Tindik Telinga Bayi, Kapan dan Bagaimana Sebaiknya dilakukan?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tindik telinga bayi perempuan sudah jadi tradisi dalam masyarakat kita. Namun hal ini tidak bebas risiko. Simak hal-hal berikut ini sebelum melakukannya.

Tindik telinga bayi perempuan kadang menjadi hal yang kontroversial. Meskipun sudah menjadi tradisi yang mengakar dalam budaya kita.

Para orangtua memilih untuk menindik telinga bayi mereka dengan berbagai alasan. Ada yang menganggap agar identifikasi jenis kelamin lebih mudah dilakukan, sehingga orang asing akan langsung tahu bahwa si bayi adalah perempuan.

Ada juga yang menganggapnya sebagai adat atau kebiasaan keluarga yang harus dilakukan. Apapun alasannya, sebaiknya Parents memperhatikan beberapa hal ini dulu ya.

Mengapa tindik telinga pada bayi sebaiknya tidak dilakukan

Para ahli sepakat bahwa keputusan menindik bayi adalah sangat personal, namun beberapa juga memperingatkan akan bahaya dan potensi risiko menindik telinga bayi terlalu dini.

“Setiap kali Anda menusuk kulit, Anda membuka peluang terjadinya infeksi, dan karena bayi masih mengembangkan sistem kekebalan tubuh mereka, saya mendorong orangtua untuk setidaknya menunggu hingga usia anak minimal 6 bulan untuk menindik telinganya,” kata Wendy Sue Swanson, MD, penasihat orangtua dan dokter anak di Rumah Sakit Anak Seattle.

Di sisi lain, ada baiknya juga jika Anda menunggu hingga anak bisa mengambil keputusan sendiri tentang tindik telinga. Ajak anak berdiskusi tentang hal ini ketika ia berusia 10 tahun atau lebih.

Semakin tua anak, semakin besar kemungkinan dia akan dapat bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan telinga dan anting barunya sendiri.

Alasan lain mengapa sebaiknya orantua menunda tindik telinga pada anaknya, adalah karena telinga bayi belum berkembang sepenuhnya. Menindik telinganya terlalu dini akan membuat lubang tindikannya terlihat miring, terlalu dekat atau terlalu jauh dengan wajahnya ketika dewasa.

Namun, jika Parents berkeras untuk menindik telinga si kecil ketika bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk setidaknya menunggu hingga dua minggu setelah bayi mendapatkan vaksin tetanus pertamanya, biasanya pada usia 2 bulan.

Beberapa dokter anak juga menyarankan untuk menunggu sampai semua jadwal vaksin tetanus sudah diberikan. Vaksin tetanus pada anak diberikan sebanyak 4 kali pada usia 2, 4, 6, dan 15 bulan.

Lalu bagaimana cara menjaga telinganya setelah ditindik agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan kesehatan? Simak di halaman selanjutnya..





TUMBUH KEMBANG