Tetap Berenergi Saat Puasa, Pastikan Ibu Cukupi Kebutuhan Energi Harian Anak

Tetap Berenergi Saat Puasa, Pastikan Ibu Cukupi Kebutuhan Energi Harian Anak

Saat puasa, waktu makan anak memang berubah, tapi bukan berarti jumlah kalori yang diasup jadi berkurang. Atur strategi agar kebutuhan energi harian anak tetap terpenuhi.

Anak Ibu yang biasanya selalu penuh energi, tiba-tiba saja mengerem semua aktivitasnya saat puasa. Di sekolah, ia tak lagi bermain di lapangan bersama teman-temannya, dan lebih memilih duduk di dalam kelas. Begitu juga ketika pulang  sekolah, ia tak lagi semangat menjalani les seperti biasanya, dan lebih memilih untuk tiduran sambil menonton televisi.

Ketika ditanya kenapa anak enggan beraktivitas seperti biasanya saat puasa, ia beralasan takut lapar dan haus. Akibatnya, anak jadi lemas dan tak bergairah saat menjalankan ibadah puasa.

Padahal, anak tak perlu takut beraktivitas seperti biasanya meski sedang puasa. Ada banyak cara yang bisa Ibu lakukan terkait persiapan fisik agar anak kuat puasa. Salah satunya adalah mencukupi kebutuhan energi harian anak.

Yuk, simak tips dari theAsianparent berikut ini!

Setiap anak bisa #MenangkanPuasa Penuh Energi jika Ibu memastikan kebutuhan energi hariannya tercukupi saat santap sahur dan berbuka puasa. Dan inilah cara mengatur strategi untuk mencukupi kebutuhan energi harian anak:
  1. Pastikan anak tidak melewatkan santap sahur, karena inilah saatnya anak membekali tubuhnya dengan energi agar kuat berpuasa seharian.
  2. Sediakan menu sahur yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah-buahan. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi, roti gandum, atau oat. Sedangkan protein bisa mencakup telur, ikan, daging, tahu, dan tempe. Baik karbohidrat kompleks maupun protein, sangat penting untuk dikonsumsi karena mengandung kalori yang tinggi.

Kemudian, sayur dan buah-buahan, selain mengandung vitamin dan mineral yang meningkatkan daya tahan tubuh sehingga anak tidak mudah jatuh sakit saat puasa, juga mengandung serat yang menjaga anak kenyang lebih lama.

  1. Ingatkan anak untuk memperbanyak minum air putih, baik saat sahur maupun berbuka puasa. Kurang minum air putih bisa membuat anak jadi lemas karena dehidrasi.   
  2. Menu buka puasa untuk anak jangan asal manis, tetapi juga harus bergizi. Misalnya, pisang bakar keju, puding buah, atau salad buah. Selain menyegarkan, makanan ini juga dapat mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Tapi ingat, porsinya juga harus dikontrol, ya. Jika anak terlalu banyak makan saat berbuka puasa, anak bisa sakit perut, mual, bahkan muntah.
  3. Lengkapi menu sahur dan berbuka puasanya dengan MILO. MILO sebagai opsi minuman cokelat malt berenergi yang lebih sehat dan lebih nikmat bisa jadi pilihan Ibu untuk mendukung kebutuhan energi harian anak aktif saat berpuasa.

Segelas MILO Activ-Go cocok disajikan hangat saat sahur untuk bantu penuhi energi harian anak aktif ketika berpuasa. Dan saat berbuka puasa, segelas MILO 3in1 akan bantu penuhi kembali kebutuhan energi setelah seharian berpuasa dan lebih nikmat disajikan dingin.

MILO sebagai minuman cokelat yang disukai anak, lebih sehat dengan kandungan gula 25% lebih rendah, serta mengandung lebih banyak vitamin dan mineral untuk mendukung performa anak aktif saat berpuasa.

#MenangkanPuasa Penuh Energi lainnya di sini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

atikha

app info
get app banner