TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu ini mengolah plasenta jadi smoothies untuk keluarganya, apa manfaatnya?

Bacaan 3 menit
Ibu ini mengolah plasenta jadi smoothies untuk keluarganya, apa manfaatnya?

Meskipun tren makan plasenta dan manfaatnya masih diperdebatkan, tetap saja tak sedikit kaum ibu yang mencobanya.

Pernah mendengar tren makan plasenta, seorang ibu yang mengonsumsi atau makan plasenta bayinya setelah melahirkan?

Setelah proses melahirkan, banyak orang percaya bahwa dalam plasenta bayi terdapat beragam zat organik bergizi yang dapat membantu meminimalkan rasa sakit yang dirasakan sang ibu. Juga, mengurangi perdarahan, meningkatkan pasokan ASI, meningkatkan ikatan ibu dan bayi, bahkan dipercaya membantu meringankan depresi pasca melahirkan.

Meskipun tren makan plasenta dan manfaatnya masih diperdebatkan, tetap saja tak sedikit kaum ibu yang mencobanya. Bahkan ada yang mengolahnya sebagai bahan dasar camilan cokelat.

Beberapa waktu lalu, seorang ibu bahkan mengolah plasenta menjadi minuman smoothies. Tak hanya untuk dirinya, smoothies ini bahkan diberikan untuk seluruh anggota keluarganya!

Adalah Jay Woodall,  wanita asal Inggris ini mengaku antusias mengikuti tren makan plasenta ini. Dengan alasan untuk kesehatan, ia pun memberikan olahan plasenta untuk suami dan anak-anaknya.

Jay mengatakan sebenarnya keinginan dirinya untuk mengonsumsi plasenta anaknya  sudah ingin dilakukan sejak anak pertamanya lahir. Sayangnya keinginan tersebut terlewatkan. Ia pun baru bisa melakukannya  saat anak ketiganya lahir.

Ibu ini mengolah plasenta jadi smoothies untuk keluarganya, apa manfaatnya?

Ia pun mencari cara, bagaimana mengolah plasenta untuk bisa dinikmati dengan baik. Akhirnya ia pun mengolahnya menjadi smoothies.

Namun untuk bisa menikmati plasenta dengan olahan yang layak, ia harus mengeluarkan dana sebesar 30 Euro atau sekitar Rp500 ribu. Selain itu, ia pun mengolahnya menjadi suplemen, di mana ia menggunakan sisa plasentanya yang dalam bentuk kering. Pembuatan plasenta menjadi suplemen ini menghabiskan biaya sekitar 150 Euro atau sekitar Rp 2,5 Juta.

Ibu ini mengolah plasenta jadi smoothies untuk keluarganya, apa manfaatnya?

Ia mengatakan, “Ini adalah campuran (buah dan plasenta), semuanya tidak murni plasenta. Beberapa orang berpikir itu agak kotor dan tidak terlalu menggugah selera. Di lain sisi ada juga yang tertarik dan bertanya tentang hal itu.”

Meskipun banyak orang yang tak habis pikir dengan tren makan plasenta, termasuk dengan keputusannya ini, ia mengaku tak peduli. Menurutnya, hal terpenting adalah kesehatan dirinya dan keluarga yang ia sayangi.

“Saya siap untuk mencoba hal-hal jika itu akan bermanfaat bagi kesehatan,” tukasnya.

Setelah mencicipi olahan plasenta, ia mengaku bahwa rasanya tidak berbeda jauh saat ia menikmati smoothies lainnya.

tren makan plasenta

“Rasanya seperti smoothies berry, campuran air kelapa dan buah beri membuat rasanya sangat enak,” terangnya.

Menurutnya mengonsumsi plasenta tidak terlalu berbeda dari mengonsumsi daging hewan yang selama ini dikonsumsi banyak orang. Ia juga mengatakan bahwa banyak hewan, terutama mamalia yang melakukannya.

Joy menandaskan setelah mengonsumsinya,  ia mendapatkan energi lebih banyak. Ia pun merasa bahwa kualitas tidurnya semakin baik.

Dan yang paling penting buatnya, produksi ASI buat anaknya dirasakan sangat meningkat serta menjauhkannya dari baby blues atau postpartum depression, karena berpengaruh pada suasana hati yang bagus.

Ia merasa dengan mengonsumsi smoothies dari plasenta bayinya bisa membantu mencegah dirinya alami depresi setelah melahirkan.

Bagaimana, di antara Parents ingin mencoba tren makan plasenta sperti Jay?

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Referensi: The Sun

Baca juga :

Benarkah plasenta bayi aman dimakan? Berbahaya atau ada manfaatnya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ibu ini mengolah plasenta jadi smoothies untuk keluarganya, apa manfaatnya?
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti