Surat Seorang Suami kepada Istrinya yang Menjadi Ibu Rumah Tangga

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Surat seorang suami pada istrinya ini dapat menjadi pengingat kepada para ayah agar tak lupa untuk mengapresiasi istri yang jadi ibu rumah tangga.

Seorang suami asal Australia menulis sebuah surat romantis untuk istrinya yang menjadi ibu rumah tangga. Surat seorang suami bernama Scott Douglas ini menyentuh hati banyak orang, terutama para ibu rumah tangga seperti istrinya.

Istrinya, Kate Douglas membagikan catatan romantisnya ke dinding halaman Facebook seorang blogger bernama Contance Hall. Hall membagikan tulisan tersebut hingga akhirnya menjadi viral di sosial media.

Berikut isi suratnya :

Aku sedang mengalami hari yang berat bersama 2 anak laki-lakiku. Kemarin, ketika suami sampai di rumah, aku benar-benar sedang merasa kalah, dan mereka menang. Saat aku memutuskan untuk pergi keluar selama beberapa jam, suamiku menulis ini. SEMUA ibu perlu tahu bahwa perjuangan mereka dihargai ❤️

Setelah seharian bekerja keras, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada pulang ke rumah. Beberapa hari ini aku pulang dan melihat istriku yang cantik tampak kumal, lelah, frustrasi dan kewalahan dengan segala tantangan yang ia hadapi sebagai seorang ibu.

Tidak sepertiku, dia tidak memiliki jam lembur atau bonus sebagai penghargaan atas semua pekerjaan ekstra dan usahanya seharian. Dia tidak memiliki cuti sakit, cuti tahunan atau akhir pekan.

Ia juga tidak menanti hari libur nasional untuk mempersingkat hari-harinya. Pada pukul 3.5.11, ia mempersiapkan diri sebagai seorang ibu. Pada pukul 6.8.14 ia mulai shift lembur mengurus dua anak lelaki. Dua anak lelaki yang tak bisa diam, yang menantang segala aspek dalam dirinya sebagai seorang ibu. Namun Ia tidak pernah meminta kenaikan gaji atau mencari pekerjaan lain.

Jadi, meskipun melalui masa sulit, tak dihargai, atau tak yakin membuat perbedaan besar dalam hidup anak-anakmu, seperti inilah hari-harimu berjalan.

Anak-anakmu akan terbangun dari tempat tidur yang bagus dan hangat, di atas seprai yang telah dicuci dengan penuh cinta olehmu. Mereka makan sarapan yang dibuat dari daftar belanjaan yang kamu buat seminggu lalu.

Kamu akan mengemas bekal makan untuk si anak pertama yang akan pergi sekolah. Sambil mempertanyakan, "Apakah makanan ini cukup sehat untuknya? Apakah dengan porsi ini ia masih akan kelaparan?" sambil menyeimbangkan hal lainnya di kaki, lengan, dan bahumu.

Di sekolah, kamu akan duduk selama satu jam untuk menenangkan anak yang sedang mengalami hari yang buruk. Kamu akan membiarkannya tahu bahwa ibu akan selalu ada di sisinya.

Kamu kembali ke rumah dimana kamu menghabiskan hari dengan anakmu yang berusia 2 tahun. Mengajaknya bicara, melatihnya untuk menggunakan toilet, dan mengajarkan balita ini cara agar ia dapat tumbuh menjadi anak laki-laki.

Kamu akan mendampingi anakmu untuk tidur siang sambil meyakinkan diri bahwa anakmu akan memiliki energi yang cukup untuk melalui sisa harinya, "meskipun kau tahu bahwa energinya tidak akan cukup."

Waktu istirahatmu yang terbatas kamu habiskan dengan pekerjaan rumah, pekerjaan rumah, dan pekerjaan rumah. Setelah semuanya dikerjakan dengan waktu istirahat yang sedikit, kamu bersiap menjemput anak dari sekolah tepat pada waktunya.

Kamu selalu memastikan anak-anak sesehat yang seharusnya. Kamu akan memastikan bahwa mereka memakan makan malamnya, sekaligus menikmati percakapan orang dewasa pertama setelah seharian menjadi seorang ibu dan mengurus persoalan dunia.

Jadi, ketika kamu merasa bahwa harimu buruk, aku justru sedang melihat seorang wanita luar biasa yang tidak pernah sakit, tidak pernah berhenti,dan tidak pernah lari dalam masa-masa sulit.

Kamu tetap akan pergi tidur dengan kenyataan bahwa semua yang kamu lakukan hari ini akan terulang keesokan harinya.

Kamu adalah ibu yang menakjubkan dan luar biasa, meskipun kamu tidak merasa seperti itu. Kamu adalah hal terhebat dalam hidup anak-anak lelaki ini. Kami mencintaimu dan semua hal yang telah kamu lakukan...

Postingan tersebut dibagikan oleh lebih dari 11 ribu akun dan mendapatkan ribuan komentar. Beberapa media online seperti Scary Mommy juga memuat ulang suratnya. Kebanyakan komentar yang masuk memuji kerjasama keduanya dalam mengurus rumah tangga.

Pekerjaan ibu rumah tangga memang sering dianggap remeh oleh banyak orang. Bahkan, beberapa istri tak mendapatkan apresiasi yang cukup dari suaminya.

Surat ini juga bisa menjadi teguran bagi para suami agar dapat mengapresiasi usaha istrinya dalam mengurus rumah tangga. Barangkali banyak ibu yang mengalami hal yang mirip dengan Kate. Sekalipun suami tampak tidak memperhatikan kerja karas istri, diam-diam ternyata ia mengaguminya.

Para suami, maukah Anda menulis surat cinta serupa untuk istri?

 

Baca juga

Untuk Para Ayah, inilah 5 Hal Utama yang Istri Inginkan dari Suami

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kisah Mengharukan Seks & Pernikahan