Sang anak menderita lumpuh layu, Ayah ini membawanya setiap hari berjualan roti

"Kalau jualan saya gendong di depan motor keliling kabupaten bahkan Kota Pekalongan seperti di Pasar Batik Setono," ujar Tarmuji di rumahnya, Jumat (10/1/2020).

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak peduli betapa susahnya dan lelahnya hal itu. Seperti yang dilakukan oleh tukang roti asal Pekalongan, Jawa Tengah berikut ini.

Tukang roti ini berjualan sambil menggendong anak setiap hari

Tukang roti tersebut ialah Tarmuji, warga asal Desa Tegaldowo, Tirto, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Tarmuji adalah sosok seorang ayah sekaligus seorang ibu di dalam keluarga kecilnya.

Istri Tarmuji telah meninggal dunia pada Agustus 2019 silam. Ia pun harus mengurus kedua orang anaknya, Tika Novianto dan Fitri Agustina sendirian setiap hari.

Tika anak pertama Tarmuji saat ini sudah bersekolah di tingkat SMP. Karena rumahnya dalam keadaan sepi bila di pagi hari, dan tidak ada yang menjaga anak keduanya,  Tarmuji pun harus berjualan roti sembari menggendong Fitri  dengan menggunakan sepeda motor.

Tukang roti menggendong anaknya yang lumpuh layu sambbil berjualan setiap hari. Sumber: Kompas.com

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya Fitri, sudah 6,5 tahun mengidap lumpuh layu, yakni penyakit yang membuat Fitri tidak bisa berjalan atau berpindah tempat sendiri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh polio atau penyakit lain yang menyerang sumsum tulang belakang.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Kalau jualan saya gendong di depan motor keliling kabupaten bahkan Kota Pekalongan seperti di Pasar Batik Setono,” ujar Tarmuji di rumahnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/1/2020).

Sedih sang anak ikut kehujanan saat dia bekerja

Setiap hari, Tarmuji bejrualan dari pagi hingga menjelang magrib. Namun pada pukul 11.00 WIB, biasanya dia akan beristirahat pulang ke rumah untuk menyuapi Fitri dan membawakan makanan untuk Tika.

“Habis ashar biasanya berangkat lagi sampai magrib,” jelasnya.

Sebagai orangtua, Tarmuji mengaku sedih harus membuat sang anak ikut berjualan. Terlebih bila di musim hujan seperti ini dia harus ikut terkena basah.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Di musim hujan sekarang paling sedih saya karena anak kehujanan kalau ikut berjualan keliling,” ungkap Tarmuji.

Mengemban tugas sebagai seorang ayah sekaligus seorang ibu pun tidak mudah untuk Tarmuji. Meski begitu ia tetap semangat dan rela berkorban demi menghidupi keluarga kecilnya.

Ia merasa bersyukur karena kadang kala ada saja orang baik yang mau memberikan makanan atau jajan pada anaknya.

“Banyak yang baik hati. Ngasih anak saya jajan maupun makanan kalau berjualan,” tambahnya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setiap hari Tarmuji mengaku mendapatkan upah sebesar 16% dari hasil penjualan rotinya. Biasanya dia mendapatkan upah sekitar Rp 20-60 ribu tergantung penjualan.

Tarmuji mengumpulkan upah tersebut untuk membiayai sekolah anaknya hingga ingin meninggikan rumahnya yang terendam air rob.

Artikel terkait: Anak 8 tahun hampir lumpuh karena 3 jarum bersarang di lehernya

Apa itu kondisi lumpuh layu?

Salah satu penyebab penyakit lumpuh layu adalah polio.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), dr Rismarini SpA (K) Dokter Spesialis Anak RSMH Palembang menjelaskan lumpuh layu dalam bahasa medisnya disebut dengan Acute Flaccid Paralysis (AFP).

Banyak orang yang mengira bila lumpuh layu adalah penyakit polio, tetapi anggapan tersebut sebenarnya keliru. Polio merupakan salah satu penyebab terjadinya lumpuh layu.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Rismarini mengatakan bahwa lumpuh layu merupakan penyakit yang disebabkan oleh radang pada sumsum tulang belakang. Ada begitu banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya lumpuh layu, sepert trauma, terjatuh secara tiba-tiba dan langsung terduduk sehingga tidak bisa bergerak lagi, dan polio.

Pencegahan polio dapat dilakukan dengan imunisasi polio sebanyak empat kali sampai usia anak satu tahun. Ini dapat dilakukan di posyandu, klinik, atau rumah sakit.

Penyakit lumpuh layu bisa dicegah dengan vaksin polio.

Lalu mengikuti Pekan Imunisasi Nasional (PIN) setahun sekali harus terus dilakukan agar terhindar dari polio yang dapat menyebabkan lumpuh layu.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menurut Kepala Departemen Anak itu, penderita lumpuh layu sangat tergantung pada penyebab terjadinya lumpuh. Bila penyebabnya adalah sindrom maka anak bisa mengalami kesembuhan jika masa akutnya segera diatasi.

Adapun bila penyebabnya adalah polio, maka kaki akan mengalami pengecilan atau penyusutan.

Semoga Pak Tarmuji dan kedua buah hatinya selalu tabah dalam menjalani kehidupan.

Referensi: Kompas.com

Baca juga 

"Anak Matahari", Kisah Kakak Beradik yang Lumpuh Tiap Matahari Terbenam