TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Waspadai Bahaya di Balik Mainan Anak yang satu Ini

Bacaan 3 menit
Waspadai Bahaya di Balik Mainan Anak yang satu Ini

Hati-hati ya Bunda, seorang anak menderita infeksi staph setelah bermain di wahana lompat-lompatan ini.

Siapa yang tak senang melihat anak-anak tertawa riang bermain wahana lompat-lompatan. Namun tetap berhati-hati ya Bunda, bahaya di balik mainan anak selalu ada.

Pasalnya ada kejadian di mana seorang anak di Boston, AS, terkena infeksi staph di sekujur tangannya setelah bermain di wahana rumah lompat-lompatan atau bouncy house.

Bahaya mainan anak yang tak terduga

Brenda Sanderson dan dua anaknya menghadiri pesta kelulusan di rumah temannya. Ada banyak permainan di luar ruangan, termasuk bouncy house.

Ilustrasi Bouncy House. Sumber: Flickr.com

Ilustrasi Bouncy House. Sumber: Flickr.com

Anaknya yang berumur 10 tahun bermain di bouncy house tersebut untuk waktu yang cukup lama. Dua hari kemudian, Brenda melihat luka kemerahan di tubuh anaknya.

“Dia (anaknya) berkata, sepertinya ini (luka tersebut) karena saya tergelincir di dalam bouncy house,” kata Brenda kepada Fox 25.

Karena mengira luka bakar tergesek plastik, Brenda hanya mengoleskan salep sekedarnya. Namun ternyata ‘luka’ tersebut semakin membesar dan menyebar.

“lukanya bernanah, dan ketika nanahnya mengalir, dia menyebar. Katanya luka-luka itu sakit bila disentuh,” terang Brenda.

bahaya-mainan-anak

Brenda segera membawa anaknya ke dokter. Ketika ia mengatakan anaknya sempat bermain di bouncy house, dokter segera sadar bahwa luka-luka tersebut adalah infeksi staph, yang disebabkan oleh bakteri yang tak terlihat di permukaan plastik.

Dokter mengatakan, “ini seperti matras gulat. Infeksi staph bisa berasal dari peralatan fitnes atau sesuatu yang tidak dibersihkan dengan benar yang akan menjadi tempat bakteri berkembang.”

Menurut Mayoclinic, infeksi staph bisa mematikan. “Kebanyakan kasus, bakteri ini tidak menimbulkan masalah besar atau infeksi kulit relatif kecil.

Tapi infeksi staph bisa mematikan jika bakteri menyerang lebih dalam ke tubuh, masuk melalui aliran darah, ke sendi, tulang, paru-paru atau jantung.”

Berbagai macam bahaya mainan anak bouncy house

Hanya karena suatu mainan dibuat untuk anak-anak, tidak berarti mainan anak tersebut aman. Berikut adalah jenis kecelakaan lainnya yang pernah dilaporkan akibat bermain bouncy house.

  • Gegar otak
  • Patah tulang yang membutuhkan operasi bedah
  • Luka bakar dan sayatan

Jadi Bunda, selalu waspada dengan mainan anak-anak ya. Pastikan wahana tempat anak Bunda bermain selalu bersih dan aman, selalu awasi anak ketika bermain.

Saran kami agar anak bermain dengan risiko yang lebih kecil:

  1. Awasi ketika anak-anak bermain.
  2. Lihat teman-teman yang bermain bersama anak Anda. Bila anak Anda masih balita dan banyak anak yang lebih besar bermain di dalam bouncy house, mungkin saja anak Anda terlalu kecil untuk bermain bersama-sama mereka. Kelincahan anak-anak lain bisa saja membuat balita Anda terinjak, terdorong, atau tertimpa tubuh anak lain. Lebih baik Anda melarang balita Anda bermain saat itu.
  3. Pilihlah arena permainan yang dapat dipercaya kebersihannya. Tulisan “arena permainan ini dibersihkan dengan antiseptik” yang dipasang di depan arena, adalah salah satu pertanda bahwa pihak pengelola menyadari pentingnya kebersihan di arena tersebut, walaupun tetap tidak dapat menjadi sebuah jaminan.
  4. Setelah selesai bermain, ajak si Kecil cuci tangan dulu baru makan dan minum. Setiba di rumah, segera mandi.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

Baca juga:

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Waspadai Bahaya di Balik Mainan Anak yang satu Ini
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti