Setelah kemoterapi, Ustadz Arifin Ilham dinyatakan sembuh dari kanker getah bening

Setelah kemoterapi, Ustadz Arifin Ilham dinyatakan sembuh dari kanker getah bening

Menurut dokter yang sudah merawatnya sejak beberapa waktu lalu, Ustadz Arifin Ilham bisa sembuh dalam jangka waktu yang cepat. 

Bebebrapa waktu lalu, Ustadz Arifin Ilham sempat dikabarkan menderita kanker getah bening stadium 4A. Karena penyakitnya tersebut, ia harus bolak-balik menjalani pengobatan, dan menjalani kemoterapi selama dua bulan.

Pada salah satu tayangan infotainmen, Ustadz Arifin Ilham sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Ia pun berterima kasih atas derasnya doa yang diutarakan padanya sehingga bisa membuatnya sembuh.

Ustadz Arifin Ilham sudah dinyatakan bebas kanker

“Terima kasih doa kalian semua, Arifin sudah tidak dikemo lagi. Sudah selesai, sekarang ini sedang recovery dari pengobatan. Sudah dinyatakan free cancer,” kata sang ustadz.

Ustaz Arifin Ilham

Menurut dokter yang sudah merawatnya sejak beberapa waktu lalu, Ustadz Arifin Ilham bisa sembuh dalam jangka waktu yang cepat. 

“Alhamdulillah ini karunia Allah. Dokternya juga terkejut, dia bilang ’16 tahun saya jadi dokter, baru kali ini saya mengobati seorang hamba Allah yang mengidap penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A dalam dua bulan, tiga hari dibersihkan oleh Allah,” sambungnya.

Putra sulung Arifin Ilham, Alvin Faiz, menyatakan kondisi ayahnya tidak separah yang diduga orang-orang. Ia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat untuk kesembuhan ayahandanya.

“Kondisinya hanya butuh istirahat. Insya Allah enggak parah banget, hanya kondisinya lagi kurang baik, kurang fit. Lagi butuh istirahat sebenarnya. Mohon doanya aja lah. Jadwalnya memang padat,” ujar Alvin Faiz. 

View this post on Instagram

Hikmah Sakit SubhanAllah sahabatku sholehku, mari kembali kita renungi tentang hikmah sakit. Sakit Itu adalah ujianNya. Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub. Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah. Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta. Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia. Sakit itu zikrullah. yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya. Sakit itu istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. Sakit itu menguatkan tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kita semakin sadar bahwa hanya Allah Maha Penolong. Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri. Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya. Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit. Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya. Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. Sakit itu gugur dosa, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya. Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai N

A post shared by Bang Muhammad Arifin Ilham (@kh_m_arifin_ilham) on

Ustadz Arifin Ilham berterimakasih atas derasnya doa untuknya

Saat sedang berdakwah, Ustadz Arifin Ilham pernah mengatakan bahwa dirinya sedang menderita kanker getah bening stadium 4A di hadapan jamaahnya. Meski begitu, dirinya bersyukur lantaran sekarang sudah bersih dari kanker.

Ia mengatakan bahwa kemarin mukanya agak hitam, dan ada bintik-bintik, namun sekarang sudah bersih semua. Bukan hanya wajah, suara Ustadz Arifin Ilham juga mengalami perubahan pada suaranya. Terdengar agak serak.

“Ini efek dari pengobatan. InsyaAllah tak lama lagi kembali seperti biasa,” tuturnya di hadapan jamaah.

Perlu diketahui bahwa pengobatan limfoma tidak sama bagi tiap penderita. Cara penanganan yang terbaik ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan, usia, jenis, dan stadium limfoma pasien. 

Limfoma adalah kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga: 

Ini jenis kanker paru yang paling banyak diidap orang Indonesia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Kiki Pea

app info
get app banner