10 Hal yang Dapat Meringankan Beban Ibu Setelah Alami Proses Melahirkan Traumatis

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tak semua ibu menjalani proses kelahiran yang menyenangkan. Beberapa malah mengalami proses melahirkan traumatis dan membuat ibu menderita berkepanjangan.

Tak semua ibu bahagia dengan proses melahirkan yang dijalaninya. Beberapa merasakan sakit yang teramat sangat maupun pengalaman tak mengenakkan lainnya sehingga ia terpaksa lalui proses melahirkan yang traumatis.

Sekalipun seorang ibu sangat mencintai bayi yang ia lahirkan dari rahimnya, tetap saja ia tak bisa melupakan kenangan buruk soal proses melahirkan yang menghantui hidupnya. Beberapa ibu justru mengalami PTSD (Post Trauma Stres Disorder atau Gangguan Stres Paska Trauma) setelah melahirkan.

Artikel terkait: Seorang Ibu alami trauma berat saat efek obat bius operasi cesarnya habis di tengah jalan

Berikut ini hal yang dapat menenangkan perasaan ibu yang alami proses melahirkan traumatis:

1. Validasi perasaannya dan dengar curhatannya

Kita memang tak merasakan apa yang dia rasakan. Tapi kita bisa mengamini dan mendukung pendapatnya soal betapa menyakitkannya peristiwa tersebut untuk sekedar berempati.

Hal ini akan membuat ibu tersebut memiliki seseorang yang memahami dirinya. Sehingga ia tidak merasa dikucilkan dan harus kesakitan seorang diri saat menanggung rasa trauma itu.

Kadang saat seseorang mengeluh, ia tak butuh dinasehati. Ia hanya butuh didengar keluhannya saja tanpa komentar apapun.

2. Biarkan dia membicarakan proses kelahiran yang diinginkannya

Anda akan mendengarkan proses kelahiran yang ia inginkan. Membicarakan mimpinya akan membuat ia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya karena ada harapan yang masih tersisa.

3. Masa pemulihan adalah menyangkut fisik dan mental

Bisa jadi, secara fisik ia memang sudah pulih. Tapi belum tentu secara mental ia sudah sepenuhnya sembuh. Biarkan kesembuhan fisik dan mental diraih sepenuhnya dulu dan beri waktu untuk membicarakan apapun yang ia suka.

4. Ingatkan ia bahwa belum tentu di masa depan melahirkan akan semenyakitkan sekarang

Kekhawatiran soal baaimana proses melahirkan anak selanjutnya akan menghantui pikirannya. Ingatkan ia untuk tidak berpikir dan membayangkan apa yang belum terjadi sehingga ia bisa fokus pada kesembuhan mentalnya yang sekarang.

5. Proses melahirkan bukanlah segalanya

Bagaimana cara perempuan melahirkan tak akan mengurangi nilainya sebagai ibu dan seorang perempuan. Ada perempuan yang memungkinkan melahirkan dengan cara normal, ada yang melahirkan dengan cara cesar. Hal tersebut adalah sesuatu yang normal.

Artikel terkait: Bunda Percayalah, Operasi Caesar Tidak Membuat Nilai Anda Kurang Sebagai Seorang Ibu

6. Ajak ia bertemu dengan ibu lain yan punya pengalaman serupa

Kadang mendengarkan orang dengan penderitaan yang sama ataupun yang lebih parah akan membuat seseorang merasa lebih baik. Ajak ia bertemu dan ikut dalam komunitas dukungan kepada ibu yang juga alami proses melahirkan yang traumatis.

7. Tidak perlu merasa bersalah

Ingatkan ia bahwa ia tak perlu merasa bersalah dengan perasaan yang kini dirasakannya. Karena semua orang yang mengalami pengalaman yang buruk juga akan merasa tak karuan, namun bukan berarti harus diliputi dengan perasaan bersalah dan lemah.

8. Ajak terapi ke psikolog atau psikiater

Mungkin solusi ini bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh orang karena adanya stigma buruk yang dilekatkan pada orang yang membutuhkan psikolog atau psikiater. Namun, seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental juga memerlukan dokter khusus untuk menanganinya.

Tak perlu terbebani dengan stigma ataupun rasa malu. Fokus utamanya adalah kesembuhan dari rasa trauma yang menyakitkan.

9. Menyediakan makanan dan membersihkan rumahnya

Perasaan trauma akan membuat penderitanya malas makan, susah tidur, dan malas bergerak. Jika ia mengalami ini, sediakan makan untuknya bahkan bila perlu, Anda bisa membantu menyuapkan makanan padanya. Perhatian adalah salah satu hal yang akan membuat ia sembuh secara mental.

Selain itu, menjaga kondisi rumahnya selalu rapi akan membuat pikiran rumitnya jadi terurai. Karena, jika rumah berantakan karena ia terlalu memikirkan rasa traumanya, perasaan bersalah dan merasa tidak bisa menjadi ibu yang layak akan membawanya ke tahap depresi paska melahirkan.

Waspadai tanda-tanda depresi paska melahirkan dengan membaca artikel ini: Bunda, Kenali 4 Tanda Depresi Paska Melahirkan (Postpartum Depression) Ini

10. Jangan memberikan standar kesembuhan yang membuatnya terbebani

Saat seseorang sudah dinyatakan sembuh secara mental, bukan berarti ia akan melihat pengalaman itu sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kembali ke poin pertama, Anda bisa berakting seolah menyetujui bahwa peristiwa itu memang peristiwa sial yang tak bisa terlupakan oleh siapapun yang mengalaminya.

Selain melakukan 10 hal di atas, Anda juga harus ingat bahwa ada bayi yang perlu diurus dan ada suami yang mungkin jadi pihak yang paling bingung di antara semua situasi yang terjadi. Jangan sampai masalah mereka justru bertambah karena suami yang tak mengerti keadaan istrinya.

 

Referensi: Babyology, Baby Center, Solace for mother.

Baca juga:

Surat Seorang Suami yang Istrinya Bunuh Diri Akibat Depresi Pasca Melahirkan

 





Pasca melahirkan