Bagaimana cara membedakan ciri pilek alergi dengan pilek biasa? Cek jawabannya di bawah ini, Parents.
Apa Itu Pilek Alergi?
Pilek alergi adalah peradangan pada bagian dalam hidung. Kondisi ini disebabkan oleh sesuatu zat yang menyebabkan alergi (alergen) pada anak.
Pilek alergi terjadi ketika tubuh anak menganggap seolah-olah paparan alergen yang seharusnya tidak berbahaya menjadi berbahaya, kemudian antibodi dalam tubuh Si Kecil akan melawan bakteri untuk ‘menyingkirkan’ alergen tersebut. Kondisi inilah yang memicu gejala pilek alergi.
Biasanya, paparan alergen atau zat penyebab alergi yang umum, di antaranya serbuk sari, debu, jamur, dan bulu dari beberapa jenis hewan.
Pilek alergi dapat terjadi secara musiman atau sepanjang tahun. Berikut 2 jenis pilek alergi:
- Pilek alergi musiman. Gejala anak Anda muncul pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Gejala ini dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap paparan alergen yang muncul di musim tertentu, seperti serbuk sari dari rumput, pohon, dan gulma selama awal musim panas.
- Pilek alergi sepanjang tahun. Artinya, gejala alergi anak bisa muncul kapan saja, sepanjang tahun. Gejala ini biasanya dipicu oleh alergi terhadap hal-hal yang mungkin terpapar pada anak kapan saja, seperti tungau debu rumah, hewan peliharaan, atau jamur.
Gejala dan Ciri Pilek Alergi pada Anak
Kebanyakan, anak akan mengalami gejala ringan. Beberapa ciri pilek alergi meliputi:
- Bersin-bersin
- Hidung tersumbat atau berarir (meler).
- Gatal pada hidung, tenggorokan, mulut, serta mata.
- Mata merah atau berair.
- Sakit kepala, sinus tersumbat.
- Tidak ada demam.
- Sakit tenggorokan akibat banyaknya lendir yang menetes ke tenggorokan.
- Batuk
- Sesak napas
- Kelelahan
- Infeksi telinga (bisa terjadi pada anak yang alergi sepanjang tahun).
- Anak bernapas melalui mulut.
- Hidung lecet akibat terlalu sering menyeka hidung.
Setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda, namun biasanya pilek alergi tidak mengakibatkan demam. Meskipun tergolong ringan, tetapi gejala-gejala tersebut dapat memengaruhi kualitas tidur, waktu bermain, hingga aktivitas sekolah Si Kecil.
Ingus Alergi Warna Apa?
Umumnya, cairan lendir hidung atau ingus yang keluar saat alergi berwarna bening dan encer. Gejala ini juga akan disertai mata gatal dan berair.
Sedangkan, anak-anak yang sedang mengalami pilek biasa juga mungkin mengeluarkan cairan berwarna bening, hanya saja teksturnya lebih kental. Cairan hidung yang lebih kental dan lebih berwarna biasanya menandakan proses infeksi lainnya.
Apa Perbedaan Pilek Alergi dan Pilek Biasa?

Berikut perbedaan pilek alergi dan pilek biasa, di antaranya:
|
|
Karakteristik
|
Pilek Alergi
|
Pilek biasa
|
|
Penyebab
|
Paparan alergen, seperti serbuk sari, tungau debu, debu, polusi, bulu hewan, spora jamur, dan lainnya.
|
Penularan virus yang menyebar melalui bersin, batuk, berjabat tangan, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
|
|
Penularan
|
Tidak menular
|
Mudah menular
|
|
Lamanya gejala berlangsung
|
Dalam hitungan hari hingga bulan, tergantung dengan berapa lama terkena paparan pemicu alergi.
|
3-14 hari, meskipun efek batuk bisa bertahan beberapa minggu lebih lama.
|
|
Kapan bisa terjadi?
|
Kapan pun sepanjang tahun, selama terpapar pemicu alergi.
|
Paling sering di musim dingin, tetapi bisa terjadi kapan saja.
|
|
Kapan dimulai?
|
Gejala bisa muncul segera setelah kontak dengan pemicu alergi.
|
Gejala muncul beberapa hari setelah terinfeksi virus.
|
Berikut perbandingan ciri pilek alergi dan pilek biasa dilihat dari gejalanya:
|
|
Gejala
|
PIlek Alergi
|
Pilek Biasa
|
|
Demam
|
X
|
✓
|
|
Mata gatal, merah, dan berair
|
✓
|
✓
|
|
Sakit tenggorokan
|
X
|
✓
|
|
Bersin
|
✓
|
✓
|
|
Kelelahan
|
✓
|
✓
|
|
Hidung berair dan tersumbat
|
✓
|
✓
|
|
Batuk
|
✓
|
✓
|
|
Nyeri otot
|
X
|
✓
|
Pilek alergi dan pilek biasa memiliki gejala yang serupa.Namun, perbedaan utamanya adalah penyebab dan gejalanya yang khas. Gejala pilek alergi tidak mengalami demam, sementara pilek biasa sering kali mengalami demam.
Apa Penyebab dan Faktor Risiko Pilek Alergi?

Penyebab paling umum pilek alergi pada anak-anak adalah paparan zat yang memicu alergi, di antaranya:
- Serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma
- Tungau debu yang hidup di karpet, seprai, kasur, sofa, dan furnitur lainnya di rumah
- Spora jamur
- Kotoran kecoa
- Ketombe hewan peliharaan
- Alergi makanan juga dapat menyebabkan peradangan pada hidung dan tenggorokan.
Apa saja faktor risiko yang memicu anak-anak terkena pilek alergi?
- Anak-anak dengan penyakit alergi lain, seperti eksim, alergi makanan, dan asma lebih mungkin mengalami pilek alergi. Sekitar 8 dari 10 anak dengan asma juga mengalami rinitis atau pilek alergi.
- Anak-anak yang orang tuanya memiliki alergi juga berisiko lebih tinggi terkena pilek alergi.
Pilek Alergi Obatnya Apa?

Jika kita mengetahui penyebabnya, sebagian besar gejala pilek alergi dapat diobati dengan mudah dan efektif.
Pilek alergi tidak sama dengan pilek biasa yang diakibatkan oleh infeksi virus. Karena itu agar penanganannya tepat dan proses penyembuhannya cepat, pilih obat yang pas dan efektif untuk redakan pilek alergi, dan dipercaya sejak 1971.

bodrexin Pilek Alergi adalah obat pilek alergi untuk anak dengan gejala hidung gatal berair tanpap demam dan bersin-bersin untuk anak usia 2-12 tahun. Jadi, jika Si Kecil memiliki alergi, Parents harus Siap Sedia bodrexin Pilek Alergi yang Ahlinya Redakan Pilek Alergi Keluarga Indonesia.
***
Baca Juga:
Atasi Masalah Flu dan Batuk Si Kecil, Tempo Scan Pasific Hadirkan bodrexin Flu & Batuk PE Dry Syrup
Cara Tepat Memilih Obat Batuk Anak Sesuai dengan Gejalanya
Batuk kering dan berdahak, bisakah diatasi dengan obat yang sama?
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.