7 Hal yang dapat Anda Lakukan untuk Menghindari Perceraian

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Pertengkaran dalam pernikahan adalah hal yang biasa namun tak harus berakhir di sidang perceraian. Pelajari cara untuk menghindari perceraian berikut ini.

Kita selalu membayangkan bahwa bersama orang yang kita cintai otomatis akan membuat kita bahagia. Namun rencana tak selalu berjalan dengan mulus hingga perlu cari alasan untuk menghindari perceraian dengan pasangan.

Tidak semua pernikahan yang tak bahagia akan berujung pada perceraian. Ada banyak faktor yang membuat seseorang bertahan di dalam ikatan pernikahan.

Hidup di dalam pernikahan yang tidak bahagia akan menjadi siksaan batin tersendiri. Namun dilema yang melingkupi pasangan seperti ini sangat banyak.

Jika bercerai, urusan anak akan lebih merepotkan. Jika tidak bercerai, maka mental anak akan jadi terdampak karena ada perang dingin yang terjadi di kedua orang tuanya.

Tenang, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari perceraian. Berikut tahapannya.

1. Kesempurnaan itu tidak ada

Foto instagram teman maupun selebritis yang Anda Follow tak seindah di kehidupan nyatanya. Drama Korea berisi lelaki ganteng dan gadis cantik romantis yang lucu juga hanya mengikuti skenario yang ada.

Jadi, tak perlu membayangkan bahwa suami atau istri Anda akan melakukan hal yang sama. Jika Anda melihat pasangan penuh kekurangan, bisa jadi ia pun melihat hal yang sama.

Untuk menghindari perceraian, jangan berharap pasangan Anda tampil sempurna sesuai dengan impian Anda selama ini. Cinta adalah soal menerima kekurangan. Jika justru dia yang menuntut kesempurnaan, ingatkan dia bahwa dia pun memiliki kekurangan yang Anda terima dengan penuh cinta dan lapang dada.

2. Berhenti menyalahkan pasangan

Ketika ada sesuatu yang salah telah terjadi, jangan terbiasa untuk menyalahkan pasangan. Instrospeksi diri dan mulailah memperbaiki keadaan tanpa banyak mengomel.

Tak semua kesedihan dan ketidakbahagiaan datang dari pasangan. Kadang, kita sendiri sulit untuk mencari kebahagiaan dalam diri sendiri sehingga apapun yang terjadi, kita akan tetap bahagia,

3. Bersikap lebih logis

Banyak dari perempuan yang memilih suami dengan sebab yang tak logis. Misalnya, saat itu Anda sangat mencintainya sehingga mengabaikan fakta bahwa saat itu sebenarnya ia masih pengangguran maupun punya sifat malas yang membuat ia gagal jadi pencari nafkah.

Orang yang sedang jatuh cinta kadang mengabaikan fakta ini dari pasangannya sehingga ia kaget ketika cinta mulai terkikis, terutama saat bebannya makin banyak.

Jika sudah terlanjur menikah, maka Anda perlu bekerja sama dengan pasangan menghadapi dunia nyata yang tak seindah impian cinta di dalam bayangan Anda. Demi menghindari perceraian, Anda perlu membantunya untuk dapat menjadi pasangan yang suportif untuk Anda.

4. Jika ingin dicintai, berusahalah untuk memantaskan diri agar dicintai

Cinta yang apa adanya pun kadang memiliki syarat-syarat tertentu. Misalnya, kebaikan, kepintaran, perhatian, rasa kasih sayang, dan sebagainya.

Jika Anda tak berusaha untuk punya keunggulan untuk pantas dicintai, maka Anda tak bisa menuntutnya untuk mencintai Anda. Jatuh cinta memang datang tanpa syarat, tapi butuh banyak hal untuk bertahan di dalam cinta.

Cari tahu apa yang membuat pasangan senang dan dukung ia menjalani hobinya. Anda akan dapat dicintai olehnya ketika ia menyadari bahwa Anda adalah pasangan yang memahami apa yang ia suka.

5. Meminimalisir aturan

Beberapa orang senang membuat berbagai aturan dalam pernikahan. Seolah pasangannya akan mendapatkan "peringatan pertama", "peringatan kedua," peringatan ketiga" saat membuat sebuah kesalahan seperti halnya saat ia berada di dalam kantor.

Jika Anda berpikir bahwa aturan akan membuat hubungan Anda berjalan dengan semestinya, maka Anda keliru. Banyak aturan akan membuat dia terkekang.

Anda perlu menghindari perceraian dengan melonggarkan standar Anda dan mulai mempercayainya. Tentunya, Anda juga tak mau bukan jika tak dipercaya olehnya?

6. Memahami bahwa cinta dan seks adalah dua hal berbeda

Pasangan yang sudah menjalin pernikahan dalam jangka panjang biasanya sudah mulai bisa membuat hubungan mereka lebih stabil. Namun, mereka biasanya mengabaikan seks sebagai salah satu bumbu dalam rumah tangga yang penting.

Atau bisa sebaliknya, jika Anda dan pasangan mementingkan seks dan mengabaikan pentingnya komunikasi, perhatian, dan kerja sama, maka pernikahan Anda tak akan membuat Anda Bahagia.

Seks dan  cinta adalah dua hal yang berbeda. Maka Anda perlu menyeimbangkannya. Berikan perhatian padanya sebanyak kecupan yang Anda berikan untuknya tiap hari.

7. Menyadari bahwa Anda dan pasangan sebenarnya punya banyak perbedaan

Saat awal-awal bersama pasangan, Anda barangkali sering mencari persamaan-persamaan yang ada pada pasangan. Misalnya sama-sama suka musik, sama-sama suka traveling, dan sebagainya.

Kesamaan itu akan baik untuk sebuah hubungan singkat, tapi tidak untuk hubungan jangka panjang. Hubungan yang awet akan dapat memaklumi bahwa pasangan memiliki sifat, potensi, dan karakter yang berbeda dari Anda dan dengan sepenuh hati, Anda akan memakluminya.

Jika tujuh hal tersebut Anda sadari sepenuhnya dan memperbaiki diri setelahnya, maka Anda akan dapat menghindari perceraian yang tak diinginkan. Tentu saja, kerja sama dengan pasangan adalah kunci penting keberhasilan hal ini.

Namun, tak semua pernikahan memang pantas untuk dipertahankan. Jika Anda mengalami kekerasan dalam rumah tangga berupa verbal dan fisik, sebaiknya Anda menyadari sepenuhnya bahwa hubungan seperti itu memang harus segera diakhiri.

 

 

Referensi: Guardian, Huffington Post, Health.

Baca juga:

10 Hal yang Harus dilakukan Jika Merasa Tak Mencintai Suami Lagi

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan