Waspadai Penculikan Anak Melalui Internet

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ternyata penculikan anak juga bisa terjadi di dunia maya. Bagaimana alur kejadiannya? Berikut ulasan kami tentang penculikan anak digital.

Modus baru penculikan anak

Parents, pernahkah Anda mendengar tentang digital kidnapping atau penculikan anak digital? Penculikan anak ini memang tidak seperti penculikan anak pada umumnya.

Para penculik itu tidak membawa anak-anak kita pergi; tapi mengambil foto dan data diri anak-anak kita. Mereka kemudian menyatakan kepada semua pengguna media sosial bahwa foto yang mereka pajang adalah anak-anak mereka.

Sebagai orangtua, sangatlah penting untuk selalu berhati-hati, saat mengunggah apapun di internet.

Memang maksud kita baik, ingin berbagi kebahagiaan, momen-momen indah. Tanpa kita sadari, anak-anak menjadi target penculikan anak digital.

Peristiwa Ruben Onsu yang melapor ke polisi bahwa foto anaknya disebar dan ditawarkan di dunia maya mungkin mengingatkan kita akan contoh kasus penculikan anak melalui internet.

Di luar negeri, penculikan anak digital ini digunakan dengan maksud dan tujuan berbeda. Di sana tindakan ini juga dikenal dengan nama baby role-playing (bermain pura-pura menjadi bayi).

Pelaku penculikan anak digital, akan mengambil foto-foto para pengguna media sosial dan mengunggah kembali gambar tersebut dengan akun palsu

Pelaku penculikan anak digital, akan mengambil foto-foto para pengguna media sosial dan mengunggah kembali gambar tersebut dengan akun palsu

Para penculik data anak ini biasanya mengganti nama anak-anak pada foto yang mereka “culik”.

Kemudian membuat kronologi cerita baru, memberi gambaran apa yang si kecil suka atau tidak suka, sekaligus memberi gambaran apa yang menjadi kebiasaan si kecil.

Malah kadang mereka juga membuat akun atas nama baru si kecil, dan menjawab komentar pada foto-foto curian tersebut dengan bahasa bayi.





Berita