Mengajarkan Anak Sikap Tawadhu: Pengertian, Ciri, dan Keutamaan Memiliki Sikap Terpuji

Mengajarkan anak sikap-sikap baik seperti tawadhu harus dilakukan orang tua sejak dini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sebagai muslim yang baik, memiliki sifat tawadhu adalah sebuah keharusan. Namun, tidak banyak orang benar-benar memahami apakah sebenarnya yang dimaksud dengan sifat tawadhu. 

Sifat tawadhu biasa disebut sebagai perilaku rendah hati atau tidak sombong. Namun, apakah hal itu cukup untuk menjelaskan sifat tawadhu yang sebenarnya dalam agama Islam?

Memahami dengan benar sifat tawadhu menjadi penting apalagi untuk orang tua. Orang tua sebagai madrasah pertama anak harus bisa mengajarkan sikap tawadhu sejak dini. Agar Parents bisa memahami bagaimana sifat tawadhu yang harus dimiliki setiap muslim dan mengajarkannya kepada anak-anak, simak penjelasan berikut ini.

Tawadhu adalah Rendah Hati, Ini Definisi Selengkapnya

Tawadhu adalah sikap terpuji yang harus diajarkan oran tua kepada anak./Sumber: Pixabay

Tawadhu merupakan sikap rendah hati yang menjadi salah satu cerminan perilaku atau akhlak seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT. Asal kata tawadhu adalah dari bahasa Arab dengan asal kata وضع (wadha’a). Kata ini bisa ditafsirkan bermacam-maca seperti meletakkan, melepaskan, dan menghinakan.

Dilansir dari NU Online, arti tawadhu adalah perilaku seorang muslim yang memiliki sifat rendah hati agar tidak terlihat sombong

Membiasakan sikap tawadhu tidak sekadar untuk bersopan santun belaka. Tawadhu harus menjadi sebuah kebiasaan yang tertanam dan dilakukan secara terus menerus meskipun tidak ada orang di sekitarnya.

Syekh Ibnu Athaillah pernah menyampaikan bahwa sikap tawadhu tidak sekedar menganggap dirinya lebih tinggi dari yang dilakukannya. Namun, seorang muslim yang tawadhu itu ia yang ketika merendah menganggap dirinya lebih rendah dari yang dilakukannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Lebih lanjut, memahami sikap tawadhu adalah dengan menghindari sifat angkuh dan takabur dengan apa yang mampu dilakukan. Karenanya sebagai hamba harus selalu merendah dari apa yang memuliakannya, sekalipun ia berkedudukan sangat tinggi sehingga di dalam dirinya tidak berkembang sifat yang sombong dan angkuh.

Artikel terkait: Kumpulan Doa Hajat Agar Keinginan Kita Segera Dikabulkan

Dalil Tentang Tawadhu

Sumber: Pixabay

Dalam Al-Qur’an memang tidak ada ayat atau hukum yang khusus mengatur perihal sikap tawadhu, Namun, ada beberapa kata dalam Al-Qur’an yang memiliki arti serupa yang bisa kita pegang sebagai pedoman, salah satunya adalah:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Latin: Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba’aka minal-mu`minīn

Artinya

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman”. (QS Asy-Syu’ara 215).

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar berlaku ramah dan rendah hati selama berdakwah. Hal ini dilakukan kepada orang-orang yang baru saja beriman sekalipun Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Tujuannya tentu agar dakwah bisa dilakukan dengan rendah hati dan etika yang baik.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menurut sumber hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَناً وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قاَلَ: إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat debu. Ada seorang yang bertanya, ‘Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus (apakah ini termasuk sombong?)’. 

Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain’.”([HR. Muslim no. 91).

Menurut sumber hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda: 

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).

Artikel terkait: 7 Surat Istimewa dalam Al-Qur’an yang Memiliki Banyak Keutamaan, Apa Saja?

Ciri-ciri Tawadhu

Sumber: Pixabay

Ciri-ciri seorang muslim tawadhu adalah memiliki beberapa perilaku seperti dijelaskan di bawah ini:

1. Melakukannya karena Mencari Ridha Allah

Seseorang disebut tawadhu jika sikap rendah hatinya tidak hanya karena sopan kepada sesama. Meskipun mereka lebih tinggi namun sikap merendah ini harus didasari niat untuk mencari ridha Allah SWT.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Memiliki Sikap Tawadhu yang Tidak Berlebihan

Meski tawadhu jadi sikap yang baik, tetapi mereka juga bisa menempatkan diri. Merendahkan diri secara berlebihan bisa menyinggung orang lain atau malah menjadikan kita disepelekan orang lain.

3. Tidak Suka Kebaikannya Dipublikasikan

Orang yang memiliki sikap tawadhu tidak senang jika kebaikan atau sifatnya disebar-sebarkan. Mereka akan menyembunyikan dengan alasan agar tidak riya atau sombong.

4. Menerima Nasihat yang Baik dari Siapa Pun

Orang dengan sifat tawadhu mudah menerima nasehat baik dari siapa pun. Hal ini karena ia tidak memandang dirinya lebih tinggi sehingga bersedia menerima nasihat baik meski dari kalangan yang lebih tinggi maupun rendah.

5. Mencintai Fakir Miskin

Sikap tawadhu juga akan membuat sesorang mencintai fakir miskin dan senang berkumpul dengan mereka. Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi ia mengetahui jika mencintai orang miskin adalah landasan kecintaan pada Allah.

6. Mendahulukan Kepentingan Orang Lain

Sikap tawadhu juga membuatnya tidak hanya rendah hati namun juga tidak egois. Hal ini karena ia bisa menempatkan diri jika ada kepentingan sesama yang perlu didahulukan dan melakukannya sebaik mungkin.

7. Suka Berterima Kasih dan Mudah Memafkan

Seseorang dengan sikap tawadhu akan mudah berterima kasih atas kebaikan yang diterimanya. Tak hanya itu, jika ia tersinggung atau tersakiti juga akan mudah memberikan maaf.

Contoh Sikap Tawadhu

Sementara itu, agar lebih paham, berikut ini adalah beberapa contoh sikap tawadhu dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Bersikap adil dan tidak membeda-bedakan
  2. Rendah hati dan mau menolong
  3. Memiliki tutur kata baik
  4. Selalu jujur 
  5. Tidak sombong dan merasa paling benar
  6. Selalu bersyukur atas rahmat dan rezeki yang diberikan kepada kita
  7. Menghargai orang di sekitar
  8. Suka menolong sesama
  9. Tidak merendahkan orang lain
  10. Bersih dan berpakaian rapi

Artikel terkait: 7 Keutamaan Surat Al-Kautsar dan Maknanya yang Bisa Diajarkan pada Si Kecil

Keutamaan Tawadhu

Sumber: Pixabay

Seseorang yang tawadhu akan mendapatkan beberapa manfaat. Berikut adalah beberapa keutamaannya:

  1. Diangkat derajatnya
  2. Memberikan kita keselamatan 
  3. Mendatangkan persahabatan
  4. Menghapuskan dendam dan menghilangkan pertentangan.
  5. Menghindarkan diri dari sifat sombong

Tawadhu adalah akhlak para nabi dan Rasul yang bisa Parents ajarkan kepada anak. Selain bisa menjadi pahala, anak bisa tumbuh sebagai orang yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Terkait Sikap Tawadhu

Apa Nama Lain dari Sikap Tawadhu?

Nama lain dari sikap tawadhu adalah rendah hati. Berasal dari kata Tawaadha’atil ardhu yang arti secara harfiahnya adalah tanah itu lebih rendah daripada tanah di sekelilingnya.

Apa Lawan dari Sikap Tawadhu?

Lawan dari sifat atau sikap tawadhu adalah takabur, yang berarti sombong dan selalu meremehkan orang lain.

Demikianlah pembahasan mengenai sifat tawadhu. Semoga bisa menjadi pembelajaran beharga bagi Parents dan si kecil, ya!

****

Baca juga:

Sifat Sombong Orangtua Bisa Berdampak Terhadap Perkembangan Sosial Anak

8 Cara Menjadi Orang Tua Sabar dan Ikhlas untuk Anak, Simak Parents!

Ikhlas Mengurus Anak dan Keluarga Jadi Kunci Kebahagiaan Ibu

Penulis

Puspa Sari