Merencanakan Tabungan Pendidikan dengan Penghasilan UMR; Mungkinkah?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Meski dengan penghasilan UMR, kita pun mampu untuk memiliki tabungan pendidikan untuk anak kita kelak. Cobalah beberapa tips berikut ini.

Jika diminta untuk mengisi kuesioner tentang tabungan pendidikan anak, dapat dipastikan setiap orang tua pasti ingin memilikinya. Namun, bagaimana bila pendapatan kita hanya UMR? Tabungan pendidikan rasanya hanya seperti angan-angan.

Namun, menurut Ryan Filbert dalam bukunya “Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana” justru orang dengan penghasilan yang pas-pasan sebaiknya memiliki investasi atau tabungan; terlebih jika itu menyangkut pendidikan anak.

Berbeda dengan orang kaya, kelak ketika anak mereka ingin sekolah dimanapun dengan biaya berapa pun, mudah bagi mereka untuk memenuhinya. Jadi, berapa pun penghasilan Anda, salah satu hal yang terbaik untuk membantu anak meraih cita-cita adalah dengan menyediakan tabungan pendidikan.

Tips Merencanakan Tabungan Pendidikan Anak

Jadi, apa yang sebaiknya kita lakukan jika kita ingin menginvestasikan sebagian penghasilan kita untuk tabungan pendidikan meski dengan penghasilan UMR? Berikut adalah beberapa tips yang mungkin berguna bagi Parents:

1. Berterus teranglah tentang kondisi keuangan yang Anda miliki, karena keterbukaan akan membuat setiap anggota keluarga mengerti dan satu kata tentang tujuan keuangan yang dituju.

2. Jelaskan pula kondisi keuangan kepada anak; dan gunakan kesempatan tersebut untuk mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menabung.

3. Carilah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah keuangan yang sedang dihadapi. Mungkin dengan mencari pekerjaan tambahan, membuka usaha baru dengan investasi yang terjangkau, seperti menjadi reseller atau dropshipper.

Tips Memulai Usaha

4. Jika mungkin, mintalah anak remaja Anda untuk mencari pekerjaan paruh waktu. Hal ini mungkin tidak biasa di Indonesia, namun di luar negeri dan beberapa negara Asia lainnya, adalah wajar bagi remaja umur 18 tahun untuk bekerja paruh waktu.

Sudah bukan hal tabu atau malah mustahil bagi seorang remaja untuk memulai usahanya sedini mungkin. Bila terkendala masalah modal, maka pemerintah juga beberapa institusi keuangan seperti bank biasanya membuka kesempatan untuk mendapatkan sponsor permodalan.

5. Luangkan waktu sebulan sekali untuk mengevaluasi kondisi keuangan keluarga bersama pasangan. Dan juga berdiskusi, jenis pengeluaran apa saja yang dapat dipangkas.

6. Tetapkan target yang masuk akal. Artinya jika pengeluaran wajib Anda adalah 1,2 juta per bulan, maka jangan memaksa untuk menabung 1,5 juta kecuali Anda sudah memiliki penghasilan tambahan.

7. Buat akun bank terpisah khusus untuk tabungan pendidikan. Jangan lupa konsisten dengan kesepakatan jumlah dana yang harus disisihkan. Usahakan juga untuk tidak sekalipun melakukan penarikan uang tersebut kecuali bila ada keperluan yang sangat penting.

Waktu Tepat untuk Memulai Tabungan Pendidikan

Tidak pernah ada kata terlambat ataupun terlalu dini untuk memulai tabungan pendidikan anak-anak kita. Selain itu dengan menabung sedini mungkin akan mudah dan ringan bagi kita untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Sebagai contoh jika kita menyimpan Rp.300.000,00 setiap bulan dan kita memulainya pada saat si kecil berusia 5 tahun, maka mungkin kita akan mendapat tabungan sejumlah Rp. 64.800.000,00 pada saat si kecil lulus dari sekolah menengah atasnya. Jumlah yang cukup lumayan bukan?

Jadi, janganlah berkecil hati bila saat ini kita hanya mampu menyisihkan sejumlah uang yang tidak terlalu besar. Siapa tahu  beberapa bulan ke depan kondisi keuangan Anda berubah lebih baik dan Anda mampu menyisihkan lebih besar.

Ketika Memulai Tabungan Pendidikan Sudah Terlambat

Lalu bagaimana bila semuanya sedikit terlambat, saat ini si kecil sudah duduk di bangku menengah atas, sementara tidak ada kemungkinan untuk menabung dalam jumlah yang sangat besar?

Cobalah alternatif pendidikan tinggi yang lain. Ada beberapa pendidikan tinggi yang menawarkan ikatan dinas seperti STAN, STT Telkom; atau mungkin mencoba untuk meraih beasiswa dari beberapa institusi.

Ilustrasi di atas mungkin terdengar tidak mungkin, namun yang lebih penting adalah mengubah mind set kita bahwa jika kita benar-benar serius dengan pendidikan anak-anak kita, maka seharusnyalah tidak ada yang tidak mungkin.

Jadi, jangan ragu untuk memulai tabungan pendidikan anak kita ya, Parents, tentu kita tidak ingin bermain-main dengan masa depan anak-anak kita bukan?

ref: How to save for your child’s education despite financial difficulties

 

 





Better Parenting