Tes untuk Bayi Baru Lahir

lead image

Usai melahirkan, seorang ibu pasti bertanya-tanya, apakah anakku sehat? Lengkapkah ia? Sesuaikah dengan standar kelahiran? Dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, bayi baru lahir memang memiliki beberapa kriteria yang seharusnya ia penuhi. Berikut beberapa tes di antaranya.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/shutterstock 116554591.jpg Tes untuk Bayi Baru Lahir

Tes Apgar penting bagi bayi baru lahir untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan sedini mungkin

Begitu seorang bayi lahir, dokter akan memeriksa apakah ia memiliki kemampuan bernapas dengan baik atau tidak. Setelah itu dokter akan mulai memeriksa refleks si bayi untuk mengetahui kemampuan bayi beradaptasi dengan dunia di luar kandungan ibunya. Dan kemudian barulah lingkar kepala, berat badan, dan panjang badan

1. Tes APGAR

Tes refleks tersebut disebut dengan Tes APGAR atau Apperance, Pulse, Grimace, Activity dan Respiration. Tes Apgar merupakan sebuah metode yang ditemukan oleh seorang dokter dari Universitas College of Physician and Surgeon pada tahun 1952. Nama Apgar sendiri sebetulnya merupakan nama dirinya yaitu Dr. Virgian Apgar.

Apa saja yang diukur ketika bayi baru lahir?

Tes Apgar biasanya ditampilkan dalam bentuk skor 1-10 dengan masing-masing nilai memiliki arti masing-masing. Seperti pada akronimnya, maka tes Apgar menilai:

  1. Appearance mengukur tampilan warna kulit bayi baru lahir
  2. Pulse mengukur denyut jantung bayi
  3. Grimace mengukur respon refleks
  4. Activity mengukur ada tidaknya pergerakan tonus otot saat distimulasi
  5. Respirasi mengukur kekuatan bernapas; yang salah satunya bisa dilihat dari kuat lemahnya ia sangat menangis.

Selanjutnya tabel Apgar di halaman berikut ini:

Berikut adalah standar penilaian dari tes Apgar (klik tabel untuk memperbesar) :

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/APGAR tes.jpg Tes untuk Bayi Baru Lahir

Standar penilaian Apgar Tes pada bayi baru lahir (sumber: Wikipedia) Klik tabel untuk memperbesar

Tes ini biasanya dilakukan pada 1 menit pertama dan 5 menit setelah bayi lahir. Jumlah dari kelima standar tersebut akan diperoleh sebuah skor yang kemudian akan menentukan tindakan dokter selanjutnya.

Bila diperoleh jumlah skor rendah pada menit pertama, artinya berarti bayi membutuhkan penanganan media lebih lanjut; meski hasil tes ini belum tentu menunjukkan akan adanya masalah di masa yang akan datang; terlebih bila ada peningkatan skor pada pemeriksaan 5 menit pertama.

Inilah intepretasi jumlah skor yang didapatkan (Klik tabel untuk memperbesar) :

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/hasil tes apgar.jpg Tes untuk Bayi Baru Lahir

Interpretasi Apgar test (Sumber: Wikipedia). Klik tabel untuk memperbesar

Bagaimana bila setelah diulang beberapa kali, hasilnya tetap sama?

 

Bila beberapa kali hasil skor Apgar menunjukkan hasil yang sama, maka itu artinya bayi memiliki resiko kerusakan syaraf jangka panjang dan kerusakan otak. Hal ini biasanya ditandai dengan adanya gangguan pertukaran udara pernapasan, yang mengakibatkan adanya gangguan masuknya oksigendisertai adanya peningkatan karbondioksida dalam tubuh.

Di sinilah pentingnya tes Apgar. Tindakan medis biasanya langsung dilakukan apabila bayi memiliki skor Apgar rendah di menit pertama. Tindakan seperti menyedot lendir dari saluran pernapasan atau memasukkan selang oksigen pada bayi guna membantu pernapasannya. Jika telah ada tindakan pada menit pertama, dan skor Apgar bayi meningkat, maka itu artinya bayi dalam kondisi sehat.

Perlu diketahui, meski tes Apgar bayi menunjukkan angka 9-10, tidak berarti orang tua boleh lalai dan tidak memperhatikan kesehatan si kecil. Begitu juga sebaliknya, bayi dengan skor Apgar rendah juga tidak berarti akan bermasalah sepanjang hidupnya.

Karena skor Apgar rendah biasa terjadi pada bayi dengan resiko tinggi seperti lahir dengan cara bedah Caesar, ibu yang sering mengalami komplikasi saat hamil dan bayi prematur. Terlebih jika kemudian skor bayi meningkat di menit-menit berikutnya, orang tua tentulah tidak perlu panik dan khawatir akan kondisi bayi baru lahir mereka.

 

2. Lingkar kepala bayi

Ukuran lingkar kepala bayi baru lahir antara 31-36 cm untuk bayi perempuan dan 32-38 cm untuk bayi laki-laki. Perlu diingat, lingkar kepala bayi tidak secara langsung menunjukkan besar kecil otak si Kecil

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/IMG 5536 k.jpg Tes untuk Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir menjalani berbagai tes fisik

3. Berat badan bayi

Berat badan bayi normal ketika lahir berkisar antara 2,5-4 kg. Berat badan bayi merupakan salah satu indikator apakah bayi memiliki gangguan kesehatan secara fisik.

Berat badan bayi biasanya kan menurun 5-7% hingga hari ke empat, namun akan kembali normal setelah 2 minggu.

4. Panjang badan

Panjang badan bayi bayi baru lahir normalnya antara 48-52 cm. Panjang badan juga merupakan faktor penentu kesehatan secara fisik. Pada bulan pertama kelahirannya, panjang badan bayi dapat bertambah antara 3,8 hingga 4,4 cm. Namun setelah usianya menginjak bulan ke dua belas, pertambahan panjang badannya hanya berkisar 1,2 hingga 1,3 cm setiap bulannya.

Baca juga artikel menarik lainnya :