Bila ASI Tak Memungkinkan, Inilah Tips Memilih Susu Formula yang Tepat

Alergi susu formula berbahan susu sapi ataupun sensitivitas terhadap laktosa kadang merisaukan banyak orangtua. Kali ini kami membahasnya untuk Anda.

Alergi pada bayi dan langkah menanganinya.

Alergi pada bayi dan langkah menanganinya.

Bila karena suatu hal Anda tidak dapat memberikan ASI kepada bayi Anda, jalan terakhir yaitu memberikan susu formula kepadanya bukanlah akhir dunia.

Bila Anda terpaksa melakukannya, simaklah petunjuk di bawah ini.

Apakah susu formula buruk untuk bayi Anda?

Kita semua tahu bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi kita. Namun banyak juga ibu yang tidak dapat menyusui, seperti yang saya alami saat anak pertama saya lahir.

Saat itu saya mencari berbagai informasi tentang susu formula, dan sedikit lebih tenang karena tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa bayi sufor tidak sepandai bayi ASI.

Dan syukurlah saat ini anak sulung saya sama seperti anak sehat lainnya, dan jarang sakit walaupun banyak ibu yang mengatakan bahwa bayi ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

Beberapa jenis susu formula

A. Susu formula sapi

Susu formula yang terbuat dari susu sapi adalah jenis yang paling umum dijumpai.

B. Susu rendah/bebas laktose

Menyadari bahwa beberapa bayi sensitif terhadap laktose (gula) dalam susu, maka ada beberapa varietas susu formula sapi yang rendah laktose.

Pada bayi yang pencernaannya mengalami kesulitan dalam mengolah laktose, Laktose pada susu formula dapat menyebabkan sering buang angin. Bila hal ini dialami bayi Anda, pilihlah jenis susu ini.

C. Susu soya

Susu formula yang berasal dari soya mengandung protein dari kacang kedelai. Susu jenis ini lebih toleran untuk bayi yang memiliki gejala alergi susu sapi.

Cara menangani alergi pada bayi dan langkah-langkahnya

Cara menangani alergi pada bayi dan langkah-langkahnya

Bagaimana mengetahui alergi pada bayi Anda?

Gejala alergi pada tiap bayi berbeda, namun ada beberapa hal umum yang dapat menjadi indikator adanya alergi susu formula, yaitu:
– bayi melepehkan susu formula atau muntah
– perut kembung dan gelisah sesudah minum susu
– sesak nafas yang bukan disebabkan oleh flu atau sinusitis
– kulit gatal dan memerah
– perubahan dalam BAB (seringkali reaksi alergi pada bayi tidak langsung terjadi)
– Berta badan naik atau turun secara drastis

Langkah-langkah jika bayi Anda alergi susu formula

Langkah pertama

Jika Anda mencurigai bayi Anda alergi dengan salah satu jenis susu formula, jangan segan untuk bertanya kepada dokter anak. Bawa bayi Anda untuk diperiksa dan bahas kecurigaan Anda dengan dokter, dan bahas juga kemungkinan alternatif lainnya.

Langkah kedua

Ingatlah ini bukan akhir dunia. Tenangkan diri Anda. Alergi pada bayi banyak diderita oleh bayi-bayi lainnya, karena itu ada beberapa alternatif yang baik untuk bayi Anda.

Langkah ketiga, apa yang hendak Anda berikan?

Dokter anak Anda akan memberikan nasihat terbaik mengenai susu formula mana yang terbaik untuk dicoba. Dan kadang kala berganti dari susu yang satu ke susu lainnya memerlukan trik.

Jangan menggantinya sekaligus, tetapi campurkan kedua jenis/merk susu tersebut dengan perbandingan yang berubah setiap harinya. Secara bertahap, kurangilah porsi susu yang ingin ditinggalkan, hingga akhirnya si bayi dapat menerima susu formula yang baru sepenuhnya.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga:

Bila ASI Menjadi “Racun” …

Mencegah Batuk Rejan atau Batuk 100 Hari pada Bayi