinggi, salah satunya adalah tempat dan lokasi RS tertentu.

2. VBAC hanyalah sebuah percobaan. Trial of Labor After C-Section. Bisa gagal, bisa berhasil, bisa sehat, bisa komplikasi. Hanya yang siap dengan semua risiko yang boleh menjalani VBAC.

3. Ada dokter yang pro-VBAC? Ada yang pro-SC? Enggak. Setiap dokter, tempat kerjanya saja berbeda-beda. Fasilitasnya juga tak sama. Lalu, kondisi saat ini belum memungkinkan untuk standby di semua RS.

Dokter hanya menganalisis dan menimbang, dari faktor medis teknis dan non-teknis. Lalu menyimpulkan, terbaik untuk pasiennya yang mana. 

Setelah itu, keputusan kembali di tangan pasien kok. Menerima kesimpulan dokter atau menolak.

Terakhir:

Peluang terbesar Anda untuk lahiran vaginal adalah pada kelahiran pertama, bukan saat sudah pernah sesar. Kalau yang pertama sesar, maka peluang untuk lahiran vaginal menurun.

Berusahalah sekuat tenaga di kehamilan pertama. Korbankan beberapa hal lain di kehamilan pertama, kalau Anda sanggup.

Sesuai saran dokter Yudhistira, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan jika ingin melakukan persalinan normal pasca caesar. Yang paling penting adalah apapun persalinan yang dijalankan, Anda harus mengutamakan keselamatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan.

Adakah Bunda yang pernah menjalani VBAC? Share kisah Anda dengan kami di kolom komentar, yuk!

 

Baca juga:

9 Fakta yang Bunda Perlu Ketahui tentang Persalinan Normal Setelah Cesar

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.