10 Warisan Genetik Orangtua Kepada Anak yang Perlu Kita Sadari

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Apa yang diwariskan orangtua melalui DNA tidak hanya penampilan fisik. Kemampuan otak, penyakit, bahkan kemampuan bersosialisasi juga termasuk di dalamnya.

Biasanya, saat menganalisa miripkah kita dengan orangtua. Kita akan terjebak pada tampilan fisik semata, seberapa mirip kita dengan orangtua kita.

Selain fisik, ternyata orangtua juga mewariskan hal-hal lain dalam DNA-nya yang masuk ke dalam tubuh kita. Seperti kemampuan akademik, penyakit, hingga kecenderungan terhadap hal-hal tertentu.

Dilansir dari laman brightside.me, berikut ini 10 hal yang diwariskan dari orangtua dan jarang kita ketahui.

1. Tingkat kolesterol yang tinggi

Banyak orang menganggap bahwa tingkat kolesterol yang tinggi dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat. Namun ternyata beberapa kasus kolesterol tinggi tidak dipengaruhi oleh pola makan, namun oleh genetik.

Sekitar 1 dari setiap 500 orang memiliki mutasi genetik istimewa, yang mengakibatkan menumpuknya kolesterol di dalam darah mereka. Orang-orang seperti ini akan tetap memiliki kolesterol tinggi meski sudah menerapkan gaya hidup sehat.

2. Pola kebotakan rambut berasal dari Ibu

Salah satu gen yang berperan dalam kebotakan rambut terletak di kromosom X. Pria mewarisinya dari ibu mereka.

Tapi jangan keburu menyalahkan ibu atas penipisan di rambut Anda. Ada beberapa gen lain yang juga berperan dalam proses kebotakan, termasuk gen yang berasal dari ayah.

Disamping itu, faktor lingkungan juga memengaruhi dalam masalah kerontokan rambut.

3. Kesuksesan akademik

Kesuksesan di bidang akademik, 55%-nya bergantung pada gen yang diwariskan orangtua. Ribuan gen berperan langsung dalam kemampuan Anda di bidang akademik.

Baca: Ahli Genetika: Anak Laki-laki Mewarisi Gen Kecerdasan Dari Ibu

Jadi jika orangtua Anda memiliki kemampuan akademik yang cukup bagus selama sekolah, Anda juga memiliki potensi untuk memiliki kemampuan yang sama.

4. Kecintaan pada kopi

Para ilmuwan melakukan sebuah studi perbandingan antara orang-orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi, dengan orang-orang yang tidak memiliki kecanduan terhadap kopi.

Ternyata, mereka yang tidak kecanduan kopi memiliki set gen tertentu di dalamnya. Yang membuat mereka menyerap kafein secara lebih lambat, sehingga mereka tidak memerlukan asupan kafein hanya untuk meningkatkan energi.

5. Serangan diabetes dewasa pada usia muda

Diabetes tipe 2 biasanya menyerang orang yang lanjut usia. Tapi terkadang penyakit tersebut juga menyerang anak-anak dan remaja yang memiliki kehidupan aktif.

Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik, meskipun gaya hidup dan pola makan juga bisa memengaruhinya.

6. Buta warna diwariskan dari ibu

Ketidakmampuan seseorang membedakan beberapa warna tertentu biasanya diwariskan dari orangtua. Gen yang menyebabkan ketidakmampuan ini biasanya diwariskan oleh anak lelaki dari ibunya.

Hal ini dikarenakan, anak lelaki hanya mewarisi satu kromosom X dari ibu. Sehingga jika kromosom tersebut ‘cacat’, maka tidak ada yang bisa menyempurnakannya.

Sedangkan anak perempuan memiliki dua kromosom Y dari ayahnya. Sehingga jika salah satu kromosom rusak, maka ada cadangan kromosom untuk menggantikannya.

7. Intoleransi terhadap laktosa

Laktosa adalah kandungan gula yang biasa terdapat pada susu dan berbagai produk olahannya. 65% orang dewasa memiliki tingkat intoleransi yang tinggi pada laktosa.

Salah satu gen tertentu berperan dalam hal ini. Saat seorang anak masih kecil dan membutuhkan susu untuk bertahan hidup, tubuhnya memproduksi enzim yang membantu mencerna laktosa.

Saat seseorang bertambah dewasa, kemampuannya untuk mencerna laktosa semakin rendah.  Hanya sebagian kecil orang yang memiliki gen toleran terhadap laktosa, hingga mereka bisa mengkonsumsi susu tanpa masalah.

8. Kemampuan mengemudi mobil

Ilmuwan telah membuktikan bahwa tidak semua orang bisa mengemudikan mobil. Anda bisa saja mempelajari semua aturan mengemudi, dan lulus dalam ujian mengemudi.

Tetapi bila Anda memiliki gen tertentu yang memengaruhi orientasi diri, kecepatan reaksi dan juga memori. Berada di belakang setir bukanlah sebuah ide yang bagus.

Fokus Anda akan mudah teralihkan saat mengemudi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Para ilmuwan percaya bahwa gen ini dimiliki oleh 30% populasi manusia.

9. Mata rabun

Kemungkinan seseorang memiliki mata rabun adalah diturunkan dari orangtuanya. Jika kedua orangtua memiliki mata rabun, maka anak berisiko 50% lebih tinggi untuk memiliki mata rabun.

Akan tetapi, para ilmuwan menganggap bahwa penyebab mata rabun tidak sepenuhnya bersumber dari warisan genetik. Mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu di depan komputer serta mengurangi aktivitas yang membuat mata lelah, akan terhindar dari mata rabun.

10. Popularitas

Mungkin tidak bisa dipercaya, namun rahasia dari popularitas seseorang terletak pada gen yang ia miliki. Para ilmuwan di Harvard mencapai kesimpulan ini setelah melakukan penelitian panjang selama bertahun-tahun.

Mereka percaya bahwa pada masa awal umat manusia, orang yang memiliki informasi berharga tentang sumber makanan dan bahaya, akan menjadi pusat perhatian dari kelompoknya.

Orang-orang tersebut mewariskan genetiknya pada keturunan mereka. Mereka yang mewarisi gen tersebut akan menjadi terkenal di dalam kelompoknya, dan membuat semua orang ingin berteman dengannya.

Penelitian di masa depan mungkin akan lebih bisa menjelaskannya.

***

Dengan mengetahui 10 hal ini, kita akan menyadari seberapa banyak warisan orangtua yang ada di dalam diri kita. Tidak hanya fisik semata.

Warisan tersebut juga kemungkinan besar akan kita wariskan pada generasi selanjutnya. Semoga informasi ini bermanfaat, Parents!

 

Baca juga:

Inilah 3 Karakter Orangtua yang Bisa Membawa Anak Menjadi Sukses

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi