TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Bacaan 3 menit
Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Tradisi kawin tangkap dulunya dilakukan karena pihak lelaki tak bisa memenuhi mahar, namun kini dipakai untuk memaksa perempuan.

Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan diseret paksa oleh sekelompok pria lalu dibawa pergi dengan menggunakan mobil pick up. Setelah ditelusuri, peristiwa dalam video tersebut terjadi di wilayah Sumba, NTT dan merupakan bagian dari tradisi kawin tangkap yang masih sering dipraktekkan di sana.

 Melansir dari CNN, pelaku yang terekam dalam video viral tersebut telah ditangkap oleh Polda NTT. 

Apa Itu Tradisi Kawin Tangkap?

Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Praktik tradisi kawin tangkap di Sumba, Nusa Tenggara Timur memang sering menuai kontroversi. Karena meskipun ini bagian dari budaya, namun telah digunakan sebagai alasan pembenaran terhadap aksi penculikan dan pelanggaran HAM pada perempuan.

Dalam tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun dalam masyarakat Sumba ini, seorang perempuan bisa diculik dan dipaksa menikah dengan lelaki yang tidak dia sukai. Dan pihak perempuan tidakbisa menolak karena secara budaya hal itu dianggap wajar. 

Biasanya kawin tangkap terjadi karena keinginan seorang pria menikahi perempuan yang dia sukai mendapat halangan, namun ia memaksa tetap ingin menikah sehingga menculik si perempuan. 

Asal Muasal Tradisi Ini

tradisi kawin tangkap

Jurnal Sagacity menyebutkan, tradisi kawin tangkap adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat pedalaman Sumba, yakni di Kodi dan Wawewa. Tradisi ini diturunkan dari nenek moyang dan masih dilakukan sampai hari ini. 

Pada masa dahulu, kawin tangkap biasanya dilakukan saat keluarga mempelai pria terhalang mahar tinggi dari pihak keluarga mempelai perempuan. Jadi termasuk kategori perkawinan tanpa peminangan, akibat belum ada kesepakatan keluarga mengenai jumlah maskawin.

Dalam tradisi lama, biasanya seorang perempuan sudah didandani untuk menjadi pengantin. Dan calon mempelai pria juga sudah didandani layaknya pengantin. Kemudian pihak mempelai pria akan menculik mempelai wanita yang sudah didandani dan dibawa ke rumah mempelai pria dengan menunggangi seekor kuda. 

Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Setelah itu, pihak laki-laki akan pergi ke rumah pihak perempuan dengan membawa parang dan kuda sebagai bentuk permohonan maaf. Serta tanda bahwa mempelai perempuan telah ada di rumah mempelai pria. 

Setelah ditangkap, pihak laki-laki akan membawa sebuah parang dan seekor kuda kepada pihak perempuan sebagai tanda permohonan maaf dan tanda bahwa perempuan sudah ada di rumah pihak laki-laki.

Tradisi bisa dibilang unik, karena menyangkut nama baik kedua keluarga, namun yang pasti, di masa dahulu, kawin tangkap dilakukan ketika calon mempelai pria dan calon mempelai wanita sudah sama-sama saling menyukai. Sehingga walaupun ‘diculik’, mempelai wanita tidak akan mengalami trauma karena pria yang menangkapnya adalah orang yang dia sukai sejak awal. 

Tradisi Kawin Tangkap di Masa Sekarang, Melanggar HAM Perempuan

Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Dengan adanya perkembangan zaman, kawin tangkap tidak lagi dijadikan metode untuk mendapatkan restu dari keluarga mempelai perempuan ketika kedua mempelai sudah sama-sama sepakat untuk menikah. 

Sebaliknya, tradisi kawin tangkap di masa sekarang dilakukan tanpa persetujuan si perempuan hingga meninggalkan trauma akibat diculik, disiksa bahkan merasa dilecehkan. Yang lebih fatal, perempuan korban kawin tangkap bisa merasa dirinya hina dan tidak berharga.

Pandangan Hukum Mengenai Hal ini

Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?

Dari perspektif hukum dan HAM, tradisi ini telah melanggar undang-undang dan hak-hak perempuan. Tidak hanya melanggar pasal tentang penculikan, namun juga tidak sesuai dengan syarat perkawinan sah yang ditentukan oleh undang-undang. 

Beberapa hukum yang dilanggar oleh tradisi kawin tangkap:

  • Pasal 328 KUHP tentang kasus penculikan dengan sanksi pidana penjara paling lama 12 tahun
  • Melanggar syarat dan ketentuan tentang perkawinan yang sah sesuai UU RI No. 1 Tahun 1974 Pasl 6 Ayat 1 (perkawinan harus atas persetujuan kedua mempelai) 
  • Melanggar hak asasi manusia yang dimiliki perempuan untuk memilih pasangannya sendiri

Semoga pemerintah bisa tegas menindak para pelaku kawin tangkap yang menculik dan melecehkan perempuan dengan dalih tradisi ini. 

 

Baca juga: 

Pemerkosaan dalam Pernikahan, Sering Terjadi namun Tidak Dilaporkan

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengenal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, Melestarikan Adat atau Melanggar HAM?
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti