5 Trik Agar Si Kecil Dapat Berpisah dengan Mainan Kesayangannya

5 Trik Agar Si Kecil Dapat Berpisah dengan Mainan Kesayangannya

Bila si kecil ingin membawa mainan ke mana-mana tentu merepotkan. Bisa dibayangkan bila boneka berbaterai dibawa untuk menemai mandi. Bagaimana triknya?

Mainan kesayangan si kecil tidak akan dengan mudah dilepaskannya.

Mainan kesayangan si kecil tidak akan dengan mudah dilepaskannya.

Lebih mudah memindahkan gunung daripada memisahkan si kecil dari mainan baru yang sangat disukainya. Semua orang tua pasti mengalami saat-saat di mana ada benda kesukaan anak, entah itu boneka beruang lusuhnya, mainan robot yang sudah tidak utuh lagi, atau banyak lagi.

Simak beberapa tips berikut yang bisa Anda terapkan untuk membuat si kecil meninggalkan mainan kesayangan mereka di rumah saat bepergian, atau melarang si kecil membawa mainan tertentu ke kamar mandi.

1. Personifikasi mainan tersebut

Personifikasi benda tersebut, beri pujian, nama, umur dan sifat.. “Si Teddy ini lucu dan pintar ya? Pasti ia suka sekali bermain denganmu.” Bagi anak-anak, terutama perempuan, menjadikan sebuah obyek sebagai bayi akan membuatnya senang.

2. Beri alasan

Beri alasan mengapa si benda kesukaan anak ini harus ditinggal di rumah, saat bepergian. Misalnya: “Teddy suka bermain, sih, tapi sekarang ia capek, jadi harus istirahat”.

Jika cara ini masih belum berhasil juga, beri peran dalam mengurus rumah. “Teddy kan harus menjaga rumah dan mobil kita, saat kita pergi.”

3. Libatkan si kecil

Libatkan si kecil saat mengucapkan selamat tinggal pada si mainan kesayangan. “Peluk si Teddy ya, beri ciuman.” Atau, “Selamat malang Teddy!” atau “Taruh Teddy dekat jendela ya supaya ia bisa mengawasi mobil kita.” Atau “Kita pergi dulu ya, Teddy, kita tidak pergi lama, kok

atau, “Kita mandi dulu ya, si Teddy mau bobo dulu di kamar. Teddy, tunggu aku sebentar ya. Aku mandi dulu.”

4. Hibur si kecil

Nah, ini yang tidak mudah! Menyuruh si kecil meninggalkan mainan kesayangan pasti akan disertai dengan tangisan, penolakan, dan berbagai macam bentuk tantrum dan kerewelan lainnya.

Tetapi kalau si kecil dibiarkan mengucapkan selamat tinggal sebelum meninggalkan rumah, ia akan merasa nyaman karena ia tahu bahwa benda kesukaannya sedang menunggu di rumah.

5. Balikkan argumen mereka

Si kecil yang kritis pasti sempat menolak saat mainan kesayangan mereka harus ditinggal di rumah. “Bunda, Teddy kan takut di rumah sendiri,” atau “Teddy nanti sakit kalau ditinggal di dalam mobil,” adalah kalimat yang kemungkinan besar akan terucap.

Jika ini yang terjadi, balikkan argumen mereka dengan mengatakan bahwa si Teddy sudah bilang kepada Anda bahwa ia memang ingin tinggal di rumah saat itu. Ingat, Anak merasa bahwa benda kesukaan mereka merasakan hal yang sama. Hargai perasaan mereka, sehingga lama-kelamaan, mereka pun tidak lagi tergantung dengan mainan kesayangan tersebut.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner