Kisah Nadine, Perempuan Belanda yang Mencari Ibu Kandung di Jakarta

Kisah Nadine, Perempuan Belanda yang Mencari Ibu Kandung di Jakarta

Terpisah sejak berumur 5 minggu, kini Nadine sedang berjuang mencari ibu. Mari bantu Nadine dengan menyebarkan kisahnya berikut ini.

Tak terbayang bagaimana perasaan seorang anak yang tidak tahu siapa ibu kandungnya. Nadine Rop (39), perempuan berkewarganegaraan Belanda sedang menjadi buah bibir di sosial media Facebook. Perkaranya, Nadine mengaku sedang mencari ibu yang terpisah darinya sejak ia masih bayi.

Kabar tersebut bermula ketika Nadine mengunggah foto dirinya memegang papan berisi tulisan tentang keinginannya mencari ibunya, berikut data diri singkat dan nama sang ibu, Meisri.

Foto itu hingga saat ini telah menuai lebih dari 98 ribu like dan telah dibagikan oleh lebih dari 26,000 akun. Selain itu laman Facebook yang digunakan untuk menyebar foto tersebut sudah mendapat hampir 6000 tanda suka.

Mencari ibu asal Sulawesi

Dalam ceritanya, Nadine mengaku diadopsi ke Belanda sejak berumur 6 minggu, lewat klinik bersalin Melania di Rawasari.

Berbekal selembar surat adopsi, Nadine mendapat informasi yang sangat terbatas. Ia hanya tahu nama sang ibu, Meisri, berumur 58 tahun dan alamat tinggalnya selama di Menteng, Jakarta Pusat.

Belakangan, setelah datang langsung ke kelurahan Menteng, Nadine mendapati bahwa alamat tersebut sudah tidak ada. Kepala lurahnya pun hanya dapat memberikan informasi bahwa ibunya kemungkinan berasal dari Sulawesi dan sudah kembali ke sana.

Harapan Nadine, dengan menyebar foto dan kisahnya melalui sosial media, ada orang yang bisa mengenalinya dan membuka peluang mempertemukannya dengan ibu atau keluarganya yang masih ada.

“Satu-satunya harapan saya hanyalah ada orang yang mengenali ibu saya dari foto saya. Mudah-mudahan saya mirip ibu saya,” tulis Nadine pada status Facebook kemarin, 19 Februari 2016.

Surat Nadine untuk Ibu

Dalam laman facebook yang sama Nadine juga menuliskan sebuah curahan hati panjang, berupa surat yang ditujukan kepada ibunya.

Dalam surat tersebut, Nadine tidak menyimpan amarah selayaknya anak yang ‘dibuang’ dari keluarga. Sebaliknya, ia memaklumi keputusan orangtuanya untuk mengadopsikan dirinya.
Nadine percaya, kondisi orangtuanya saat itu membuat mereka tidak dapat merawatnya. Sehingga memberikan dirinya kepada keluarga lain adalah keputusan yang berat namun tepat, demi masa depannya yang lebih baik.

Parents, mohon bantu Nadine mencari ibunya dengan menyebarkan berita ini.

Baca juga: 

Meski Dilarang Ibu, Nadhiroh Tetap Bertekad Mencari Ayahnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner