Curahan hati suami: "Ini alasan aku menyesal menceraikan istriku..."

Curahan hati suami: "Ini alasan aku menyesal menceraikan istriku..."

Ungkapan hati seorang suami menyesal bercerai dari istrinya ini mengingatkan para suami lain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Seorang suami menyesal bercerai dan mengakui telah melakukan kesalahan besar telah meninggalkan istrinya untuk perempuan lain. Dalam postingan akun Facebook miliknya ia mengingatkan para suami untuk membuka mata dan lebih menghargai komitmen pernikahan.

Menjaga komitmen dalam pernikahan bisa diartikan bahwa pasangan suami istri mampu melalui masa-masa tersulit dalam setiap fase pernikahan. Artinya, semua akan tergantung bagaimana keduanya bisa berjuang, memiliki kepercaaan bahwa sebuah pernikahan patut dipertahankan, meskipun banyak kerap kali dihadang beragam konflik.

Pada dasarnya kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Hal ini pun berlaku untuk pernikahan. Tidak mengherankan jika ada salah satu pihak yang mencari kebahagiaan sesaat dengan melakukan perselingkuhan, tentu bisa menjadi sebuah kesalahan besar dalam pernikahan. Hal inilah yang baru saja disadari oleh seorang suami yang menceritakan kisahnya.

Tergoda dengan perempuan lain

“Saya sudah mengenal istri saya selama 15 tahun. Namun, dua bulan menjelang ulang tahun tahun pernikahan kami yang ke-10 tahun, saya justru memilih untuk meninggalkannya,” tulis Sammy Baya di laman Facebook-nya.

“Kami adalah orangtua dari dua putri cantik, yang baru berusia belasan tahun, tapi saat saya memutuskan untuk keluar rumah, usia anak-anak baru berusia tujuh dan sembilan tahun.”

Dalam postingan yang sudah dibagikan lebih dari  360.000 kali, Sammy mengaku bagaimana dia meninggalkan istrinya untuk perempuan lain bernama Eve saat melakukan perjalanan dinas.

Pekerjaan menuntut Sammy untuk sering berpergian, dan menginap di hotel setidaknya tiga hari dalam seminggu, “Di sanalah saya bertemu Eve.” Keduanya pun melanjutkan pertemanan lewat sosial media, Facebook. Mereka kerap mengirim pesan baik siang ataupun malam hari.

Ketika itu Eve pun sudah menikah dan memiliki dua orang anak. “Kami memiliki banyak kesamaan; dan kami merasa langsung jatuh cinta, “tulis Sammy, saat menceritakan bagaimana perselingkuhannya dengan Eve terjadi.

Sammy mengaku kedekatannya terus berlangsung meskipun dirinya masih terikat dalam pernikahan. Pernikahan yang ia anggap tidak membuatnya bahagia. Bahkan Sammy juga mengaku tidak bisa menemukan alasan ia harus pulang ke rumah.

Merasa bahwa istrinya sudah banyak berubah

“Istri saya telah banyak berubah, berat badannya kian bertambah, kami bahkan hampir tidak pernah berbicara lagi, dan dia selalu terlihat sangat menderita,” lanjutnya.

Meskipun ia tahu bahwa istrinya tampak begitu ‘sedih dan depresi’, dirinya tetap saja tidak melakukan apa-apa, tidak mendorongnya untuk memberikan perhatian lebih untuk istrinya. “Saya malah lebih sibuk memikirkan cara agar hidup saya lebih menggairahkan, cara menghabiskan waktu luang untuk bisa bersenang-senang” tulisnya lagi.

“Setiap kali dia berbicara dengan saya, yang saya dengar hanyalah omelan dan rengekan. Tapi sebenarnya saya tahu kalau istri saya sebenarnya hanya ingin mendapatkan perhatianku.”

Di balik itu semua, Sammy pun menganggap bahwa istrinya tidak lagi mencintainya. Sebuah alasan yang membuatnya mencari kesenangan lain dan melakukan perselingkuhan. Yang ia inginkan ketika itu hanyalah keluar dari situasi yang ia alami, termasuk pernikahan yang seakan telah membelenggunya.

“Saya meyakinkan diri bahwa istri sudah tidak pernah peduli dengan segala kebutuhan dan keinginan saya. Bahwa semua yang diinginkannya tidak lebih dari cek gaji,” tulis ayah dua anak ini.

Bahkan meski istrinya sudah menghabiskan sebagian besar waktu luangnya mengurus keluarga, bagi Sammy hal itu tetap membuatnya kecewa. “Kami sering berdebat dan bertengkar karena kami merasa tidak didengar satu sama lain, ” kenangnya. “Sementara yang benar-benar dibutuhkan adalah mendengarkan satu sama lain!”

Sammy pun memutuskan pindah ke negara bagian lain dengan Eve. Meninggalkan istri dan kedua anaknya karena hak asuhnya jatuh ke tangan istrinya. Ia hanya bertemu dengan anak-anak setiap akhir pekan.

Baca juga : Ingin bercerai? Baca dulu nasihat dari terapis penikahan ini

Menjalani kehidupan baru dengan perempuan lain

Sammy mendapatkan awal baru kehidupannya. Dan itu semua terasa sangat manis. Tidak pernah terbayangkan jika akhirnya menjadi suami menyesal bercerai.

Apalagi kehidupan seks yang dimiliki bersama Eve sangat menakjubkan. Sebuah koneksi yang bahkan ia akui tidak bisa didapatkan bersama mantan istrinya. “Kami memiliki lingkaran besar teman. Keluarga saya mencintainya. Anak-anak saya menyukainya,” tulisnya lagi.

Tapi saya tidak bisa memaksa mantan istri saya untuk bertemu dengan Eve – dia merasa dikhianati. Dan karena itu saya makin membencinya! Saya merasa mantan istri saya sangat kekanak-kanakan. Begitu jahat karena tidak pernah peduli pada kebahagiaan saya.

Saya tidak peduli dengan perasaan mantan istri sehingga saya memajang foto bersama Eve di Facebook, seakan memperlihatkan kalau kehidupan baru  kami sangat fantastis!

Kebersamaan saya bersama Eve berlangsung sekitar enam atau tujuh tahun, tapi tidak pernah menikah – kami percaya bahwa pernikahan bukanlah tujuan hidup kami. Namun akhirnya Sammy menyadari bahwa ternyata Eve bukanlah perempuan yang tepat untuknya.

Pengakuan Sammy, suami menyesal bercerai karena kehilangan cinta sejatinya

“Saya salah, dan saya sangat merindukan tahun-tahun terbaik kehidupan anak-anakku … ”

Karena keputusannya untuk pergi meninggalkan istri dan kedua anaknya, Sammy pun kehilangan hubungan bahagia dengan keluarganya. Tapi dia sadar semuanya sudah terlambat.

Dia segera menyadari bahwa dia merindukan perempuan, seseorang yang menciptakan rumah dan keluarga untuknya. Seandainya dia memberi perhatian pada mantan istrinya, maka dia yakin kalau cintanya tidak akan pernah redup.

“Saat itulah Anda berada di tempat paling gelap, dan yang Anda butuhkan untuk terus bertahan dan mencari jalan keluar bersama untuk melewati hal paling sulit dalam pernikahan…”

Curahan hati suami:

Seorang suami menyesal, berharap kesalahannya tidak dilakukan pasangan lain

Dan tahukah Anda bahwa dia tidak pernah mengeluh? Dia tidak pernah menuntut lebih banyak uang dari saya. Dia tidak pernah menghentikan saya untuk melihat anak-anak. Tidak pernah mengatakan ‘tidak’ jika saya mengubah rencana pada saat terakhir.

Dia bahkan menyerahkan akhir pekannya sehingga ibuku bisa menghabiskan waktu bersama cucunya. Dia bersedia meninggalkan saya, membiarkan saya melanjutkan hidup bersama Eve, meskipun pasti dia ingin membunuhnya.

“Saya memutuskan untuk keluar, menceraikan perempuan yang saat ini saya bisa melihatnya bahwa ia akan melakukan apapun untuk saya,” tulisnya.

Setelah delapan tahun menjadi single mom, mantan istri Sammy akhirnya bertemu dengan seorang pria hebat bernama Craig. Mereka akhirnya pindah bersama, menikah, dan memulai keluarga baru. Anak-anak disambut dengan gembira oleh keluarga Craig.

“Akhirnya aku mengerti perasaannya selama ini. Dan rasanya sangat menyakitkan.”

Peringatan untuk para suami, jangan pernah meninggakan cinta sejati

Dirinya telah salah mengambil keputusan hingga akhirnya menjadi suami menyesal bercerai. Terlebih saat ia melihat cinta dan kebahagiaan yang memancar mata mantan istrinya untuk orang lain, Sammy mengaku merasakan hatinya seperti ‘telah dicabut’.

“Untuk itu, jangan pernah jadi aku,” dia mengingatkan lagi dengan mencoba menggambarkan bahwa dia  baru menyadari bahwa mantan istrinya adalah cinta sejatinya.

“Anda mungkin akan berpikir tidak akan pernah bahagia saat berada dalam sebuah rutinitas, saat melakukan kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Saat itulah Anda berada di tempat paling gelap, bosan, dan ingin segera keluar. Padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah Anda perlu bertahan melewati masalah paling sulit dalam pernikahan.”

Ia pun melanjutkan dengan menulis kalimat terakhir, sekadar mengingatkan para suami agar tidak perlu merasakan apa yang ia alami, yaitu suami menyesal bercerai.

“Hari ini saya tinggal sendiri dan masih hanya bisa melihat anak-anak saya sesekali saja. Mereka sudah sangat besar, dan saya bisa melihat ada kemarahan setiap kali bertemu dengan saya karena meninggalkan mereka dan ibunya. Siapa yang bisa menyalahkan mereka? Apa yang sudah Eve lakukan untuk saya, dia tidak pernah menjadi ibu anak-anak saya, dan tidak bisa menjadi cinta sejati saya.”

Sammy pun berharap lewat tulisannya bisa membuka mata hati dan pikiran para suami dalam memutuskan segala sesuatu. Ia berharap bisa membantu menyelamatkan perkawinan, cinta dan menghargai seorang perempuan lebih baik lagi. Agar tidak ada lagi suami menyesal bercerai karena kesalahnnya sendiri

 

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di theAsianParent Singapura

 

Baca juga :

10 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner