4 Penyebab Kesalahan USG Dalam Prediksi Jenis Kelamin Bayi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Menebak jenis kelamin bayi melalui USG tidak selamanya akurat. Beberapa faktor berikut ini bisa menjadi penyebab kesalahan USG terjadi.

Biasanya, ibu hamil akan melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Namun tak selamanya pemeriksaan USG ini bisa menebak jenis kelamin bayi dengan akurat.

Ada ibu yang mendapatkan hasil USG anaknya perempuan, tapi malah setelah lahir anaknya ternyata laki-laki. Begitupun sebaliknya. Kesalahan USG dalam menebak jenis kelamin bayi ini, bisa terjadi karena beberapa faktor.

Melansir dari laman Verywell, berikut ini adalah hal-hal yang bisa menyebabkan kesalahan USG dalam memprediksi jenis kelamin bayi.

1. Usia kandungan yang tidak tepat

Waktu terbaik untuk menentukan jenis kelamin bayi melalui USG ialah pada usia kehamilan antara 18-20 minggu. Bila USG dilakukan sebelumnya, kemungkinan besar yang terlihat bukanlah bagian luar kelamin bayi, namun tuberkulum genital.

USG yang dilakukan melebihi usia kandungan 18-20 minggu, akan semakin sulit karena bayi bertambah besar sehingga lebih susah untuk melihat jenis kelaminnya.

2. Peralatan

Mesin USG tidak semua dibuat dengan kualitas yang sama. Ada beberapa mesin yang sudah terlalu lama digunakan, sehingga tidak bisa memberikan hasil yang akurat.

3. Bayi tidak mau bekerjasama

Beberapa ibu mengaku, saat dilakukukan USG, posisi bayi tidak memungkinkan untuk melihat jenis kelaminnya. Bila hal ini terjadi, sonografer tidak bisa memastikan jenis kelamin bayi. Atau malah memberi prediksi dari sudut pandang posisi bayi itu sendiri.

Menebak jenis kelamin bayi juga bisa terjadi saat posisi bayi sungsang, kedua kakinya menyilang, atau tangannya terletak di area kelamin. Posisi ini bisa membuat sonografer yang kurang berpengalaman, melakukan kesalahan dengan menyebut bayi perempuan sebagai bayi lelaki, karena tali pusar bayi ada di area kelaminnya.

Sonografer yang lebih berpengalaman juga bisa melakukan kesalahan, namun itu jarang terjadi.

4. Berat badan ibu

Ibu yang terlalu gemuk bisa menyebabkan gambar yang dihasilkan USG kurang jelas. Pemindaian pun menjadi sulit dilakukan. Jadi mungkin jenis kelamin bayi tidak bisa secara akurat dipastikan.

***

Mengetahui jenis kelamin bayi memang hal yang menyenangkan, namun lebih baik menunggu dengan persiapan matang.

Pastikan sonografer Anda berpengalaman, dan alat yang digunakan untuk pemeriksaan masih bagus dan berkualitas tinggi. Sehingga kesalahan USG dalam menebak jenis kelamin bayi bisa dihindari.

Selain itu, cara terbaik mengetahui jenis kelamin bayi adalah setelah dia lahir. Beberapa orangtua juga memutuskan untuk tidak melakukan USG, karena ingin jenis kelamin bayi jadi kejutan.

Anda pun bisa memutuskan untuk menunggu hingga bayi lahir, untuk mengetahui jenis kelaminnya. Agar tidak terjadi kesalahan USG yang bisa membuat Anda kecewa.

Bagaimana dengan Parents? Lebih memilih mengetahui kelamin anak lewat USG, atau menunggu sampai kelahirannya saja?

 

Baca juga:

Bisakah USG Mengungkapkan Semuanya?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi