TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering begadang dan terlalu lama belajar, anak ini didiagnosis radang otak serius

Bacaan 4 menit
Sering begadang dan terlalu lama belajar, anak ini didiagnosis radang otak serius

Penelitian telah mengungkapkan bahwa terlalu lama belajar bisa memberikan efek negatif pada anak.

Seorang anak lelaki berusia 13 tahun dari Kota Hengyang, Provinsi Hunan dilarikan ke rumah sakit karena radang otak yang serius. Sebabnya, dikarena terlalu lama belajar untuk menyelesaikan delapan set kertas ujian tanpa berhenti dan istirahat.

Seorang anak mengalami radang otak yang parah karena terlalu lama belajar

Dilansir dari World of Buzz, anak laki-laki itu tidur larut malam setiap hari untuk belajar karena ia merasa tertekan untuk ujian akhir yang akan datang. Namun sayangnya, akibat kebiasaan tersebut ia harus mengalami masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

Suatu hari, anak laki-laki itu belajar semalaman secara intens dan tanpa istirahat untuk menyelesaikan delapan set kertas ujian. Pagi hari, orangtuanya menemukan dia bertingkah aneh. Termasuk kerap berteriak, “Chong, datang dan makan ayam,” meskipun faktanya tidak ada seorang pun di sana.

terlalu lama belajar 1

Sumber: World of Buzz

Orangtua anak laki-laki tersebut pun khawatir dan merasakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan putra mereka. Mereka pun segera membawanya ke rumah sakit.

Setelah mengunjungi rumah sakit, sang anak didiagnosa mengalami ensefalitis reseptor NMDA yang parah.

Harvard Health menjelaskan ini merupakan sejenis peradangan otak. Dikenal sebagai penyakit autoimun, yang terjadi ketika tubuh secara tak terduga menghasilkan antibodi yang secara keliru menyerang sel-sel otak yang sehat.

Walaupun kondisi yang rumit dan jarang terjadi ini biasanya disebabkan oleh infeksi, tetapi sebuah studi baru telah meningkatkan kemungkinan bahwa stres dapat menyebabkan penyakit autoimun.

Mereka yang didiagnosis dengan penyakit ini biasanya akan mengalami gejala seperti demam, kelelahan, dan delusi atau melihat maupun mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi).

terlalu lama belajar 2

Sumber: World of Buzz

Walaupun terdengar menakutkan, para ahli mengatakan bahwa masalah kesehatan ini akan terjadi jika Anda secara rutin bekerja terlalu keras.

Untuk itu, Anda harus mengatur waktu yang teratur antara istirahat dan belajar. Selain itu, para ahli juga menyarankan untuk rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar setiap hari.

Dengan begitu otak pun bisa menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk terus berfungsi secara optimal.

Artikel terkait: Ajari anak 10 pelajaran penting ini sebelum usianya 10 tahun

Dampak bila terlalu lama belajar

terlalu lama belajar 3

Penelitian menunjukkan bahwa ketika anak didorong melakukan beban kerja yang tidak selaras dengan tingkat perkembangan mereka,  bisa menyebabkan stres yang signifikan.

Stres ini bisa membuat tubuh anak terkunci sepanjang waktu dan menyebabkan reaksi berlebihan. Anak akan merasa bingung, sulit berkonsentrasi, dan melakukan kesalahan bodoh.

Pada 2013, penelitian yang dilakukan di Stanford University menemukan bahwa siswa di komunitas berprestasi yang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pekerjaan rumah mengalami lebih banyak stres, masalah kesehatan fisik, kurangnya keseimbangan dalam kehidupan mereka, dan keterasingan dari masyarakat.

Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Experimental Education ini mensurvei lebih dari 4.300 siswa di 10 sekolah menengah berkinerja tinggi di komunitas kelas menengah California. Mereka juga mewawancarai siswa tentang pandangan mereka tentang pekerjaan rumah.

terlalu lama belajar 4

Lebih dari 70% siswa mengatakan bahwa mereka “sering atau selalu stres karena pekerjaan sekolah,”. Adapun kurang dari 1% siswa mengatakan bahwa pekerjaan rumah bukanlah penyebab stres.

Para peneliti bertanya kepada siswa apakah mereka mengalami gejala fisik stres.  Mulai dari sakit kepala, kelelahan, kurang tidur, penurunan berat badan, dan masalah perut.

Lebih dari 80% siswa melaporkan memiliki setidaknya satu gejala yang berhubungan dengan stres dalam sebulan terakhir dan 44% mengatakan mereka telah mengalami tiga atau lebih gejala.

Para peneliti menemukan, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah justru berisko membuat anak tidak bisa memenuhi kebutuhan perkembangan mereka.

Termasuk mengembangkan keterampilan hidup kritis lainnya.

Mereka justru lebih cenderung untuk tidak melakukan kegiatan, berhenti bertemu teman atau keluarga, dan tidak berpartisipasi dalam hobi.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Banyak siswa merasa terpaksa atau berkewajiban untuk memilih pekerjaan rumah daripada mengembangkan bakat atau keterampilan lain.

Para ahli terus memperdebatkan manfaat dan kelemahan pekerjaan rumah. Namun sebuah artikel yang diterbitkan tahun ini di Monitor on Psychology, ada satu hal yang mereka sepakati terkait dengan kualitas pekerjaan rumah menjadi penting.

Dalam studi Stanford, banyak siswa mengatakan bahwa mereka sering mengerjakan pekerjaan rumah yang mereka lihat sebagai “tidak berguna” atau “tidak ada artinya.”

Pope, yang ikut menulis penelitian itu, berpendapat bahwa tugas pekerjaan rumah harus memiliki tujuan dan manfaat. Ini harus dirancang untuk memupuk pembelajaran dan pengembangan.

Penting juga bagi sekolah dan guru untuk mematuhi standar 10 menit per kelas.

Dalam sebuah wawancara dengan Monitor tentang Psikologi, Paus menunjukkan bahwa siswa dapat belajar keterampilan yang lain dan melakukan hobinya jika apabila pekerjaan rumah yang lebih sedikit.

Referensi: World of Buzz, The Odyssey Online, Healthline

Baca juga

Anak Usia 10 Tahun ini Ajari Ibunya yang Buta Huruf dan Berprofesi Pemulung untuk Membaca

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sering begadang dan terlalu lama belajar, anak ini didiagnosis radang otak serius
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti