TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

Bacaan 4 menit
Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

Parents, merasa tidak bahagia setelah menikah? Simak penyebab umum pernikahan tidak bahagia dari pakar berikut ini, yuk!

Pernahkah Parents merasa was-was jika akan merasakan tidak bahagia setelah menikah? Atau justru saat ini sedang mengalaminya?

Seorang ibu membagikan pemikiran mengenai kehidupan pernikahannya yang tidak bahagia secara anonim di komunitas theAsianparent. Ia merasa tidak nyaman dengan pernikahan akibat sikap suami yang dinilai menjadi berbeda setelah mereka menikah.

“Aku merasa lebih bahagia saat pacaran dulu,” tulisnya dalam forum aplikasi theAsianparent Indonesia.

Tidak hanya itu, unggahan sang Bunda tersebut juga mengundang banyak respon yang beragam. Termasuk dari orangtua lain yang juga merasa bahwa mereka tidak bahagia dengan pernikahannya.

Lalu, sebenarnya seperti apa sih, wujud dari pernikahan bahagia dan tidak bahagia itu? Apa penyebabnya dan bagaimana langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

tidak bahagia setelah menikah

Artikel terkait: 3 Pertanyaan sederhana yang akan buat pernikahan Anda selalu bahagia

Penyebab umum seseorang merasa tidak bahagia setelah menikah

Sebenarnya, bahagia dan tidak dalam pernikahan tidak bisa diukur secara mutlak. Maksudnya, pasangan dengan pernikahan yang disebut bahagia tidak hanya mengalami momen-momen indah dalam kehidupan mereka. Namun, biasanya pasangan tersebut lebih fokus pada momen kebahagiaan mereka.

Berbeda dengan pernikahan yang tidak bahagia, pasangan cenderung hanya fokus pada momen negatif yang menerpa. Dan mengabaikan momen indah yang mereka miliki.

Hal tersebut juga selaras dengan pendapat pakar John Gottman. Hal ini ini dijelaskan oleh Anna Surti Ariani, selaku psikolog keluarga yang mejelaskan perbedaan pernikahan bahagia dan tidak bahagia menurut John Gottman:

tidak bahagia setelah menikah

  • Pernikahan yang bahagia memerlukan timbal balik komunikasi

Cara timbal balik komunikasi berpengaruh untuk membentuk pernikahan yang bahagia. Dalam penikahan bahagia, ketika pasangan mengatakan sesuatu yang positif, maka kita pun akan merespon dengan cara yang positif juga.

Apabila pasangan mengatakan yang negatif, respon yang diberikan cenderung tidak langsung. Seseorang akan mencoba memahami terlebih dulu mengapa pasangannya tersebut bisa mengungkapkan ucapan negatif tersebut.

Berbeda dengan pernikahan tidak bahagia. Biasanya, sesuatu hal yang positif akan dianggap biasa saja. Di sisi lain, lontaran negatif akan direspon secara langsung dengan cara yang negatif juga.

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

  • Interpretasi pesan

Dalam pernikahan bahagia, saat pasangan mengatakan hal yang menyakitkan, maka seseorang tidak akan menyalahkan pasangan atau pun dirinya sendiri. Daripada saling menyalahkan, seseorang akan fokus mencari sumber permasalahan dan mencari sisi positif dari perkataan menyakitkan.

Di sisi lain, pernikahan yang tidak bahagia, pendengar akan cenderung fokus pada rasa sakit hatinya akibat perkatan yang ia dengar. Hal ini akan mendorong ia untuk membalas dengan kalimat negatif juga yang bisa berujung pada pertengkaran.

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

  • Adanya pola ‘menuntut-menarik diri’

Pihak yang menuntut biasanya perempuan, sementara laki-laki lebih memilih mundur dan menarik diri. Saat pola ini terbentuk, pernikahan bisa dikatakan kurang bahagia.

Psikolog Anna Surti Ariani juga menjelaskan bahwa, dalam pernikahan yang bahagia biasanya tuntutan diberikan secara wajar dan dikomunikasikan dengan cara yang tepat.

“Jadi, pasangan mendengarkan, berdiskusi soal tuntutan tersebut, dan berusaha memenuhinya dengan dukungan penuh cinta dari ‘si penuntut’,” tulis psikolog yang akrab disapa Nina tersebut.

Sementara dalam pernikahan yang tidak bahagia, biasanya salah satu pihak memberikan tuntutan yang sulit dipenuhi. Di sisi lain, pasangannya malah menarik diri, komunikasi jadi kurang berjalan, dan akhirnya keduanya frustasi.

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

Artikel terkait: 7 Cobaan Awal Menikah, Parents pernah mengalaminya?

  • Interpretasi perilaku pasangan

Cara seseorang menginterpretasikan dan merespon perilaku pasangan ternyata membedakan kebahagiaan dalam pernikahan.

Pada pernikahan yang bahagia, ketika pasangan melakukan sesuatu yang negatif seperti berbicara kasar, biasanya orang akan menginterpretasikan sebagai sesuatu yang sifatnya sementara dan akan segera berlalu. Perilaku negatif tersebut merupakan hal yang diakibatkan oleh faktor lain di luar pasangan, bukan atas dasar sifatnya.

Pada pernikahan yang tidak bahagia, saat pasangan melakukan sesuatu yang negatif, seseorang malah mengartikan sebagai sifat bawaan atau ‘sifatnya memang begitu’, atau ‘dia memang egois’. Saat pasangan melakukan sesuatu yang positif, malah berpikir bahwa itu merupakan sikap yang sementara.

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!

Unhappy couple not talking to one another

Artikel terkait: Mengenal ‘Gasligthing’ pelecehan psikologis dalam pernikahan, ini ciri dan cara mengadapinya 

Merasa tidak bahagia setelah menikah? Mulai lakukan perubahan ini!

Dari perbedaan tersebut, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya pernikahan yang bahagia juga pasti akan menemukan momen di mana pasangan menunjukkan perilaku atau kata-kata negatif. Namun, seperti yang dijelaskan Nina, pasangan yang bahagia cenderung fokus pada hal yang positif dan selalu berusaha mengembalikan kondisi menjadi lebih positif lagi.

Di sisi lain, pernikahan yang tidak bahagia biasanya terlalu fokus pada sisi negatif, rasa sakit hati, serta amarah. Ketiga hal tersebutlah yang justru akan memperburuk kondisi pernikahan.

“Ini adalah pilihan. Ingin pernikahan yang bahagia atau tidak? Jika iya, maka perubahan perlu dimulai dari diri kita, bukan menyalahkan orang lain. Selalu diskusi dengan pasangan untuk menentukan langkah agar kalian bahagia. Jika sudah sulit berdiskusi, mungkin kalian sudah butuh orang ketiga yang netral untuk menengahi permasalahan,” tutup Nina.

***

Referensi: Pra Nikah

Baca juga:

Selamatkan pernikahan Anda dari rasa jenuh dengan 3 'resep' jitu ini!

Jangan Lakukan! 6 Kebiasaan Kecil ini Dapat Merusak Pernikahan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Merasa tidak bahagia setelah menikah? Lakukan hal ini untuk mengubahnya!
Bagikan:
  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti