TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

4 Hal Pembunuh Kreativitas Anak

Bacaan 3 menit
4 Hal Pembunuh Kreativitas Anak

Kreativitas anak disinyalir menurun pada saat mereka duduk di kelas 3 atau 4 SD. Mengapa? Berikut adalah 4 hal yang bisa menurunkan kreativitas anak.

Menjauhkan anak dari kegagalan ternyata bisa membunuh kreativitas anak

Menjauhkan anak dari kegagalan ternyata bisa membunuh kreativitas anak

Telah lama para peneliti menemukan bahwa semenjak lahir, kreativitas anak sesungguhnya sangatlah tinggi. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kreativitas anak ini menurun dengan sangat tajam terutama saat mereka memasuki tingkat 3 atau 4 sekolah dasar,

Hal ini berbeda dengan tingkat inteligensia yang bisa meningkat 10 poin seiring dengan semakin cerdasnya si Kecil karena pengaruh dan pemahamannya terhadap lingkungan. Kreativitas anak, justru bergerak sebaliknya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut adalah beberapa hasil penelitian para ahli berkaitan dengan hal tersebut.

Empat hal pembunuh kreativitas anak

1. Hadiah

Para peneliti menemukan, ternyata iming-iming hadiah dapat menghambat daya eksplorasi dan imajinasi anak. Seorang anak akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapat hadiah. Namun, sama sekali tidak ingin berusaha lebih jauh dari usaha yang ia lakukan untuk meraih hadiah tersebut.

Hadiah akan menghambat kesenangan intrinsik dari aktivitas kreatif. Sebagai orang tua kita tentu lebih ingin anak-anak kita selalu senang dengan semua kegiatan yang ia lakukan, menjadi anak yang penuh motivasi, dibanding buku laporan yang penuh dengan bintang.

2. Membayangi anak

Selalu berada di sisi si Kecil dan,- tanpa sadar,- ikut campur atau mengatur aktivitasnya justru akan mengurangi kreativitas anak itu sendiri.

Karena terbiasa diawasi dan dijaga, serta dinasehati agar mereka terhindar dari kesalahan, kegagalan, atau apa pun yang terlalu beresiko, justru akan membuat anak tidak berani mencoba lebih jauh. Dan bahkan tidak belajar bahwa kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari proses keberhasilan.

Baca juga : 10 Alasan Membiarkan Anak Belajar dari Kesalahan

3. Membatasai pilihan

Sistem pendidikan yang selama ini kita terapkan, membuat anak-anak hanya mengenal bahwa hanya ada satu jawaban yang benar dan hanya ada satu standar. Kebanyakan mainan anak-anak pun dibuat hanya dengan satu instruksi. Lebih parah lagi, jarang sekali kita membiarkan mereka untuk memilih.

Padahal membiarkan mereka memiliki banyak pilihan merupakan salah satu cara untuk berpikir lateral. Berpikir lateral adalah cara berpikir di luar batasan yang telah diberikan (out of the box) atau berpikir dengan menggunakan prespektif baru.

Untuk itulah anak-anak kreatif akan selalu punya banyak alternatif penyelesaian dan sangat antusias mengikuti rasa ingin tahu mereka.

4. Terlalu banyak memberi kegiatan pada anak

Aktivitas berorganisasi, aneka kursus dan pelatihan, aktivitas sosial,… kita selalu sibuk menjadwalkan ini dan itu untuk anak. Seolah jadwal harian si Kecil tak juga penuh. Kita terlalu sibuk menstimulasi mereka hingga kita lupa untuk menyisihkan waktu untuk kegiatan yang paling penting; yaitu “tidak melakukan apa pun”.

Sesekali membiarkan anak tanpa kegiatan apa pun, akan membantu imaginasinya berkembang, memberikan ide-ide baru dan kreatif.

Kita seringkali berkata bahwa kita sesekali butuh untuk bersantai guna mengisi ulang tenaga dan pikiran kita. Namun sayangnya kita sering lupa melakukan hal serupa untuk anak-anak kita. Padahal kita tahu, bahwa saat kita tidak melakukan apapun, di saat itu pula, ide-ide segar sering mengalir dengan deras.

Kreativitas anak berkembang ketika anak-anak merasa enjoy dengan aktivitas mereka. Pada kondisi yang tidak sempurna sekalipun. Jadi, mari lupakan sejenak kata “harus sempurna” dan biarkan anak-anak kita bereksplorasi, membuat beberapa kesalahan, mengambil resiko, dan bebas mengekspresikan ide-ide bebas mereka.

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
ref: playfullearing.net

Baca juga artikel menarik lainnya:

10 Cara Meningkatkan Kreativitas Anak

Mencari Alternatif Kata “Jangan”

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • 4 Hal Pembunuh Kreativitas Anak
Bagikan:
  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti